Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
culikan teaser Godzilla Minus Zero (youtube.com/godzillatoho)
  • Adegan Godzilla menghancurkan New York bukan peristiwa nyata, melainkan gambaran dendam Profesor Kanji Murakami, penyintas Hiroshima yang kehilangan keluarganya akibat bom atom.
  • Murakami berniat memanfaatkan mutasi G-Cells pada Noriko dan Resonance Wave Amplifier untuk memancing Godzilla ke New York, setelah awalnya merencanakan pertemuan dengan King Ghidorah.
  • Setelah dinasihati Kenji Noda, Murakami membatalkan balas dendam dan menghancurkan penelitiannya, menegaskan pesan film tentang menghentikan siklus kemarahan, perang, dan penderitaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Salah satu adegan yang cukup mengejutkan dalam Godzilla Minus Zero adalah ketika Godzilla terlihat menghancurkan New York City. Dalam adegan tersebut, monster raksasa itu berjalan melewati Patung Liberty sebelum melepaskan serangan Atomic Breath yang meluluhlantakkan Manhattan.

Namun, apakah Godzilla benar-benar menyerang Amerika Serikat dalam cerita Godzilla Minus Zero? Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Berikut tiga penjelasannya!

1. Profesor Kanji Murakami Ingin Membalas Dendam atas Tragedi Hiroshima

Godzilla Minus Zero (dok. Toho/Godzilla Minus Zero)

Untuk memahami adegan Godzilla menghancurkan New York, kita perlu mengetahui latar belakang Profesor Kanji Murakami yang diperankan Min Tanaka.

Murakami merupakan penyintas bom atom Hiroshima. Ketika tragedi tersebut terjadi, ia sedang berada di luar area ledakan. Namun, istri, anak, dan cucunya menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Kehilangan seluruh keluarganya membuat Murakami menyimpan kebencian mendalam terhadap Amerika Serikat. Ia ingin membuat masyarakat Amerika merasakan kehancuran yang sama seperti yang dialami masyarakat Hiroshima.

Ketika Godzilla kembali muncul setelah peristiwa dalam film pertama, Murakami melihat monster tersebut sebagai senjata yang bisa dimanfaatkan untuk mewujudkan dendamnya.

Dari sinilah muncul bayangan Godzilla menghancurkan New York. Adegan tersebut bukan kejadian nyata dalam alur cerita, melainkan gambaran mengenai apa yang ingin dilakukan Murakami terhadap Amerika Serikat.

2. Murakami Ingin Menggunakan Noriko untuk Mengendalikan Godzilla

Godzilla Minus Zero (dok. Toho/Godzilla Minus Zero)

Rencana balas dendam Murakami ternyata memiliki hubungan dengan teknologi yang ia kembangkan, yaitu Resonance Wave Amplifier. Alat tersebut mampu memancarkan gelombang resonansi yang meniru frekuensi biologis makhluk hidup sehingga dapat menarik organisme sejenis.

Murakami kemudian menemukan bahwa Noriko memiliki karakteristik biologis yang sangat unik. Setelah selamat dari serangan Godzilla di Ginza dalam film pertama, tubuh Noriko ternyata mengalami mutasi akibat paparan G-Cells.

G-Cells merupakan sel biologis Godzilla yang memiliki kemampuan regenerasi luar biasa. Berkat mutasi tersebut, Noriko menjadi satu-satunya manusia yang diketahui berhasil bertahan hidup setelah terpapar sel tersebut.

Murakami menyadari bahwa karakteristik biologis Noriko bisa dimanfaatkan untuk menarik Godzilla menggunakan Resonance Wave Amplifier. Awalnya, teknologi tersebut digunakan sebagai bagian dari rencana untuk mempertemukan Godzilla dengan King Ghidorah agar kedua monster saling bertarung.

Namun, Murakami sebenarnya memiliki tujuan lain. Ia ingin menggunakan teknologi tersebut untuk memancing Godzilla menuju New York City dan menjadikan monster itu alat pembalasan dendam terhadap Amerika Serikat.

3. Murakami Akhirnya Mengurungkan Niatnya Setelah Dinasehati Noda

Godzilla Minus Zero (dok. Toho/Godzilla Minus Zero)

Meskipun memiliki kesempatan untuk mewujudkan rencana balas dendamnya, Murakami akhirnya mengurungkan niat tersebut.

Sebelum pertarungan terakhir melawan Ghidorah, Kenji Noda ternyata sempat menemui Murakami secara pribadi. Noda menyadari bahwa teknologi Resonance Wave Amplifier berpotensi menjadi senjata yang sangat berbahaya apabila digunakan untuk kepentingan balas dendam.

Ia kemudian mengingatkan Murakami bahwa membalas kehancuran Hiroshima dengan menghancurkan kota lain hanya akan menciptakan siklus peperangan yang tidak pernah berakhir. Pada akhirnya, perkataan Noda berhasil membuat Murakami mempertimbangkan kembali tindakannya. Ia memilih meninggalkan ambisi balas dendam dan menghancurkan hasil penelitiannya agar teknologi tersebut tidak disalahgunakan.

Menariknya, keputusan Murakami ini juga berkaitan dengan pesan utama Godzilla Minus Zero.

Dalam wawancara dengan The Playlist pada 6 November 2026, Takashi Yamazaki menjelaskan bahwa dirinya ingin menggambarkan perang sebagai siklus kemarahan dan balas dendam yang terus memicu penderitaan berikutnya.

Menurut Yamazaki, sejarah manusia dipenuhi rangkaian konflik yang muncul akibat dendam dari generasi sebelumnya. Melalui keputusan Murakami, ia ingin menunjukkan bahwa siklus tersebut sebenarnya masih bisa dihentikan apabila seseorang bersedia melepaskan kebenciannya.

Dengan demikian, adegan Godzilla menghancurkan New York bukan sekadar visual spektakuler untuk memperlihatkan kehancuran yang bisa ditimbulkan monster tersebut. Adegan itu juga menggambarkan betapa berbahayanya dendam manusia ketika kekuatan sebesar Godzilla berada di tangan seseorang yang ingin membalas masa lalunya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article