TUTUP

Interview Eksklusif dengan Produser Seri Like a Dragon Soal Ishin!

Bahas soal Like a Dragon: Ishin dan seri Yakuza nih!

Tokyo, Duniaku.com - Dalam pagelaran Tokyo Game Show 2022 di Jepang, tim duniaku.com mendapatkan kesempatan untuk mengobrol langsung dengan pembuat game Like a Dragon. Kalau kamu tidak tahu, Like a Dragon adalah nama yang digunakan untuk menggantikan judul "Yakuza" yang digunakan sebelumnya. 

Kami berbincang dengan Sutradara Ryu Ga Gotoku Studio/Eksekutif Produser Masayoshi Yokoyama & Chief Produser untuk seri Like a Dragon yaitu Hiroyuki Sakamoto. Apa yang mereka ceritakan ke kami untuk game terbaru mereka?

1. Alasan kenapa Unreal Engine yang digunakan di Like A Dragon: Ishin

Screenshot Like a Dragon: Ishin!. (Dok. Ryu Ga Gotoku Studio, SEGA/Like a Dragon Ishin)

Q: Kenapa untuk game Like a Dragon: Ishin menggunakan Unreal Engine dan bukan Dragon Engine?

A: Dragon Engine sangat baik untuk membuat dan menampilkan adegan malam hari dan pencahayaan malam hari, namun karena di Ishin lebih banyak adegan di siang hari dan juga tampilan alam yang natural, karena itu Unreal Engine adalah yang tercocok untuk game ini

Baca Juga: Trailer Baru 'Like a Dragon: Ishin!' Dirilis! 

2. Ishin akhirnya dibuat versi translasi untuk pemain internasional di remakenya, tapi kenapa lama sejak 2014?

Screenshot Like a Dragon: Ishin!. (Dok. Ryu Ga Gotoku Studio, SEGA/Like a Dragon Ishin)

Q: Kenapa Ishin butuh waktu lama sampai akhirnya dibuat remake untuk pemain internasional?

A: Karena kita membuatnya di tahun 2014 dan saat itu hanya untuk Jepang saja sebagai spin-off. Karena itu pada saat itu kami lebih fokus mempromosikan seri utama seperti Yakuza 6 dan Like a Dragon ke pemain internasional, terutama karena Ishin fokusnya ke cerita sejarah Jepang.

Namun karena banyak penggemar dan pemain internasional yang juga tertarik dan Ishin dan slot waktunya juga tepat jadi kami membuat remakenya untuk internasional juga.

3. Apa yang baru dari versi remake ini?

Video Like a Dragon: Ishin! di booth SEGA. (Duniaku.com/Dimas Ramadhan)

Q: Ishhin Kiwami adalah Remake dan bukan remaster, kira-kira apa yang baru?

A: Salah satu yang bisa kami bilang baru adalah gaya permainannya yang sedikit berbeda dan akan lebih disesuaikan dibandingkan game orisinalnya.

4. Kenapa Ishin lebih dahulu yang dibuat remake dan bukan Kenzan?

Screenshot Like a Dragon: Kenzan. (Dok. Ryu Ga Gotoku Studio, SEGA/Like a Dragon: Kenzan)

Q: Kenapa Ishin diremake lebih dahulu dibandingkan Kenzan yang secara waktu rilis lebih dahulu?

A: Seperti yang kami lihat, seri Ishin itu lebih populer dibandingkan Kenzan dan banyak diminta penggemar untuk diremake. Selain itu jika kami ingin meremake Kenzan maka harus ada pembaharuan cerita dan penyesuaian di sana sini yang membutuhkan budget dan waktu lebih banyak, karena itu Ishin lebih dahulu kita remake.

5. Bagaimana dengan mini game di seri Yakuza berikutnya?

Screenshot Like a Dragon: Ishin!. (Dok. Ryu Ga Gotoku Studio, SEGA/Like a Dragon Ishin)

Q: Apakah Mini games dan side story masih menjadi salah satu yang menarik dari game-game Yakuza kedepannya?

A: Tentu saja karena kita mengangkat cerita orang-orang di "dunia" Yakuza yang selalu melalui hal yang sulit seperti yang kita tahu. Karena itu di versi game, kami ingin membuat ceritanya jadi seimbang dengan menghadirkan hal-hal menyenangkan di mini game dan side story.

6. Soal genre game Like a Dragon yang beragam, apakah kedepannya mungkin akan dipisah?

Screenshot Like a Dragon 7. (Dok. Ryu Ga Gotoku Studio, SEGA/Like a Dragon 7)

Q: Apakah mungkin kedepannya game Like a Dragon akan dipisah menjadi dua genre yang punya gaya permainan Turn based RPG dan Action?


A: Sebenarnya bagaimana kami menentukan genre game di dalam seri kami adalah menentukan mana yang paling cocok dengan cerita dan protagonis kami.

Jadi sebagai contoh saat menghadirkan Ichiban, dia sangat sering berpetualang dengan teman-temannya, karena itu genre turn based RPG lebih cocok dengannya. Begitu pun dengan Kiryu yang lebih cocok ke action.

7. Apakah judul "Yakuza" sudah tidak akan digunakan dan fokus ke "Like a Dragon"?

Kazuma Kiryu dan Ichiban Kasuga di Like a Dragon 8. (Dok. SEGA, RGG Studio/Like a Dragon 8)

Q: Kenapa penamaan game Yakuza untuk internasional menjadi Like a Dragon? Ada beberapa faktor pertimbangan untuk itu?

A: Sebagai contoh di game Ishin bahkan tidak ada grup "Yakuza", karena itu akan aneh jika judulnya "Yakuza: Ishin". Kami juga berdiskusi dengan tim RGG di Amerika untuk pemilihan judul game dan kami ingin memperkenalkan "Like a Dragon" sebagai judul yang baru.

8. Apa ekspektasi yang bisa diharapkan pemain baru yang belum memainkan Ishin orisinal?

Visual Like a Dragon Ishin! (Dok. RGG Studio, SEGA/Like a Dragon Ishin!)

Q: Pertanyaan terakhir, kira-kira apa ekspektasi yang bisa didapatkan pemain baru Like a Dragon: Ishin yang tidak memainkan game orisinalnya?

A: Game Like a Dragon: Ishin versi orisinal saja sudah menjadi cerita lain dan spin-off dari seri Like a Dragon yang rilis hanya di jepang, karena itu pemain baru bisa memainkan gamenya tanpa memainkan yang orisinal dan akan terasa sepenuhnya seperti game baru yang bisa mereka nikmati.

Nah itu dia obrolan kami dengan Eksekutif Produser Masayoshi Yokoyama & Chief Produser untuk seri Yakuza yaitu Hiroyuki Sakamoto, bagaimana menurutmu?

Baca Juga: 4 Pengumuman Besar RGG Studio! Like a Dragon 8 Resmi Diumumkan