Dok. Duniaku (Ace Combat 8: Wings of Theve)
Berlatar sekitar sepuluh tahun setelah peristiwa Ace Combat 7, jalan cerita game ini berfokus pada invasi kilat yang dilancarkan oleh Republik Sotoa terhadap Federation of Central Usea (FCU). Mengandalkan kekuatan armada udara yang masif serta serangan rudal orbital mematikan bernama Tonitrus Spears, ibu kota FCU, Theve, jatuh dalam waktu singkat. Sisa-sisa pasukan FCU yang hancur terdesak dan terpaksa bertahan hidup di atas kapal induk tua bernama Endurance. Kapal yang seharusnya sudah pensiun dan menjadi museum itu kini menjadi satu-satunya benteng pertahanan terakhir. Kamu berpanutan pada karakter tanpa nama yang diselamatkan dari lautan oleh helikopter penyelamat, sebelum akhirnya ditugaskan menjadi wingman bagi Jan “Rex” Cope, pilot legendaris yang dijuluki Wings of Theve.
Konflik utama cerita ini menjadi sangat menarik ketika terungkap bahwa reputasi Cope sebagai pilot ace legendaris sebenarnya hanyalah rekayasa propaganda semata. Cope belum pernah menjatuhkan satu pun pesawat musuh, dan rekor tempurnya dibuat untuk memberikan secercah harapan bagi rakyat Usea. Namun, keberuntungan Cope berakhir saat berhadapan dengan ace Sotoa bernama Shadow 22. Karena sebuah legenda tidak boleh mati begitu saja di tengah krisis, kamu terpaksa mewarisi panggilan dan nama besar tersebut. Di sinilah garis batas antara mitos propaganda dan kenyataan di medan tempur mulai kabur. Kamu tidak hanya bertarung untuk bertahan hidup, tetapi juga harus membuktikan bahwa narasi yang dijual media sosial dan mesin propaganda FCU benar-benar berwujud nyata di atas udara.
Kekuatan cerita ini semakin solid berkat jajaran karakter pendukung di Skuadron Joker Flight yang terasa hidup dan sangat emosional. Ada Baxter dengan panggilan Professor, seorang mantan guru yang memandu taktik di udara. Kemudian ada Tasha, seorang pilot akrobatik berbakat yang terpaksa ikut berperang namun secara tegas menolak untuk membunuh. Tak ketinggalan Coster yang dijuluki Noise, sosok pendiam penggemar musik rock yang kerap menyiarkan lagu di saluran komunikasi radio saat dogfight berlangsung. Uniknya, interaksi tidak hanya terbatas di udara. Ace Combat 8 membawa kamu keluar dari kokpit menuju dek kapal Endurance, ruang briefing, hingga kantin tempat para pengungsi berkumpul. Momen-momen interaksi sederhana ini secara efektif menegaskan betapa mahalnya harga sebuah perang dan memperkuat dorongan agar kamu bisa membawa seluruh anggota skuadron pulang dengan selamat di setiap sortie.