Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Film Marvel Cinematic Universe dengan Kendala Besar Selama Produksi
Captain America vs Iron-Man (dok. Marvel Studios/Captain America: Civil War)
  • Sejumlah film MCU menghadapi kendala produksi berupa konflik kreatif, pergantian sutradara dan pemain, serta persoalan kontrak.

  • Blade menjadi proyek yang tidak pernah masuk ke tahap produksi film yang selesai setelah mengalami perubahan berulang.

  • Beberapa masalah produksi berdampak pada struktur Marvel Studios, arah cerita, dan waktu dimulainya produksi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Film MCU mana yang punya kendala produksi paling besar?
Vote Now
2012

Pada The Avengers, peran Bruce Banner diberikan kepada Mark Ruffalo setelah Marvel tidak melanjutkan kerja sama dengan Edward Norton.

2014

Edgar Wright meninggalkan proyek Ant-Man beberapa bulan sebelum produksi dimulai.

2015

Ant-Man tetap tayang. Disney juga melakukan restrukturisasi dengan memisahkan Marvel Studios dari kendali Ike Perlmutter.

2018

Disney memecat James Gunn dari proyek Guardians of the Galaxy Vol. 3 setelah unggahan lamanya kembali menjadi kontroversi.

2019

James Gunn kembali ke Disney setelah keputusan pemecatannya dibatalkan dan kembali mengembangkan Guardians of the Galaxy Vol. 3.

2026

Mahershala Ali mengatakan bahwa dirinya sudah move on dari proyek Blade.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Film MCU mana yang punya kendala produksi paling besar?
Vote Now
  • What?
    Enam film Marvel Cinematic Universe menghadapi kendala besar selama proses produksi, termasuk konflik kreatif, pergantian pemain dan sutradara, serta masalah kontrak.
  • Who?
    Marvel Studios, Marvel Entertainment, Kevin Feige, Ike Perlmutter, para sutradara, penulis, dan pemeran film-film tersebut.
  • Where?
    Masalah produksi berlangsung dalam pengembangan dan pembuatan proyek-proyek Marvel Cinematic Universe.
  • When?
    Sepanjang sejarah MCU, dengan sejumlah peristiwa yang disebut terjadi pada 2014, 2015, 2018, 2019, dan 2026.
  • Why?
    Kendalanya berkaitan dengan perbedaan visi kreatif, perubahan naskah, pergantian tim, negosiasi bayaran, persoalan kontrak, dan pemecatan James Gunn.
  • How?
    Produksi mengalami perubahan, penundaan, restrukturisasi, atau pergantian pihak yang terlibat. Salah satu proyek, Blade, tidak pernah masuk ke tahap produksi film yang selesai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Film MCU mana yang punya kendala produksi paling besar?
Vote Now

Beberapa film Marvel mengalami masalah saat dibuat. Ada sutradara dan pemain yang berganti, naskah yang diubah, serta masalah kontrak. Film Blade bersama Mahershala Ali tidak selesai dibuat. Ant-Man dan Guardians of the Galaxy Vol. 3 sempat tertunda, tetapi akhirnya beberapa film tetap tayang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Film MCU mana yang punya kendala produksi paling besar?
Vote Now

Kendala produksi tidak selalu menghentikan perjalanan sebuah film. Ant-Man dan Guardians of the Galaxy Vol. 3 tetap tayang setelah mengalami perubahan besar, sementara restrukturisasi Marvel Studios mengubah hubungan kerja Kevin Feige dengan Disney Studios. Proses panjang tersebut menunjukkan bahwa beberapa proyek masih dapat berlanjut setelah menghadapi persoalan kreatif dan internal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Film MCU mana yang punya kendala produksi paling besar?
Vote Now

Film Marvel Cinematic Universe memang terkenal dengan proses produksi yang sangat terstruktur.

Namun, bukan berarti semuanya berjalan mulus sampai akhirnya tayang di bioskop.

Sepanjang sejarah MCU, ada sejumlah film yang menghadapi masalah besar selama proses produksinya. Ada yang mengalami konflik kreatif, pergantian pemain dan sutradara, masalah kontrak, hingga satu proyek yang akhirnya tidak pernah terwujud.

Apa saja film MCU yang produksinya sempat bermasalah?

1. Blade

Mahershala Ali sebagai Blade versi MCU (dok. Marvel Studios/Blade)

Yang satu ini mungkin kasus paling ekstrem.

Marvel Studios mengumumkan Blade versi Mahershala Ali sejak 2019. Namun, proyek tersebut berkali-kali mengalami perubahan sutradara dan penulis, sementara jadwal produksinya terus mundur.

Ali sendiri sudah melakukan persiapan serius untuk memerankan sang pemburu vampir. Ia bahkan menjalani latihan bela diri dan ilmu pedang selama lebih dari satu tahun.

Ironisnya, sejumlah hasil persiapan Blade justru akhirnya dimanfaatkan untuk film lain.

Kostum periode yang sebelumnya disiapkan untuk salah satu versi Blade kemudian dibeli oleh tim produksi Sinners. Bahkan, latihan fisik dan kemampuan bela diri yang dipersiapkan Ali untuk Blade kemudian ia manfaatkan dalam film Your Mother Your Mother Your Mother, yang kebetulan juga disutradarai oleh mantan sutradara Blade, Bassam Tariq.

Pada akhirnya, proyek Blade yang dibintangi Ali tidak pernah masuk ke tahap produksi film yang selesai. Ali sendiri pada 2026 mengatakan bahwa dirinya sudah move on dari proyek tersebut.

2. Captain America: Civil War

Chris Evans dalam film Captain America: Civil War (dok. Marvel Studios/Captain America: Civil War)

Captain America: Civil War sekarang dikenal sebagai salah satu film penting dalam MCU.

Namun, proses menuju film tersebut ternyata tidak sesederhana mempertemukan Captain America dan Iron Man.

Salah satu masalah besarnya adalah negosiasi Robert Downey Jr. untuk kembali sebagai Tony Stark.

Marvel Entertainment saat itu masih berada di bawah Ike Perlmutter, sementara Marvel Studios dipimpin Kevin Feige. Laporan mengenai negosiasi tersebut menyebutkan bahwa bayaran Downey yang sangat besar menjadi salah satu sumber perselisihan.

Bahkan, sempat ada skenario alternatif untuk Civil War tanpa Iron Man jika kesepakatan dengan Downey tidak tercapai.

Masalahnya kemudian berkembang menjadi persoalan yang jauh lebih besar di dalam Marvel.

Feige dilaporkan semakin frustrasi dengan campur tangan Perlmutter dan bahkan sempat mengancam akan meninggalkan Marvel. Pada 2015, Disney akhirnya melakukan restrukturisasi: Marvel Studios dipisahkan dari kendali Perlmutter dan Feige kemudian melapor langsung kepada pimpinan Disney Studios.

Dengan demikian, Civil War bukan cuma film yang mempertemukan Captain America dan Iron Man. Film ini juga muncul di tengah perubahan besar dalam struktur kekuasaan Marvel Studios.

3. Ant-Man

Ant-Man (dok. Walt Disney Studios Motion Pictures/Ant-Man and the Wasp)

Ant-Man mungkin merupakan salah satu contoh paling terkenal mengenai benturan visi kreatif di MCU.

Edgar Wright dan Joe Cornish sudah mengembangkan naskah Ant-Man selama bertahun-tahun. Wright memiliki visi yang sangat spesifik mengenai bagaimana film tersebut seharusnya dibuat.

Namun, setelah bertahun-tahun mengembangkan proyek tersebut, terjadi perbedaan kreatif antara Wright dan Marvel Studios.

Wright akhirnya meninggalkan proyek pada 2014, hanya beberapa bulan sebelum produksi dimulai.

Masalahnya tidak berhenti sampai di sana.

Pergantian sutradara kemudian diikuti perubahan naskah. Peyton Reed mengambil alih posisi sutradara, sementara Adam McKay, Gabriel Ferrari, dan Andrew Barrer ikut mengerjakan berbagai revisi terhadap skenario.

Perubahan tersebut juga berdampak pada jajaran pemain. Patrick Wilson, Matt Gerald, dan Kevin Weisman akhirnya keluar dari proyek

Ant-Man akhirnya tetap tayang pada 2015.

Namun, hingga sekarang masih ada satu pertanyaan yang mungkin tidak akan pernah terjawab: seperti apa Ant-Man jika versi Edgar Wright benar-benar dibuat?

4. The Incredible Hulk

Hulk (dok. Marvel Studios/The Incredible Hulk)

Masalah The Incredible Hulk lebih banyak berkaitan dengan perbedaan visi mengenai Bruce Banner dan arah filmnya.

Edward Norton memiliki gagasan yang lebih gelap dan psikologis mengenai karakter tersebut. Ia bahkan pernah menjelaskan bahwa ia membayangkan kisah Hulk dengan pendekatan yang lebih serius dan bernuansa, terinspirasi dari pendekatan Christopher Nolan terhadap Batman.

Marvel Studios, di sisi lain, menginginkan film superhero yang lebih ringkas dan berorientasi pada aksi.

Norton juga melakukan berbagai perubahan terhadap naskah setelah bergabung sebagai pemeran utama. Ia bahkan melakukan revisi selama proses produksi berlangsung.

Perbedaan kreatif tersebut akhirnya ikut berkontribusi pada hubungan yang semakin rumit antara Norton, Marvel, dan proses penyuntingan film.

Setelah film tersebut, Marvel akhirnya tidak melanjutkan kerja sama dengan Norton untuk penampilan Bruce Banner berikutnya. Pada The Avengers (2012), peran tersebut kemudian diberikan kepada Mark Ruffalo.

5. Avengers: Age of Ultron

The Avengers: Age of Ultron (dok. Marvel Studios/The Avengers: Age of Ultron)

Kalau merasa Avengers: Age of Ultron memiliki terlalu banyak hal untuk diceritakan dalam satu film, ada alasan di baliknya.

Produksi film ini menghadapi sejumlah konflik kreatif, termasuk tarik-menarik antara Joss Whedon dan Marvel Creative Committee.

Whedon ingin mengembangkan beberapa elemen cerita dengan caranya sendiri, sementara pihak Marvel juga menginginkan film tersebut terhubung dengan proyek-proyek MCU lain yang sedang dikembangkan.

Salah satu contohnya adalah Captain Marvel.

Carol Danvers sempat muncul dalam salah satu versi naskah dan bahkan sempat ada persiapan visual untuk kemunculannya. Karena itu sempat beredar gosip kuat Captain Marvel bakal debut di sini.

Namun, Kevin Feige akhirnya menolak memasukkan Captain Marvel ke dalam film karena merasa karakter tersebut seharusnya diperkenalkan melalui ceritanya sendiri.

Di sisi lain, ada pula persoalan kontrak para pemeran.

Setelah Robert Downey Jr. mendapatkan kesepakatan finansial yang sangat besar, beberapa pemeran Avengers lainnya menginginkan kontrak yang lebih baik. Persoalan tersebut kembali bersinggungan dengan Ike Perlmutter dan akhirnya menjadi bagian dari ketegangan internal Marvel.

6. Guardians of the Galaxy Vol. 3

cuplikan film Guardians of the Galaxy vol. 3 (dok. Walt Disney Studios Motion Pictures/Guardians of the Galaxy vol. 3)

Guardians of the Galaxy Vol. 3 punya masalah yang berbeda.

Film ini memang akhirnya dibuat sesuai visi James Gunn, tetapi perjalanan menuju produksinya sempat berhenti total karena Gunn dipecat Disney pada 2018.

Pemecatan tersebut terjadi setelah unggahan lama Gunn kembali menjadi kontroversi. Disney kemudian menghentikan Gunn dari proyek Guardians of the Galaxy Vol. 3, padahal film tersebut sudah direncanakan sebagai kelanjutan cerita para Guardians.

Masalah berikutnya adalah: siapa yang akan menggantikannya?

Marvel tidak langsung menemukan sutradara baru untuk proyek tersebut. Produksi akhirnya tertunda cukup lama.

Gunn kemudian kembali ke Disney pada 2019 setelah keputusan pemecatannya dibatalkan. Setelah itu, ia kembali mengembangkan Guardians of the Galaxy Vol. 3 dan akhirnya film tersebut mulai diproduksi.

Dengan demikian, Guardians of the Galaxy Vol. 3 merupakan contoh menarik bahwa sebuah film MCU bisa mengalami penundaan bukan karena masalah naskah atau teknologi, tetapi karena perubahan besar di belakang kamera.

Pilih film MCU dengan produksi paling bermasalah

Film MCU mana yang punya kendala produksi paling besar?

See More

Curated For You

Editorial Team

Related Article