(Dok. Fuse, Studio 8-Bit/That Time I Got Reincarnated as a Slime the Movie: Tears of the Azure Sea)
Kalau kamu sering menonton movie anime adaptasi serial populer, pola film ini bakal terasa familiar.
Biasanya formulanya seperti ini:
Cerita original dan stand alone
Konflik yang tidak terlalu memengaruhi cerita utama
Banyak fan service untuk penggemar lama
Momen unjuk gigi karakter favorit
Dan ya, Tears of the Azure Sea benar-benar mengikuti formula tersebut.
Fan service di sini bukan cuma soal aksi karakter favorit, tapi juga momen santai yang menyenangkan. Ada adegan karakter memakai kostum musim panas, interaksi ringan antar anggota Tempest, hingga chemistry antar karakter yang memang terasa dibuat untuk memanjakan fans.
Karena itu, saya rasa ekspektasi sangat penting sebelum menonton film ini.
Jangan datang berharap cerita dengan skala epik seperti arc terbaik Tensura. Film ini lebih cocok dinikmati sebagai petualangan tambahan yang fun, ringan, dan penuh momen fan service.