TUTUP

Bagaimana Sih Langkah-langkah Menerbitkan Game di Steam?

Dalam Campus Checkpoint di Universitas Paramadina, Hendrik dari Anoman Studio membagikan ilmu dan pengalamannya dalam menerbitkan game di Steam. Gimana ya ceritanya?

Bagaimana sih langkah-langkah dalam menerbitkan game di Steam? Hendrianto Kusuma dari Anoman Studio pun menceritakan pengalaman dan ilmunya dalam Campus Checkpoint dari Duniaku.net.

Hampir seluruh pengembang game ataupun yang sedang belajar mengembangkan game ingin game buatannya atau buatan timnya diterbitkan di salah satu portal game terbesar di dunia - Steam. Steam seakan menjadi jaminan "laku" atau "bagus" apabila ada game yang berhasil diterbitkan di portal tersebut - belum lagi karena game tersebut bisa disebarkan secara luas ke seluruh penjuru dunia! [duniaku_baca_juga] Tema "PC Game Publishing in Steam" pun menjadi topik yang dibawa Hendiranto Kusuma atau yang biasa dipanggil Hendrik ini dalam Campus Checkpoint di Universitas Paramadina, Jakarta pada tanggal 11 April 2017 kemarin. Hendrik membagikan ilmu dan pengalamannya bersama Anoman Studio di hadapan puluhan mahasiswa jurusan IT yang memiliki peminatan dalam pembuatan game. Hendrik bersama Anoman Studio sendiri memang sudah mengembangkan beberapa game hasil karya mereka sendiri - dengan salah satu game yang berhasil diterbitkan melalui Steam. Game tersebut bernama Orbiz, sebuah permainan untuk perangkat komputer yang mengambil tema penyelamatan diri dari serangan zombi-zombi di dunia. Sebagai salah satu pengembang game indie di Indonesia, Hendrik bersama Anoman Studio memang menginginkan produknya dapat dirilis melalui portal Steam - yang bisa memberikan jaminan mutu dari game tersebut ditambah dengan benefit lainnya. Berbagai macam tantangan dan rintangan pun dia ceritakan kepada para mahasiswa selama perjalanannya menerbitkan produk mereka ke Steam. [duniaku_adsense] Hendrik memulainya dengan berbagai macam portal game yang ada di dunia ditambah dengan deskripsi singkat dari para portal tersebut. Setelah membeberkan portal-portal tersebut, penjelasan pun berlanjut ke hanya Steam saja - mengapa dia begitu dikenal dan mengapa Steam sangat "seksi" untuk dijadikan sebagai portal utama dalam menerbitkan game. Steam sendiri tidak serta merta memasukkan game buatan orang untuk langsung diterbitkan - game tersebut harus lolos "uji tahan banting" melalui Steam Greenlight. Steam Greenlight adalah semacam kampanye di dalam Steam dimana para developer game melakukan kampanye mengenai game mereka (atau pengembangannya ke depan), dimana komunitas akan memberikan voting layak atau tidak game tersebut masuk Steam kedepannya. Anoman Studio sudah melalu tahapan tersebut ketika mengembangkan Orbiz. Setelah sebelumnya membayar registrasi untuk Steam Greenlight sebesar $99 atau Rp1,3 juta, mereka segera memulai kampanye mengenai Orbiz - tentunya melengkapkan judul game, gambar yang menjadi tampilan utama permainan, deskripsi game, kategori game tersebut, serta kepemeilikan hak cipta game tersebut. [read_more id="304591"] Selama melengkapkan data-data tersebut, Hendrik memberikan tips yang bisa membantu komunitas menilai baik game buatan kita. Yang pertama, dalam tampilan harus diberikan video trailer yang bagus dan memuat cara bermain dalam game. "Selain itu, tulis deskripsi game dengan bahasa Inggris yang baik dan bagus. Orbiz pernah dapat kampanye negatif hanya karena deskripsi dengan Bahasa Inggris yang dinilai buruk oleh beberapa pihak" Ujar Hendrik mengenang pengalamannya sambil terkekeh.

Mau tahu kelanjutan dari cerita Hendrik dan Anoman Studio? Yuk langsung lanjut ke halaman kedua!

Terkait review game ketika melakukan kampanye di Steam Greenlight, Hendrik mengingatkan agar game buatan kita tidak boleh ditampilkan dengan UI/UX yang menyerupai mobile game. Hal ini penting karena selain Steam merupakan portal untuk game komputer, pratinjau game yang ternyata memperlihatkan detil UI/UX seperti mobile game dapat membuat komunitas "marah" dan "galak". [duniaku_baca_juga] Hal penting lainnya yang terkesan sepele namun penting adalah ketika kampanye game kita baru dimulai di Steam Greenlight. "Kita harus aktif dalam memberikan respon kepada para pengunjung halaman kampanye kita. Entah itu membalas komentar, baik atau buruk. Kita juga harus aktif menyebarkannya melalui sosial media, setidaknya selama seminggu-dua minggu pertama kampanye." kata Hendrik. Ketika kampanye di Steam Greenlight sudah berjalan, Hendrik menjelaskan pentingnya menyebarkan informasi tersebut ke berbagai forum. Media sosial Facebook, Twitter, Instagram, dan Reddit dapat menjadi garda pertama untuk menyebarkan kampanye game - tentunya dengan penggunaan kata kunci dan hashtag yang benar. Selain itu, portal indie game seperti Gamejolt, Itch.io, dan Indiedb juga bisa menjadi media untuk menyebarkan kampanye game kita. Apabila kampanye game kita berhasil menjaring banyak sekali upvoting dalam beberapa waktu, maka bersiaplah untuk senang - karena game kita sudah lolos alias Greenlit! Namun buka berarti dengan status Greenlit, kita bisa langsung menerbitkan game kita di Steam. Ada langkah-langkah lanjutan yang juga penting untuk dijalankan sebelum menerbitkan game meskipun sudah mendapat status Greenlit. Setelah berhasil mendapat status Greenlit, maka saatnya untuk membangun dan mendekorasi tampilan "lapak" game kita di Steam Store. Hal-hal seperti deskripsi permainan, kategori permainan, foto dan video pratinjau, dan seperti apa game akan dirilis nantinya. [duniaku_adsense] Selain itu, jangan lupakan memilih platform mana saja yang mendukung game untuk bisa dimainkan - Windows, Mac, dan Linux. Salah satu faktor game menjadi unik di Steam juga adalah dengan Achievement dan Trading Cards - maka jangan lupa juga untuk mendesain dua hal tersebut ke dalam game kita. Selain menjadi lebih menarik, kedua hal tersebut sedikit banyak akan membuat game dilirik di Steam Store. Terkait perilisan game, ada dua jenis pilihan ketika kita akan merilis game di Steam - rilis penuh atau early access. Orbiz sendiri, ujar Hendrik, dirilis dengan early access. Pilihan ini bisa menjadi pertimbangan bagi para pengembang game yang masih merasa belum yakin dengan game mereka, sekaligus menjadi ajang mendapat masukan dari para pembeli mengenai sistem dan mekanik permainan. Hal-hal yang perlu dicatat ketika kita memilih untuk merilis game dengan early access, adalah tentang apa yang membuat kita merilis dalam bentuk early access. Kita harus bisa menjelaskan kenapa kita memilih early access release dan seberapa lama status early access tersebut. Selain itu, kita juga harus bisa memberikan kepastian tentang perbedaan yang terjadi ketika game berstatus early access dan ktika game sudah dirilis penuh. Perubahan tersebut juga terkait dengan pihak dari pengembang dari game tersebut - seberapa jauh pengembang game akan mendengarkan komunitas yang sudah membeli game tersebut untuk pengembangan lebih lanjut. Perencanaan pun juga harus dengan gamblang dijelaskan sehingga tidak membuat para pembeli kecewa dan bisa membantu memberikan masukan bagi pengembangan game selanjutnya. Campus Checkpoint adalah event sharing rutin yang digelar Duniaku.net di berbagai kampus Indonesia. Dengan menghadirkan pembicara dari pelaku industri kreatif di Indonesia, Campus Checkpoint diharapkan bisa memberikan insight kepada mahasiswa mengenai industri kreatif, serta memunculkan talenta-talenta baru yang nantinya siap berkontribusi untuk kemajuan industri ini. [read_more id="302252"] Oiya, bagi kamu yang ingin mulai berkarir di industri kreatif, Duniaku.net lagi membuka kesempatan untuk menjadi penulis lho! Langsung saja kirimkan dua contoh tulisan terbaikmu melalui email redaksi@duniaku.net ya! Tunggu kehadiran Campus Checkpoint di kampusmu ya! Diedit oleh Febrianto Nur Anwari