Review A Shaun the Sheep Movie: Farmageddon - Saat Domba Bertemu Alien

Domba dan alien merupakan pasangan menarik untuk diceritakan

Review A Shaun the Sheep Movie: Farmageddon - Saat Domba Bertemu Alien

Seri animasi stop motion Shaun the Sheep kembali mendapatkan kisah baru yang diceritakan di layar lebar. Kali ini rombongan domba ini kedatangan alien dari luar angkasa. Yang jadi masalah di sini adalah, alien tersebut lebih suka kentang goreng dan pizza, ketimbang menjajah Bumi.

Kira-kira seperti apa kisah Shaun kali ini? Seperti biasa kamu bisa baca ulasan filmnya di bawah ini.

1. Lu-La Sang Alien

Review A Shaun the Sheep Movie: Farmageddon - Saat Domba Bertemu Aliendok. Aardman Animations

Seperti yang kami sebutkan di atas, A Shaun the Sheep Movie: Farmageddon berkisah mengenai pendaratan alien di dekat pertanian Mossy Bottom. Alien tersebut bernama Lu-La, dan dia sejatinya hanyalah anak-anak yang kebetulan menyalakan mobil sang ayah. Mobil yang kami maksud di sini adalah sebuah UFO yang bisa terbang ke Bumi dalam hitungan detik.

Lu-La pada awalnya ditemukan oleh Shaun yang mengikut jejak pizza yang ditinggalkan oleh Lu-La. Saat pertama kali bertemu, Lu-La ternyata merupakan alien bertangan empat yang tidak berbahaya dan menyukai pizza atau junk food.

Sebagai anak-anak, Lu-La hanya ingin pulang ke rumahnya menggunakan “Zum-Zum” atau pesawat sang ayah. Shaun yang mengetahui hal ini langsung memutuskan untuk pergi menemani Lu-La ke lokasi di mana pesawat dia mendarat. Pada sisi lainnya, Bitzer sang anjing sedang ditugasi untuk membuat wahana Farmageddon di Mossy Bottom. Wahana itu terinspirasi dari kemunculan pesawat Lu-La di kota terdekat.

Selain Lu-La dan Shaun, agen pemerintah yang dipimpin oleh Red (Kate Harbour) juga mengincar pesawat Lu-La. Kedatangan Lu-La ke Bumi menjadi bukti utama tentang keberadaan alien yang peran Red lihat waktu kecil. Karena kondisi ini, Red menjadi sangat terobsesi dengan alien.

Yang jadi pertanyaan di sini adalah, bisakah Lu-La pulang ke planet asalnya? Apakah Red berhasil mendapatkan pesawat Lu-La? Apakah Shaun dan Bitzer kembali mengacau? Kalau kamu penasaran dengan segala pertanyaan ini, kamu bisa menyaksikan filmnya di bioskop, sebab sekarang kita akan membicarakan komponen lain dari film A Shaun the Sheep Movie: Farmageddon.

Baca Juga: Review Rambo: Last Blood - Aksi John Rambo Tua

2. Penuh Dengan Referensi

Review A Shaun the Sheep Movie: Farmageddon - Saat Domba Bertemu Aliendok. Aardman Animations

Aardman Animations berhasil menjaga mata kami untuk tidak lepas sedikitpun dari layar. Salah satu cara yang mereka gunakan adalah, dengan menyelipkan berbagai referensi ke dalam film. Tercatat kami melihat adanya referensi “Chestbuster” dari seri Alien, “Across the Moon” dari E.T., dan “Dalek” dari Dr. Who. Sebenarnya masih banyak referensi lainnya yang belum kami ungkap di sini, jadi kamu bisa mencari sendiri sepanjang film.

Untuk urusan kualitas film, Aardman Animations kembali menunjukkan kemampuan mereka dalam membuat animasi stop motion. Walaupun beberapa elemen terlihat menggunakan teknologi CGI, tapi penggunaan clay juga masih sangat intensif. Hasilnya, kamu akan mendapatkan feeling yang sama dengan versi televisi Shaun the Sheep. Tidak ada efek yang terlalu halus, atau terlalu kasar.

A Shaun the Sheep Movie: Farmageddon masih menggunakan format dialog ala serial TV. Itu artinya kamu tidak akan menemukan dialog apapun, dan sebagai gantinya kamu akan menemukan gumanan atau erangan yang keluar dari mulut setiap karakter. Walaupun susah dinilai secara kualitas, tetapi sebagai gantinya film ini akan mudah dipahami oleh anak kecil.

3. Wajib Tonton?

Review A Shaun the Sheep Movie: Farmageddon - Saat Domba Bertemu Aliendok. Aardman Animations

Kalau menurut kami A Shaun the Sheep Movie: Farmageddon adalah sebuah film keluarga yang wajib tonton, terutama kalau kamu memiliki adik atau suka dengan serial televisi Shaun the Sheep. Walaupun kesanya film ini untuk anak-anak, tetapi sejatinya film ini bisa dinikmati oleh siapapun tanpa terkecuali.

Cerita yang menarik, banyaknya referensi, dan plot yang sederhana, menjadi daya tarik tersendiri bagi A Shaun the Sheep Movie: Farmageddon. Sejatinya kami masih menunggu film Wallace and Gromit yang katanya sedang dikembangkan juga oleh Aardman Animations. Tapi saat ini A Shaun the Sheep Movie: Farmageddon bisa memenuhi rasa dahaga kami akan animasi stop motion yang kocak dan berkualitas.

Dengan seluruh kualitas yang diberikan A Shaun the Sheep Movie: Farmageddon, kami bisa memberikan nilai 71 dari 100 poin review film. Film stop motion yang apik dan menjanjikan hiburan kecil nan menyenangkan di akhir minggu

Baca Juga: Manga Promised Neverland Dapat Film Live-Action! 

Artikel terkait

Latest