Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Penilaian Film Fuze, Heist Cerdik di Tengah Dentuman Bom Palsu
Dok. Studio Canal (Fuze)
  • Fuze mengisahkan perampokan bank yang memanfaatkan kepanikan akibat bom palsu di London, menciptakan kombinasi unik antara aksi kriminal dan ketegangan penjinakan bahan peledak.
  • Aaron Taylor-Johnson tampil intens sebagai petugas penjinak bom yang curiga terhadap kejanggalan, sementara Theo James memimpin kru perampok dengan gaya energik dan penuh intrik.
  • David Mackenzie menghadirkan visual noir modern, ketegangan teknologi real-time, serta plot twist berlapis yang menjaga adrenalin hingga akhir film.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

David Mackenzie kembali lagi ke kursi sutradara dengan Fuze, sebuah heist thriller yang memadukan ketegangan penjinakan bom dengan aksi kriminal yang cukup "liar". Film ini berani bermain dengan premis yang agak konyol namun dieksekusi dengan chutzpah yang tinggi, lengkap dengan riset mendalam pada terminologi polisi dan militer yang membuat atmosfernya terasa meyakinkan. Bagi para penggemar film aksi yang mengandalkan momentum dan plot contortions, film ini menawarkan pengalaman menonton yang sangat energetik.

1. Perampokan Dibalik Insiden Bom Liar

Dok. Studio Canal (Fuze)

Premisnya dimulai dengan penemuan sebuah benda yang dicurigai sebagai bom sisa Perang Dunia II di sebuah lokasi konstruksi di London. Penemuan ini memicu protokol evakuasi massal dan pemadaman listrik di seluruh area demi keamanan. Namun, penonton segera menyadari bahwa ancaman ledakan ini hanyalah sebuah taktik diversi atau pengalihan perhatian terbesar dalam sejarah kriminal.

Di saat polisi sibuk mengosongkan zona merah, sekelompok perampok bank yang dipimpin oleh Theo James dan Sam Worthington justru merasa mendapatkan durian runtuh. Tanpa gangguan dari warga sipil maupun patroli rutin, mereka dengan leluasa mengebor dinding menuju brankas penyimpanan deposit dari sebuah basement tetangga. Ide menggunakan kepanikan bom untuk merampok bank ini memberikan warna segar pada genre heist yang sering kali terasa repetitif.

2. Adu Akting Aaron Taylor-Johnson dan Theo James

Dok. Studio Canal (Fuze)

Aaron Taylor-Johnson memerankan Major Will Tranter, petugas penjinak bom yang dipanggil ke lokasi penemuan. Penampilannya cukup intens sebagai seorang prajurit yang mulai menyadari ada yang tidak beres ketika bawahannya melihat bahwa bom tersebut terlihat "terlalu modern" untuk sebuah peninggalan perang. Taylor-Johnson memberikan bobot serius pada film yang secara naratif sering kali menabrak logika.

Di sisi lain, Theo James tampil sebagai pemimpin kru perampok yang digambarkan sebagai versi yang lebih muda, lebih seksi, dan lebih atletis dari geng legendaris Hatton Garden. Sayangnya, Gugu Mbatha-Raw yang berperan sebagai chief superintendent mendapatkan peran yang terasa sedikit datar dan kurang eksploratif dibandingkan dengan peran para pria di film ini. Meski begitu, dinamika "kucing dan tikus" antara Tranter dan tim perampok tetap menjadi motor utama yang menggerakkan tensi cerita hingga akhir.

3. Visual Noir dan Thriller Modern

Dok. Studio Canal (Fuze)

Mackenzie berhasil menangkap suasana London yang sunyi dan mencekam selama masa evakuasi, menciptakan estetika noir modern yang terasa sangat klaustrofobik. Penggunaan lingo militer yang akurat memberikan lapisan kredibilitas teknis di tengah aksi yang sebenarnya cukup absurd. Film ini tidak ragu untuk menampilkan kekerasan yang eksplisit dan pengkhianatan berlapis yang terus memacu adrenalin penonton.

Salah satu momen yang paling unik adalah penggunaan elemen thriller modern seperti transfer bank jutaan dolar secara real-time. Ketegangan tidak hanya dibangun melalui kabel bom, tetapi juga melalui layar ponsel pintar: apakah uang haram tersebut akan berhasil terkirim sebelum koneksi 5G terputus atau sebelum polisi mendobrak pintu? Perpaduan antara ketegangan fisik dan kecemasan teknologi ini membuat Fuze terasa sangat relevan dengan zaman sekarang.

4. Plot Twist Brilliant yang Memusingkan Kepala

Dok. Studio Canal (Fuze)

Memasuki babak ketiga, film ini menaikkan level permainannya dengan menghadirkan rangkaian pengungkapan yang benar-benar membuat kepala pening. Penonton akan dibawa masuk ke dalam labirin pengkhianatan ganda (double-cross) hingga tiga kali lipat (triple-cross). Fokus cerita bergeser pada perebutan berlian yang penuh misteri, di mana batasan antara yang asli dan yang palsu menjadi sangat kabur.

Meskipun logika cerita mungkin terasa ditarik hingga ke titik batas maksimal, Mackenzie berhasil menjaga momentum agar penonton tidak punya waktu untuk mempertanyakannya. Klimaksnya dirancang sebagai kejutan beruntun yang memastikan bahwa pemenang dari permainan ini tidak akan tertebak hingga detik terakhir. Ini adalah sebuah rollercoaster naratif yang lebih mengedepankan kepuasan hiburan murni daripada kepatuhan pada realitas yang membosankan.

Pada akhirnya, Fuze adalah sebuah thriller yang sangat watchable berkat arahan David Mackenzie yang energik. Meski terasa silly di beberapa bagian, film ini tetap mampu memberikan hiburan yang solid dengan performa aktor yang tajam. Jika Anda mencari film aksi yang cepat, cerdik, dan penuh kejutan, Fuze adalah pilihan yang tepat untuk ditonton di bioskop tahun ini.

Sinopsis Fuze (2026)

Penemuan bom sisa Perang Dunia II di pusat London memicu evakuasi massal dan pemadaman listrik di bawah kendali Chief Superintendent (Gugu Mbatha-Raw). Major Will Tranter (Aaron Taylor-Johnson) dikerahkan untuk menjinakkan perangkat tersebut, tanpa menyadari bahwa prosedur keamanan ini hanyalah diversi kolosal. Area yang kosong menjadi panggung sempurna bagi rencana kriminal yang tersembunyi.

Memanfaatkan zona mati yang sunyi, kru perampok pimpinan Theo James dan Sam Worthington membobol brankas deposit melalui jalur bawah tanah. Mereka bergerak bebas tanpa gangguan publik atau patroli polisi yang terfokus sepenuhnya pada ancaman ledakan di permukaan. Rencana ini secara cerdik mengubah kepanikan otoritas menjadi peluang penjarahan yang sangat terorganisir.

Situasi berbalik tegang saat tim penjinak bom mencurigai perangkat tersebut terlalu modern untuk sebuah peninggalan perang. Cerita pun memuncak dalam labirin pengkhianatan berlapis, perebutan berlian, dan transfer uang jutaan dolar yang dipantau secara real-time melalui ponsel. Fuze menyajikan aksi laga yang penuh kejutan dan narasi yang berani menabrak batas logika.

Fuze
2026
3/5
Directed by David Mackenzie
ProducerGillian Berrie, Sebastien Raybaud, Callum Grant, David Mackenzie
WriterBen Hopkins
Age Rating17+
GenreAksi, Kejahatan, Drama, Cerita Seru
Duration96 Minutes
Release Date08-05-2026
Themelondon, england, bomb, heist, betrayal, surveillance, father son relationship, mother son relationship, plot twist, conspiracy thriller, techno thriller
Production HouseAnton, Sigma Films, Sky
Where to WatchCinema XXI, CGV, Cinepolis
CastAaron Taylor-Johnson, Theo James, Gugu Mbatha-Raw, Elham Ehsas, Sam Worthington

Trailer Fuze (2026)

Editorial Team