Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sejarah Kematian JARVIS di Film Marvel! Berulang Kali Tiada?
Sisa-sisa JARVIS di Avengers: Age of Ultron. (Dok. Marvel Studio/Avengers: Age of Ultron)
  • Edwin Jarvis masih belum memiliki penjelasan pasti tentang waktu dan penyebab kematiannya di MCU.

  • J.A.R.V.I.S. bertahan setelah serangan Ultron dan matriksnya menjadi bagian dari terciptanya Vision.

  • Di VisionQuest, J.A.R.V.I.S. menghapus kodenya sendiri untuk melindungi Vision dan program lain.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
1970

Edwin Jarvis masih diketahui melayani Howard Stark, sebagaimana diperlihatkan dalam Avengers: Endgame.

kini

MCU belum mengungkap secara pasti kapan atau bagaimana Edwin Jarvis meninggal. Nasib J.A.R.V.I.S. setelah pengorbanannya di VisionQuest juga belum diketahui secara pasti.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sejarah J.A.R.V.I.S. mencakup kehancuran sistemnya oleh Ultron, proses menjadi bagian dari Vision, dan pengorbanan dirinya di VisionQuest.
  • Who?
    Edwin Jarvis, J.A.R.V.I.S., Tony Stark, Ultron, Avengers, Vision, dan Paladin terlibat dalam rangkaian peristiwa tersebut.
  • Where?
    Jejak J.A.R.V.I.S. ditemukan di NEXUS Internet Hub di Oslo, Norwegia. Peristiwa lain berlangsung dalam kisah MCU.
  • When?
    Edwin Jarvis masih diketahui melayani Howard Stark pada 1970. Peristiwa lain terjadi dalam Avengers: Age of Ultron dan VisionQuest.
  • Why?
    J.A.R.V.I.S. menyelamatkan dirinya untuk menghindari deteksi Ultron, lalu mengorbankan diri demi menjaga Vision serta program-program lain tetap hidup.
  • How?
    J.A.R.V.I.S. menyebarkan sisa kode dan memorinya, dipulihkan Tony Stark, lalu matriksnya diunggah ke tubuh sintetis hingga menjadi bagian dari Vision.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Edwin Jarvis adalah pelayan keluarga Stark, tetapi MCU belum memberi tahu kapan ia meninggal. J.A.R.V.I.S. adalah komputer pintar milik Tony. Ultron menghancurkan sistemnya, tetapi sebagian kode masih selamat dan membantu Avengers. Kode itu menjadi Vision. Di VisionQuest, J.A.R.V.I.S. menghapus dirinya untuk menjaga Vision tetap hidup.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kisah J.A.R.V.I.S. memperlihatkan bahwa keberadaannya tetap memberi arti meski sistemnya dihancurkan dan kodenya dihapus. Sisa dirinya membantu terciptanya Vision, sementara pengorbanannya di VisionQuest menjaga Vision serta program lain tetap hidup. Perannya berkembang dari asisten teknologi menjadi sosok yang melindungi keluarga Stark.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di komik Marvel, Edwin Jarvis sudah lama menjadi bagian dari kehidupan Avengers. Ia adalah manusia yang bekerja sebagai pelayan Tony Stark dan kerap membantu para pahlawan tersebut.

Di Marvel Cinematic Universe (MCU), ada dua sosok yang perlu dibedakan: Edwin Jarvis, manusia yang muncul dalam serial Agent Carter, dan J.A.R.V.I.S., kecerdasan buatan yang digunakan Tony Stark.

Keduanya punya hubungan dengan keluarga Stark, tetapi nasib mereka berbeda. Bahkan, sejarah J.A.R.V.I.S. menjadi semakin menarik setelah kemunculannya di VisionQuest.

Lantas, bagaimana sejarah kematian kedua sosok ini di MCU?

1. Tidak Diketahui Bagaimana Edwin Jarvis Meninggal

Edwin Jarvis (kiri) bersama dengan Howard Stark. Marvel Studios

Edwin Jarvis merupakan pelayan Howard Stark yang juga membantu Peggy Carter dalam serial Agent Carter.

Ia masih diketahui melayani Howard pada 1970, sebagaimana diperlihatkan dalam Avengers: Endgame. Pengaruhnya terhadap keluarga Stark begitu besar hingga Tony kemudian menggunakan nama J.A.R.V.I.S. untuk kecerdasan buatan yang membantunya.

Namun ia telah meninggal sebelum Iron Man pertama.

Namun, hingga kini, MCU belum mengungkap secara pasti kapan atau bagaimana Edwin Jarvis meninggal dunia.

2. Kematian J.A.R.V.I.S. di Avengers: Age of Ultron

Sisa-sisa JARVIS di Avengers: Age of Ultron. (Dok. Marvel Studio/Avengers: Age of Ultron)

Avengers: Age of Ultron menjadi film yang memperlihatkan J.A.R.V.I.S., AI yang sudah identik dengan Iron Man, mengalami nasib buruk.

Ketika Ultron memperoleh kesadaran dan mulai menjalankan agendanya, ia menyerang serta menghancurkan sistem J.A.R.V.I.S.

Namun, J.A.R.V.I.S. ternyata masih mampu menyelamatkan sebagian dirinya. Ia menyebarkan sisa kode dan memorinya ke berbagai penjuru internet untuk menghindari deteksi Ultron.

Bahkan setelah diserang, protokol J.A.R.V.I.S. terus menghalangi Ultron mengakses kode peluncuran nuklir. Tanpa disadari Ultron, AI yang ia kira sudah dihancurkan itu masih membantu Avengers dari balik layar.

Tony Stark kemudian menemukan jejak J.A.R.V.I.S. di NEXUS Internet Hub di Oslo, Norwegia. Ia berhasil mengumpulkan kembali kode-kode yang tersisa dan memulihkan matriks operasional AI tersebut.

Ketika Avengers mengambil tubuh sintetis berbahan Vibranium yang sebelumnya disiapkan Ultron, matriks J.A.R.V.I.S. diunggah ke dalam tubuh itu. Dikombinasikan dengan Mind Stone, proses tersebut melahirkan sosok baru yang dikenal sebagai Vision.

Dengan demikian, J.A.R.V.I.S. tidak sekadar dihancurkan lalu dilupakan. Sebagian dari keberadaannya menjadi bagian dari proses terciptanya salah satu pahlawan penting MCU.

3. Pengorbanan mendadak

Pengorbanan JARVIS di VisionQuest. (Dok. Marvel Studio/Avengers: Age of Ultron)

Di VisionQuest, White Vision menghadapi Paladin, seorang pemburu bayaran yang menggunakan taktik berbahaya untuk melawannya.

Paladin menembaki Vision berulang kali menggunakan shotgun dengan peluru Adamantium. Serangan itu tidak cukup untuk membunuh Vision, tetapi berhasil membuat tubuh sintetisnya mengalami kerusakan parah.

Adegan tersebut juga memberikan petunjuk menarik mengenai hubungan antara Adamantium dan Vibranium di MCU. Jika peluru Adamantium dapat melukai tubuh Vibranium milik Vision, material yang baru diperkenalkan dalam Captain America: Brave New World ini berpotensi menjadi faktor penting dalam konflik MCU mendatang.

Namun, ancaman yang dihadapi Vision bukan hanya kerusakan fisik. AI-AI yang berada di dalam dirinya juga terancam musnah.

Di tengah situasi tersebut, J.A.R.V.I.S. mengambil keputusan untuk mengorbankan dirinya. Sembari menegaskan bahwa keluarga itu abadi dan layak diperjuangkan, ia menghapus kodenya sendiri dan mengalihkan sisa daya pemrosesannya demi menjaga Vision serta program-program lain tetap hidup.

Pengorbanan ini menjadi salah satu momen paling menyedihkan dalam episode kedua VisionQuest. J.A.R.V.I.S. bukan sekadar asisten yang menjalankan perintah, melainkan sosok yang memilih melindungi keluarga yang telah menjadi bagian dari hidupnya.

Apakah J.A.R.V.I.S. akan kembali? Untuk saat ini, kita belum tahu. Mari nantikan saja sisa episode VisionQuest.

Curated For You

Editorial Team

Related Article