Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Review Game Ace Combat 8, Wings of Theve, Duel Udara dengan Cerita Terbaik!
Dok. Duniaku (Ace Combat 8: Wings of Theve)
  • Ace Combat 8 berlatar invasi Sotoa ke FCU; pilot tanpa nama mewarisi identitas Wings of Theve setelah terungkapnya legenda Jan Cope sebagai propaganda.
  • Kontrol Expert menawarkan manuver responsif, sementara misi dinamis menuntut adaptasi taktis; pemain dapat membeli, memodifikasi jet, dan mengatur konfigurasi pesawat skuadron.
  • Interaksi di Endurance, visual cuaca realistis, radio chatter, dan musik dramatis memperkuat kampanye single-player bernuansa anti-perang serta hubungan emosional Joker Flight.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Project Aces akhirnya kembali lewat Ace Combat 8: Wings of Theve. Bandai Namco tidak sekadar menyajikan simulasi pertempuran udara yang makin responsif dan intens, tetapi juga berhasil membungkusnya dalam sebuah narasi anti-perang yang terasa begitu membekas.

Ada sebuah premis menarik yang diusung dalam game ini, yaitu bagaimana sebuah media propaganda dapat membentuk pahlawan palsu demi memberikan harapan di tengah keputusasaan. Pada akhirnya, game ini menggabungkan eksekusi pertempuran udara kelas atas dengan cerita melodrama yang menyentuh, diperkuat oleh jajaran musik latar luar biasa serta desain visual yang memanjakan mata sejak menit pertama kamu masuk ke dalam kokpit.

1. Legenda Palsu di Atas Langit Usea

Dok. Duniaku (Ace Combat 8: Wings of Theve)

Berlatar sekitar sepuluh tahun setelah peristiwa Ace Combat 7, jalan cerita game ini berfokus pada invasi kilat yang dilancarkan oleh Republik Sotoa terhadap Federation of Central Usea (FCU). Mengandalkan kekuatan armada udara yang masif serta serangan rudal orbital mematikan bernama Tonitrus Spears, ibu kota FCU, Theve, jatuh dalam waktu singkat. Sisa-sisa pasukan FCU yang hancur terdesak dan terpaksa bertahan hidup di atas kapal induk tua bernama Endurance. Kapal yang seharusnya sudah pensiun dan menjadi museum itu kini menjadi satu-satunya benteng pertahanan terakhir. Kamu berpanutan pada karakter tanpa nama yang diselamatkan dari lautan oleh helikopter penyelamat, sebelum akhirnya ditugaskan menjadi wingman bagi Jan “Rex” Cope, pilot legendaris yang dijuluki Wings of Theve.

Konflik utama cerita ini menjadi sangat menarik ketika terungkap bahwa reputasi Cope sebagai pilot ace legendaris sebenarnya hanyalah rekayasa propaganda semata. Cope belum pernah menjatuhkan satu pun pesawat musuh, dan rekor tempurnya dibuat untuk memberikan secercah harapan bagi rakyat Usea. Namun, keberuntungan Cope berakhir saat berhadapan dengan ace Sotoa bernama Shadow 22. Karena sebuah legenda tidak boleh mati begitu saja di tengah krisis, kamu terpaksa mewarisi panggilan dan nama besar tersebut. Di sinilah garis batas antara mitos propaganda dan kenyataan di medan tempur mulai kabur. Kamu tidak hanya bertarung untuk bertahan hidup, tetapi juga harus membuktikan bahwa narasi yang dijual media sosial dan mesin propaganda FCU benar-benar berwujud nyata di atas udara.

Kekuatan cerita ini semakin solid berkat jajaran karakter pendukung di Skuadron Joker Flight yang terasa hidup dan sangat emosional. Ada Baxter dengan panggilan Professor, seorang mantan guru yang memandu taktik di udara. Kemudian ada Tasha, seorang pilot akrobatik berbakat yang terpaksa ikut berperang namun secara tegas menolak untuk membunuh. Tak ketinggalan Coster yang dijuluki Noise, sosok pendiam penggemar musik rock yang kerap menyiarkan lagu di saluran komunikasi radio saat dogfight berlangsung. Uniknya, interaksi tidak hanya terbatas di udara. Ace Combat 8 membawa kamu keluar dari kokpit menuju dek kapal Endurance, ruang briefing, hingga kantin tempat para pengungsi berkumpul. Momen-momen interaksi sederhana ini secara efektif menegaskan betapa mahalnya harga sebuah perang dan memperkuat dorongan agar kamu bisa membawa seluruh anggota skuadron pulang dengan selamat di setiap sortie.

2. Mekanik Terbang dan Desain Misi yang Dinamis

Dok. Duniaku (Ace Combat 8: Wings of Theve)

Dari sisi gameplay, Wings of Theve berada di puncak performa untuk urusan kontrol dan simulasi penerbangan. Bagi pemain yang menginginkan kendali penuh, sangat disarankan untuk langsung menggunakan opsi kendali Expert. Kebebasan mengatur pitch, roll, dan yaw memberikan pengalaman manuver yang luar biasa terikat dengan responsivitas pesawat. Perasaan saat berhasil mengeksekusi manuver high-G turns untuk menghindari kejaran rudal musuh, atau meliuk-liuk di antara gedung pencakar langit, menyajikan kepuasan tiada tanding. Momen ketika target terkunci dan kamu meluncurkan rudal yang meluncur mulus menghantam badan pesawat musuh terasa sangat exhilarating sekaligus elegan.

Hebatnya lagi, kebebasan mekanik terbang ini dipadukan dengan desain misi yang dinamis dan penuh kejutan. Kamu tidak cuma sekadar terbang menuju titik merah di radar dan menembak rudal sampai habis. Sering kali objektif misi berubah mendadak sesuai dengan situasi di medan tempur. Dalam satu misi, kamu mungkin harus melacak jejak kondensasi pesawat musuh di antara awan tebal karena sistem radar sedang dilumpuhkan. Di misi lain, kamu harus menghadapi kapal tempur darat raksasa beroda rantai sambil menghindari gempuran tembakan railgun dan membantu pasukan darat. Ada pula situasi di mana kamu harus memburu airship pengarah rudal orbital yang bersembunyi di balik badai sebelum armada kapal indukmu luluh lantak.

Fleksibilitas taktis juga diuji lewat sistem kustomisasi yang terbilang dalam. Poin yang kamu dapatkan dari penyelesaian misi bisa digunakan untuk membeli berbagai jet tempur baru serta beragam komponen modifikasi. Kamu bisa memilih untuk tetap bertahan dengan F/A-18C standar atau beralih ke pesawat tempur generasi kelima seperti F-22A Raptor. Pilihan senjata khusus, kapasitas muatan rudal, hingga kelincahan pesawat sangat memengaruhi pendekatanmu dalam menghadapi setiap jenis pertempuran. Bahkan, kamu juga bisa mengatur konfigurasi pesawat yang akan digunakan oleh rekan satu timmu agar sesuai dengan kebutuhan taktis di lapangan.

3. Presentasi Visual dan Desain Suara yang Hidup

Dok. Duniaku (Ace Combat 8: Wings of Theve)

Sektor visual dan tata suara Ace Combat 8 patut mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya. Project Aces berhasil memanfaatkan teknologi grafis terbaru untuk menyajikan pemandangan awan yang sangat realistis, efek titik-titik air hujan yang membasahi kanopi kokpit saat menembus badai, hingga detail pencahayaan di dalam hangar kapal induk yang memukau. Visualisasinya tidak hanya berfungsi sebagai pemanis mata, tetapi juga memengaruhi navigasi dan sudut pandang saat kamu berada di tengah pertempuran udara yang sangat kacau.

Namun, pencapaian paling luar biasa justru terletak pada desain suaranya. Komunikasi radio atau radio chatter di dalam game ini terasa sangat dinamis dan menjadi media utama dalam menyampaikan emosi peperangan. Kamu bisa mendengar teriakan panik pasukan darat yang meminta bantuan, provokasi dari skuadron musuh, banter santai antaranggota Joker Flight, hingga siulan misterius dari para pilot skuadron Shadow yang memberi pertanda bahwa kamu akan masuk ke dalam dogfight paling mematikan. Percakapan ini bercampur dengan suara raungan mesin, alunan musik latar dramatis, dan sirine pengunci rudal tanpa pernah terasa saling tumpang tindih. Semua elemen suara ini secara konsisten mengingatkan pemain bahwa di balik kerennya aksi saling tembak antar-jet tempur, ada tragedi kemanusiaan yang sedang berlangsung di bawah sana.

4. Pengalaman Campaign yang Tak Terlupakan

Dok. Duniaku (Ace Combat 8: Wings of Theve)

Secara keseluruhan, Ace Combat 8: Wings of Theve adalah sebuah pencapaian luar biasa bagi Bandai Namco dan Project Aces. Game ini berhasil mengeksekusi kombat udara paling memuaskan sepanjang sejarah waralaba Ace Combat, sembari tetap mempertahankan identitas melodramanya yang kuat, emosional, dan relevan dengan isu-isu politik modern. Sensasi terbang yang ditawarkan tidak sekadar tentang menghancurkan target, melainkan tentang bagaimana menjadi sebuah simbol harapan bagi orang-orang yang kehilangan tempat tinggal. Game ini akan terus membekas di ingatan bahkan setelah kamu menurunkan roda pendaratan untuk terakhir kalinya di atas kap kapal Endurance.

Perlu dicatat bahwa penekanan dalam ulasan ini berfokus penuh pada mode kampanye single-player yang luar biasa padat. Untuk mode multiplayer, baik PvP maupun mode kooperatif bertema Co-op Warfare, masih membutuhkan pengujian lebih lanjut di server publik yang stabil guna melihat skala penyesuaian progression system serta kestabilan lobby dalam jangka panjang. Namun, bahkan tanpa menyentuh mode multiplayer sekalipun, konten single-player yang dihadirkan oleh Ace Combat 8 sudah sangat solid dan sangat layak untuk dinikmati oleh para penggemar game flight-action maupun pemain baru yang mencari kisah perang berbobot.

Ace Combat 8: Wings of Theve
4/5★
Sepuluh tahun setelah peristiwa Ace Combat 7 , Republik Sotoa melancarkan invasi kilat ke Federation of Central Usea (FCU) menggunakan armada udara masif dan serangan rudal orbital mematikan, Tonitrus Spears . Saat ibu kota Theve jatuh, sisa-sisa pasukan FCU yang tersudut terpaksa melancarkan aksi bertahan hidup dari atas kapal induk tua bernama Endurance . Kamu berperan sebagai pilot tanpa nama yang diselamatkan dari lautan dan ditugaskan mendampingi Jan “Rex” Cope, sang Wings of Theve . Namun, ketika rahasia propaganda terungkap dan sang ace legendaris gugur, kamu terpaksa mewarisi panggilannya untuk menjadi simbol harapan baru di tengah gempuran musuh. Game ini menghadirkan simulasi dogfight paling presisi dan intuitif dalam sejarah waralaba Ace Combat , terutama lewat opsi kendali Expert yang memberi kebebasan penuh atas pitch , roll , dan yaw . Setiap sortie menuntut adaptasi taktis secara real-time lewat desain misi yang dinamis, mulai dari melacak jejak contrails musuh saat radar dilumpuhkan, menembus pertahanan kapal tempur darat raksasa, hingga melumpuhkan airship pengarah serangan orbital. Kamu juga dapat membuka serta memodifikasi berbagai jet tempur ikonik, dari F/A-18C hingga F-22A Raptor, lengkap dengan pengaturan armada untuk rekan skuadronmu di Joker Flight . Naratif dalam Wings of Theve diperkuat oleh interaksi di luar kokpit, di mana kamu bisa mengeksplorasi dek kapal Endurance , ruang briefing, hingga kantin tempat para pengungsi berkumpul. Elemen ini memberi bobot emosional yang nyata pada hubunganmu dengan anggota skuadron seperti Baxter, Tasha, dan Coster. Dipadukan dengan visual spektakuler, seperti efek titik air hujan di kanopi kokpit, serta sistem radio chatter yang hidup dan soundtrack orkestra yang memukau, game ini menyajikan atmosfer pertempuran udara yang tak terlupakan.
GenreFlight
DevelopersBandai Namco Aces Inc.
PublisherBandai Namco Entertainment Inc.
PlatformPlayStation 5, Windows, Xbox Series S
PriceRp. 899.000

Ace Combat 8: Wings of Theve

Operating System

Windows 11

Processor

Intel Core i7-10700K / AMD Ryzen 5 3600X

Memory

16 GB RAM

GPU

NVIDIA GeForce RTX 2060[6 GB] / AMD Radeon RX 6600 XT[8 GB]

DirectX

Version 12

Storage

150 GB available space

Curated For You

Editorial Team

Related Article