TUTUP

Pasca Kebangkrutan THQ, Franchise WWE Kini Jatuh ke Tangan Take Two

Kebangkrutan memaksa THQ untuk menjual aset-aset berharganya, tak terkecuali dengan WWE. Tidak perlu waktu lama, akhirnya Take Two Interactive yang akan mengambil alih franchise game gulat ini dari tangan mereka.

Kebangkrutan memaksa THQ untuk melepas aset-aset berharganya, tak terkecuali dengan franchise WWE yang dikembangkan oleh Yuke's. Namun, WWE tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan publisher baru, karena awal minggu ini, Take Two Interactive mengkonfirmasikan bahwa mereka membeli kepemilikan atas franchise game gulat laris ini. Rumor ini sebenarnya sudah berhembus beberapa hari setelah THQ mengumumkan kebangkrutannya, dimana Take Two dikabarkan akan mengambil alih WWE, termasuk juga untuk pengembangannya. Namun akhirnya, Take Two Interactive hanya mengambil alih hak publishing-nya, sedangkan untuk pengembangannya tetap mereka serahkan kepada Yuke's. "Kami dapat mengkonfirmasikan, bahwa kami sudah membuat perjanjian untuk mempublikasikan serial game WWE yang dikembangkan oleh Yuke's. Untuk saat ini, persetujuan ini tinggal menunggu persetujuan secara hukum saja yang sepertinya akan mencapai finalnya dalam waktu dekat. Kami sangat antusias dengan potensi dari perjanjian ini," tulis Take Two dalam pernyataan resminya kepada Polygon. Perjanjian ini sekaligus memutus perjanjian antara THQ dengan WWE dan Yuke's. Masih menurut Polygon, kabarnya Take Two membayar sekitar US $45 Juta untuk membeli sisa perjanjian antara THQ dengan WWE yang sejatinya akan berakhir pada tahun 2017 yang akan datang. Yuke's juga akhirnya bersedia menghapus tagihan mereka kepada THQ yang nilainya berkisar antara US $15 Juta hingga US $20 Juta. Tagihan ini adalah biaya yang sejatinya harus dibayarkan THQ kepada Yuke's untuk biaya pengembangan WWE'13 tahun lalu dan juga game WWE yang tengah dikembangkan saat ini. Sebagai kompensasinya, Yuke's bakal menerima 14 persen dari hasil penjualan THQ, yang bernilai sekitar US $4.5 Juta plus US $250.000 dari royalti. Dari THQ sendiri, perjanjian baru ini mengharuskan mereka untuk menghentikan penjualan game-game WWE lama, dan harus membayar sekitar US $650.000 sebagai royalti penjualan game-game WWE selama dalam pemrosesan status bangkrut ini. THQ juga akan memberikan beberapa aset mereka untuk mengembangkan WWE kepada Take Two, yang ditaksir bernilai lebih dari US $75.000. Lebih lanjut, Take Two akan merekrut sekitar 20 mantan staff THQ yang sebelumnya mengerjakan WWE, dan mulai membuat perjanjian baru untuk WWE dan Yuke's sebelum mereka bekerja sama untuk mengembangkan game baru lagi. Namun sayang, karena perjanjian antara Take Two dengan WWE dan Yuke's masih belum diresmikan, sehingga masih belum jelas juga apa rencana Take Two untuk franchise WWE ini, apakah akan kembali merilis sekuel tahun ini seperti kebiasaan THQ, ataukah justru mengembangkan satu judul baru yang fresh mengingat mereka kini memiliki hak eksklusif terhadap WWE. [Sumber: Polygon ]