Menonton Cyberpunk: Edgerunners lalu langsung kembali bermain Cyberpunk 2077 sering memunculkan satu pertanyaan menarik.
Di episode terakhir Edgerunners, kita melihat David Martinez bertarung dengan implan yang, secara visual dan konsep, jauh lebih ekstrem dibanding apa pun yang dipasang di tubuh V. Tubuhnya hampir sepenuhnya dipaksa melampaui batas manusia, namun ujung ceritanya tetap tragis: David tewas di tangan Adam Smasher, meski berhasil memberi Lucy kesempatan untuk kabur.
Bandingkan dengan V.
Dalam Cyberpunk 2077, V justru berada dalam kondisi yang secara teori lebih buruk. Tubuhnya perlahan hancur akibat Relic, batuk darah, kejang, dan hidupnya tinggal hitungan waktu. Namun di titik klimaks cerita, V mampu mengalahkan, bahkan membunuhm Adam Smasher. Dan itu bisa dilakukan dengan berbagai build: senjata berat, quickhack, senjata tajam, hingga build tangan kosong jika dimainkan dengan tepat.
Kontras ini memunculkan pertanyaan wajar: "Kenapa V terasa jauh lebih kuat dari David Martinez, padahal David terlihat “lebih ekstrem” secara implan?"
Apakah ini sekadar perbedaan medium antara anime dan game? Atau justru ada penjelasan naratif dan tematik yang lebih dalam di baliknya?
Mari kita bedah.
