Interview Total War: Warhammer 40k. Foto: Dimas Ramadhan/Duniaku.com
Salah satu tantangan terbesar Warhammer 40,000 adalah bagaimana membuat setiap faction terasa benar-benar berbeda.
Attila menyebut konsep tersebut sebagai asymmetry. Space Marines dapat memiliki pasukan yang lebih sedikit tetapi sangat kuat, sementara Orks mengandalkan jumlah besar dan terus menyerbu musuh.
“Asymmetry itu ada di antara faction. Kamu memilih pengalaman seperti apa yang ingin dimainkan. Kalau ingin sesuatu yang lebih fokus pada ranged combat, ada pilihan untuk itu. Kalau ingin langsung maju dan menghancurkan musuh dalam melee, ada juga.”
Pendekatan tersebut juga menjadi cara Creative Assembly menerjemahkan skala dan keragaman Warhammer 40,000 ke dalam formula Total War.
Pemain tabletop juga akan menemukan elemen yang familiar, tetapi video game memberikan kebebasan untuk menghadirkan peperangan dalam skala yang jauh lebih besar.
Gareth menjelaskan bahwa battlefield dapat menghadirkan ribuan unit, sesuatu yang tentu sulit diwujudkan dalam tabletop.
“Kami bisa membawa IP ini ke skala yang belum pernah dilihat sebelumnya. Kamu bisa memiliki ribuan unit di battlefield.”
Skala tersebut kemudian dipadukan dengan authenticity terhadap lore. Creative Assembly ingin pemain tetap merasa bahwa mereka sedang memainkan Warhammer 40,000, bukan sekadar game strategi yang kebetulan menggunakan nama dan karakter dari IP tersebut.
Hal itu juga menjadi alasan mengapa gore, destruction, customization, dan perbedaan faction menjadi bagian penting dari desain game.
Creative Assembly sendiri melihat Total War: Warhammer 40,000 sebagai proyek jangka panjang. Tidak semua faction dan ide yang mereka inginkan akan langsung hadir sejak awal, tetapi tim sudah memikirkan bagaimana game ini dapat berkembang setelah dirilis.
“Kami berada di sini untuk jangka panjang. Hampir semua hal yang ingin dilakukan tim ada di roadmap di suatu tempat. Kami harus mulai dari sesuatu, tetapi setelah itu kami bisa terus berkembang.”
Dengan Total War: Warhammer 40,000, Creative Assembly bukan sekadar memindahkan formula Total War ke setting baru. Mereka mencoba membangun fondasi baru yang mampu menangani skala galaksi, battlefield yang dapat dihancurkan, customization yang lebih dalam, serta faction dengan gaya bermain yang sangat berbeda.
Bagi pemain baru, tantangannya adalah membuat semua itu terasa mudah dipahami. Bagi penggemar lama, tantangannya adalah memastikan kedalaman dan identitas Total War tetap terasa.
Dan dari penjelasan Attila Mohacsi serta Gareth Edmonson, dua hal tersebut memang menjadi fokus utama mereka dalam membawa Total War menuju abad ke-41