TUTUP

#TGS2014 Booth Tour, Yang Unik dan Mengesankan Dari Dunia Game Jepang

Jadi pingin kembali ke Jepang nih... tunggu kami tahun depan ya!

Seperti yang kami tuliskan sebelumnya (baca: Transformation of Fun Apa yang Bertransformasi di #TGS2014 Ini) Tokyo Game Show 2014 ini memang berubah dari tahun sebelumnya. Perubahan paling kentara adalah… TGS menyusut! Padahal dalam press release mereka, pihak penyelenggara mengharapkan bisa mengundang lebih dari 220 ribu pengunjung selama event yang dibuka empat hari, mulai 18 hingga 21 September 2014 lalu. Transformasi lainnya, game yang dihadirkan lebih banyak,  dengan total 1,363 judul, meningkat drastis dibandingkan 962 game pada tahun lalu. Akan tetapi alasan utama dari peningkatan tersebut tidak lain adalah karena game smartphone yang didemokan juga meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Game dari platform Apple iOS mendominasi keseluruhan booth, dengan 259 judul yang dipamerkan, dibandingkan 114 saja pada tahun lalu. Sedangkan game untuk platform Google Android juga meningkat menjadi 246 judul, dibandingkan hanya 112 saja tahun lalu. Selama business day memang lengang... saat inilah para awak media bisa leluasa mencobai semua demo game yang disediakan, dan juga tidak ada gangguan kegaduhan pengunjung ketika ngobrol santai dengan para booth babes atau cosplayer yang menjaga booth...[/caption] Sekarang coba bandingkan dengan 41 game di Nintendo 3DS, 3 game di Nintendo Wii, 13 game Wii U, 15 game Xbox 360, 24 game Xbox One, 43 game PlayStation 3, 42 game PlayStation 4, 5 game PSP, 34 game PS Vita, dan 93 game PC (browser dan Steam). Totalnya ‘hanya’ 310. Memang menyedihkan, karena game konsol makin lama makin turun.  Dan seperti yang kami laporkan tahun lalu (baca: Tokyo Game Show 2013 Coverage Hub), dimana booth terbesar yang menguasai pameran bukan lagi dari nama semacam Sony atau Microsoft, melainkan publisher yang banyak bergelut di bisnis mobile. Demikian juga dalam TGS  2014 ini, GREE dan DeNA, yang memang fokus ke game smartphone, memiliki booth terbesar. Dan layaknya pamera gadget saja, bahkan kalian dengan mudah bisa menemukan bagian khusus yang menyediakan aksesoris smartphone di area merchandise (tentu saja, mayoritas berhiaskan game), dan juga area khusus game smartphone/sosial yang dikhususkan untuk pengembang game smartphone, yang luasnya saja setara dengan keseluruhan booth-nya Sony Computer Entertainment. ... keadaan menjadi chaos selama public day.[/caption] Status tersebut cukup jelas menunjukkan keadaan industri game di Jepang saat ini. Pasar Jepang memang sudah mengalami pergeseran ke arah handheld atau smartphone, karena kini mayoritas gamer juga lebih banyak menjalani rutinitas di luar ruangan, seperti berada di dalam kereta atau bus untuk menuju ke tempat kerja. Selain itu, juga lebih banyak gamer menghabiskan waktu di dalam ruangan pribadinya, daripada di ruang keluarga (di Jepang dan negara Barat, selama ini konsol game lebih diidentikkan sebagai hiburan keluarga, dan banyak ditempatkan di ruang keluarga). Dan meskipun berskala internasional, TGS kali ini lebih terfokus juga pada game Jepang. Dari pantauan kami, peserta dari Barat yang menggelar booth cukup besar hanya Electronic Arts dan Microsoft saja, serta game yang mereka demokan juga sebagian besar game-game Barat. Tentu saja ada faktor perubahan-perubahan lain. Semisal Indie Game Area yang semakin ditonjolkan. Kali ini menghadirkan lebih dari 60 game, termasuk DreadOut dari Digital Happiness (mereka rupanya punya agenda tersendiri, yang bisa dibaca di sini: Misi Digital Happiness di #TGS2014, Persiapan DreadOut Menuju Konsol). Sebaliknya, Asia New Stars yang dimulai dari tahun 2012, makin kecil perannya. Meski demikian, kami bangga karena Indonesia tetap tampil. Apalagi tahun ini dengan booth yang lebih besar. Keseluruhan meskipun jumlah gamenya bertambah, TGS 2014 ini mengalami penurunan jumlah pengunjung dibandingkan tahun lalu. Setidaknya 251,832 pengunjung memadati Makuhari Messe selama 4 hari, atau menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 270,197. Sepertinya peluncuran Xbox One belum lama sebelum event ini berlangsung, tidak membantu menarik lebih banyak pengunjung, bahkan menurut pantauan terakhir kami, Xbox One hanya terjual sekitar 30 ribu unit saja di Jepang sejak pertama kali dirilis awal September 2014 lalu. Nasib tragis memang masih membayangi konsol Microsoft tersebut di Jepang (baca juga: Nasib Tragis Xbox One di Negeri Matahari Terbit dan Microsoft Harus Kirim Gugatan ke MK, Penjualan Xbox One di Jepang Harus Diulang!). Sedangkan untuk sedikit impresi tiap booth publisher yang eksis selama TGS 2014 ini, bisa kalian nikmati mulai halaman berikutnya, dimulai dengan nama yang menurut kami berhasil menciptakan kehebohan tersendiri selama TGS 2014 melalui Final Fantasy XV. Square Enix Square Enix sepertinya berhasil meramaikan TGS tahun ini dengan beberapa game mereka yang menghebohkan. Trailer yang mereka tampilkan memang mengajukan banyak game smartphone, terutama 3594E, Final Fantasy World Wide Words, dan Final Fantasy VII G-Bike. Sedangkan game yang playable antara lain Final Fantasy Type 0 HD, Kingdom Hearts HD 2.5 Remix, Chaos Rings III, Final Fantasy Explorers, Bravely Second, Final Fantasy XV, Final Fantasy XIV: A Realm Reborn, serta layanan streaming baru mereka. Yang paling ramai tentu saja, Final Fantasy XV dan A Realm Reborn. Bahkan A Realm Reborn saja membutuhkan waktu 2 jam hanya untuk antri mencobanya. PS4 edisi khusus Dragon Quest Heroes[/caption] Dragon Quest IV untuk iOS dan Android yang baru dirilis bulan lalu...[/caption] Bravely Second juga sangat menggoda...[/caption] Final Fantasy Type-0 HD akan diburu karena demo FFXV[/caption] Tiap tahun booth Square Enix tidak pernah sepi...[/caption] Sepertinya Slime-nya Dragon Quest lebih sering muncul sebagai maskot...[/caption] Final Fantasy Explorers adalah jawaban atas permintaan fans untuk FF dengan nuansa Monster Hunter[/caption]   Konami Booth Konami menjadi salah satu yang paling ramai, apalagi juga bukan karena Hideo Kojima dan Metal Gear Solid V: The Phantom Pain. Beberapa kali stage event diadakan di sini, entah itu untuk demo game dan fashion show kostum dari serial MGS, termasuk juga kehadiran Kojima itu sendiri menjadi magnet tersendiri. Konami juga menyediakan merchandise dan perlengkapan bernuansa MGS. Game lainnya yang dipamerkan seperti The Legend of Heroes Sen no Kiseki II, Osawari Tantei Ozawa Rina: Nameko Rhythm, Dragon Dice, dan Winning Eleven. tapi harganya itu lho, sepertinya lebih cocok untuk para kolektor[/caption] Kalian juga temukan balon Fulton surface-to-air recovery menerbangkan seekor kambing...[/caption] Dan booth ini seakan menjadi milik Kojima Productions saj,[/caption] Kehadiran Kojima membuat booth Konami makin hidup.[/caption]   Arc System Works Arc System Works sekadar menunjukkan trailer dan demo playable gameplay untuk Guilty Gear Xrd -SIGN-. Namun cukup satu itu saja sudah cukup membuat kami bertahan memainkannya berjam-jam, dan merasakan langsung bagaimana engine Unreal 4 merubah keseluruhan visualnya. Dan ya, kami berhasil "membantai" banyak awak media lain dalam turnamen kecil-kecilan Guilty Gear Xrd -SIGN-... tidak sabar menunggu game ini dirilis![/caption] Ternyata mereka ini bukan sembarang model lho... pantas saja sofa itu diposisikan begitu jauh dari tempat pengunjung bisa memotretnya. Dan tidak terlihat di sini, bodyguard Sega selalu siaga di sekeliling mereka... Cukup menjelaskan, mereka bukan "wanita biasa"...[/caption] Sega Yang paling populer ditampilkan di sini adalah Yakuza 0, dengan stage event yang menggoda banyak pengunjung untuk sekadar melihatnya, yaitu pertunjukan hostess club, dimana para cewek (yang belakangan diketahui ternyata bintang film dewasa di Jepang) berdandan ala hostess muncul keluar dan berpose dengan duduk pada sofa. Selain itu, Sega juga menampilkan trailer dan demo untuk game seperti Chaos;child, Le Eden de la Grisaia, The World End Eclipse, Shining Resonance, Phantasy Star Online 2, Phantasy Star Nova, Dengeki Bunko Fighting Climax, dan Hatsune Miku Project Mirai Deluxe. [gallery link="file" ids="164622,164620,164619,164618,164617,164616"] Booth Sony yang terbesar, dan juga paling ramai...[/caption] Sony Computer Entertainment Untuk booth-nya, Sony mengajukan beberapa game hardcore seperti Bloodborne, 1886: The Order, dan Destiny melalui booth mereka yang cukup luas. Ketiga game tersebut menyita cukup menarik antrian banyak pengunjung untuk mencoba demonya. Yang paling menarik Bloodborne, karena menurut developernya, dari ribuan yang mencoba demo game tersebut, hanya sekitar 40 orang saja yang berhasil selamat, karena memang tingkat kesulitannya dibuat dengan nafas Dark Souls. Selain itu, Sony juga menunjukkan FIFA 15, Compile Heart's Omega Quintet serta Project Morpheus melalui booth mereka. Headset virtual reality Morpheus juga sangat ramai didatangi pengunjung, dan kami mencoba The Deep, sebuah simulasi kandang hiu yang dikonfirmasikan pertama kali Maret 2014 lalu. Di booth Sony ini kalian juga bisa menemukan beberapa edisi spesial PS4 serta PS Vita dipamerkan.   Sony Xperia Ternyata sekadar cross promotion saja. Padahal kami berharap bisa menemukan sebuah smartphone Xperia dengan tema Final Fantasy yang ditawarkan terbatas. Dalam booth khusus Sony Xperia, kami menemukan sesi berfoto bersama cosplayer yang menggenggam smartphone Sony. Jadi sebenarnya yang dijual para cewek cosplayer-nya atau smartphone-nya nih? Dan kami masih berharap ada Xperia bertemakan ketiga jagoan Final Fantasy ini...[/caption] Sebenarnya yang dijual itu modelnya kok, bukan smartphone Xperia...[/caption] Kami masih heran, untuk apa ada tempat sampah di tengah-tengah kedua pengunjung yang mencoba game terbaru Onechanbara ini.[/caption] D3 Publisher D3 Publisher terfokus pada dua serial simplenya selama TGS 2014 ini. Seperti stage event untuk Earth Defense Force 4.1: The Shadow of New Despair dan Earth Defense Force 2: Portable V2. Namun yang paling ramai dan juga menurut kami kreatif adalah desain booth untuk Onechanbara Z2: Chaos. Untuk mencoba game tersebut, kami dipaksa memasukkan kepala dan tangan ke dalam lubang yang posisinya tentu mengundang senyum, dimana kontroler dan layarnya berada. Kalian bisa buka halaman Check Point untuk melihat seperti apa desain booth-nya.   CAPCOM Seperti tahun lalu, booth Capcom terfokus pada Monster Hunter, dengan versi Ultimate-nya juga bakal segera dirilis untuk 3DS yang akan segera dirilis 11 Oktober 2014 mendatang di Jepang. Resident Evil Revelations 2 dan The Great Ace Attorney juga mendapatkan space yang cukup besar menunjukkan trailer barunya, sedangkan untuk Revelations 2 pengunjung bisa mencoba demonya, yang cukup panjang antriannya. Oh ya, kami memang mencari New Nintendo 3DS selama TGS ini, dan justru mendapatkannya di booth Capcom, melalui demo playable Monster Hunter 4G, seri baru dari serial game yang sangat populer di Jepang.   Ada Shen Long di booth Bandai Namco, dan permintaan kami adalah..... semua tim redaksi Duniaku bisa berangkat bareng untuk TGS tahun depan... :)[/caption] Bandai Namco Games Bandai Namco Games menggelar stage event besar sekaligus juga ada beberapa area demo untuk game konsol dan smartphone, seperti Gundam Breaker 2, Dragon Ball Xenoverse, God Eater Rage Burst, Godzilla, hingga Tales of Zestiria. Di negara asalnya, Gundam Breaker 2 termasuk yang paling ramai. Dan memajang Gundam berukuran besar di booth mereka adalah salah satu cara terbaik menarik perhatian pengunjung. Oh ya, selain Gundam, obyek berukuran besar lain di booth ini adalah monster Godzilla, naga dalam Dragon Ball Xenoverse dan juga Aragami dalam God Eater.   Microsoft Japan Bisnis Microsoft di Jepang memang tidak pernah sukses. Namun sepertinya ego mereka juga tidak akan surut, dan seperti tahun lalu, Microsoft menyewa booth yang sangat luas, setidaknya sama seperti luas booth-nya Sony, seakan tidak mau kalah dengan banyaknya developer Jepang lainnya. Yang mereka demokan di sini seperti Call of Duty Advanced Warfare, SunsetOverdrive dan Evolve. Dengan Xbox One yang baru saja mulai dijual di Jepang, memang memang membantu membuat booth ini ramai. Namun yang kami sesalkan, meskipun luasnya hampir sama dengan Sony, kenapa game yang didemokan untuk Xbox One hanya 24 judul saja, dibandingkan 42 gamenya PlayStation 4, jelas kalah jauh!   Hyrule Warriors sudah dirilis, namun tetap menjadi atraksi utama di booth Koei Tecmo...[/caption] KOEI Tecmo Games Meskipun sudah diriis di Jepang, namun KOEI Tecmo tetap mengunggulkan Hyrule Warriors (Zelda ​Musō di Jepang) dalam booth mereka. Wajar saja, karena Nintendo yang memang selalu abses selama TGS, menjadikan Koei Tecmo yang mengembangkan game tersebut wajib mewakilinya. Ramainya Hyrule Warriors membuktikan masih banyak yang menyukai konsep monoton game hack-and-slash tersebut di Jepag. Game lainnya yang kami termui seperti Dead or Alive 5: Last Round, Toukiden Kiwami, hingga Dynasty Warriors 8: Empires.   GREE Booth GREE memajang banyak demo station untuk game smartphone mereka yang mayoritas bernuansa anime. Kami sendiri lebih tertarik mengumpulkan merchandise yang mereka bagikan. Romance Simulation Game Area Menjadi area untuk para developer game love simulation. Pihak penyelenggara sendiri menjadikan area ini khusus untuk gamer cewek. Booth terbesarnya adalah Voltage, yang game smartphone-nya sukses bahkan sampai ke luar Jepang. Di booth Voltagea disediakan semacam sangkar seukuran manusia, dimana pengunjung, cewek khususnya bisa masuk dan difoto di dalamnya. Sangkar tersebut mengacu pada game simulasi Kissed by the Baddest Bidder, diman karakter cewek dalam gamenya dijual dalam sebuah lelang di black market kepada sekelompok pria. Tak kurang ide, Voltagea juga menyewa para model cowok, dan para pengunjung bisa mengambil foto mereka ketika tidur di atas tempat tidur, atau bahkan juga ikut tidur dan berfoto bersama mereka. Selain itu, Voltage juga menyediakan banyak obyek lain untuk mensimulasikan kejadian dalam game romance somulation produksinya ke dunia nyata. Sayang ya, hanya untuk cewek Ini yang sampai sekarang membuat kami bingung ... booth Voltage ini memberi kesempatan pengunjung cewek untuk tidur berpose bersama model cowok, dan difoto... dan itu tidak gratis.[/caption]