cuplikan dalam film Resident Evil 2026 (dok. Columbia Pictures/Resident Evil)
Ada film yang mendapat sambutan sangat baik dari kritikus tetapi tidak terlalu berhasil di box office.
Ada juga film yang sangat laku di bioskop tetapi mendapat respons kritis yang kurang baik.
Resident Evil (2026) justru menarik karena sejauh ini kedua indikator tersebut sama-sama menunjukkan respons positif.
Dari sisi box office, film ini membuka dengan US$60 juta di Amerika Utara dan US$108,3 juta secara global, sekaligus mencatat opening domestik terbesar dalam sejarah franchise.
Dari sisi kritik, film ini juga mendapatkan respons yang sangat positif. Pada 21 September 2026, Tomatometer-nya masih berada di 96%, berdasarkan lebih dari 200 ulasan yang masuk saat artikel ini ditulis.
Respons penonton di Rotten Tomatoes juga berada di angka 91% Popcornmeter.
Angka-angka tersebut tentunya masih bisa berubah karena jumlah review dan rating audiens akan terus bertambah selama film masih beredar di bioskop.
Namun untuk saat ini, Resident Evil (2026) berada dalam posisi yang cukup menarik: film ini bukan hanya mendapatkan perhatian kritikus, tetapi juga berhasil menarik penonton ke bioskop dalam jumlah besar.
Dan semua itu terjadi pada sebuah film Resident Evil yang justru mengambil pendekatan yang cukup berbeda dari film-film sebelumnya.
Untuk franchise yang sudah berjalan lebih dari dua dekade, itu adalah pembukaan yang cukup menarik untuk diperhatikan.