TUTUP

Pindah Haluan! 5 Pemain Pro Esport yang Kini Berganti Game!

Menurut kalian, pindah game itu dosa gak sih?

Industri game dan esport saat ini tengah tumbuh dengan cepat. Banyak developer game yang berlomba-lomba untuk mengembangkan sebuah game kompetitif dengan harapan bisa menjadi salah satu judul esport yang menjanjikan. Namun, seiring dengan banyaknya game kompetitif, salah satu masalah yang timbul adalah tidak sedikit pemain pro esport yang akhirnya tidak fokus untuk memainkan satu game saja. Nah, berikut ini adalah 5 pemain pro esport yang kini telah pindah haluan game! Ada pemain favorit kamu ga? Sumber: revivaltv[/caption] Ryan "SuperNayr" Prakasha adalah pemain asal Indonesia yang bisa dikatakan serba bisa. Bagaimana tidak? Ia mengawali karir esport sebagai pemain Cross Fire di tahun 2009 dan sempat mengikuti turnamen internasional WCG di Korea dan CFS di Cina. Namun, seiring dengan turunnya popularitas game CF, akhirnya pemain pro esport ini pindah ke League of Legends. Ryan bergabung dengan Zero Latitude dan sempat ke Revival Esports juga. Pada tahun 2017, Ryan kembali pindah dari League of Legends ke game besutan Blizzard, Overwatch dan sempat menjadi juara tingkat SEA bersama tim Singapura! Setelah itu Ryan kembali pindah ke salah satu game paling populer saat ini, PUBG dan bergabung dengan tim RRQ. Menjadi pemain pro esport tentu harus didukung dengan PC yang memiliki komponen berperforma tinggi. Selain bisa bikin kamu makin jago, juga akan membuat pengalaman gaming kamu semakin puas! Bahkan tidak hanya bermain game, menonton video atau melakukan streaming pun terasa semakin seru menggunakan motherboard B360 Gaming Plus! Dilengkapi dengan semua komponen penting, seperti gaming heatsink, PCI-E armor, dan juga audio boost, Legacy Spirit dari MSI yang serba merah hitam bangkit kembali dengan performa secepat kilat. Red Gaming DNA lives on! Cek si keren merah B360 Gaming Plus di tautan ini . Ada pemain asal Indonesia lagi ga ya yang berpindah game? Ada dong! Yuk cek halaman 2! Sebelum bergabung bersama SuperNayr di divisi PUBG tim Rex Regum Qeon (RRQ), Andrew "cLoveer" lebih fokus di game CS:GO. Menurut Andrew, kenapa ia pindah PUBG karena menurutnya lebih menantang adrenalin dan seru! Sumber: inven global[/caption] Kyo-min "EVERMORE" Koo adalah pemain Overwatch pertama asal Korea Selatan yang berhasil mencapai SR (Skill Rating) maksimal di competitive mode, yakni 5000! Perjalanan karir EVERMORE di Overwatch pro scene memang relatif singkat. Pada tahun 2017 ia memutuskan untuk meninggalkan Overwatch dan bermain PUBG. Prestasi pertama yang ditorehkan Evermore di PUBG adalah menjadi juara PUBG Invitational dengan membawa pulang hadiah uang tunai sebesar USD15 ribu (sekitar Rp211 juta). Keren kan? Masih ada 2 lagi nih pemain profesional yang memutuskan untuk pindah haluan ke game lain! Cek di halaman 3 ya! Sumber: tilt report[/caption] Lagi-lagi pemain pro esport Overwatch memutuskan untuk berpindah ke game lain yakni PUBG. Kim "EscA" In-jae adalah pemain dari tim Lunatic-Hai yang bisa dikatakan sangat sukses dan sempat menjadi tim terkuat di Korea Selatan. Bahkan EscA juga sukses mewakili negara Korea Selatan menjadi juara dunia turnamen pertama Overwatch World Cup 2016. Sumber: YouTube[/caption] Mike "shroud" Grzesiek adalah salah satu pemain pro esport CS:GO paling populer yang memperkuat tim Cloud9. Shroud sangat sering bermain PUBG dan aktif dalam melakukan live streaming. Pada bulan Agustus 2017 dia menjadi top streamer Twitch untuk game PUBG, sekaligus mengakhiri karir CS:GO yang telah membuatnya populer.