Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pendekatan Unik Zach Cregger dalam Menyajikan Bryan di Resident Evil
Still cut film Resident Evil (dok. Columbia Pictures/Resident Evil)
  • Austin Abrams sengaja menampilkan Bryan sebagai kurir biasa yang tidak siap menghadapi teror di Raccoon City.

  • Zach Cregger merekam sejumlah percobaan pertama Abrams untuk mempertahankan kesan Bryan yang normal, bukan seperti pasukan komando.

  • Ketidakmampuan Bryan membedakannya dari Leon, Chris, dan Jill sekaligus membuka ruang untuk komedi yang alami.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2026

Resident Evil (2026) menampilkan Bryan Hokudavich sebagai kurir biasa yang tidak siap menghadapi situasi berbahaya di Raccoon City.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Austin Abrams dan Zach Cregger menampilkan Bryan sebagai orang biasa yang tidak siap menghadapi situasi berbahaya dalam Resident Evil (2026).
  • Who?
    Austin Abrams sebagai Bryan, Zach Cregger sebagai pembuat film, serta Inugami Korone dalam wawancara.
  • Where?
    Bryan menghadapi situasi mengerikan di Raccoon City.
  • When?
    Dalam film Resident Evil (2026) dan selama produksi film tersebut.
  • Why?
    Austin Abrams ingin Bryan terasa seperti orang biasa yang tidak seharusnya berada dalam situasi itu, sekaligus membuka ruang untuk komedi alami.
  • How?
    Cregger merekam percobaan pertama Abrams saat melakukan aktivitas fisik atau mencari tahu cara menggunakan senjata.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bryan adalah kurir biasa yang masuk ke Raccoon City dan harus menghadapi monster. Austin Abrams membuat Bryan terlihat tidak siap, seperti orang biasa. Zach Cregger kadang merekam percobaan pertama Abrams saat melompat atau memakai senjata. Sekarang Bryan tetap bukan jagoan seperti Leon atau Chris.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pendekatan ini memberi Bryan identitas yang berbeda dari protagonis Resident Evil sebelumnya. Dengan mempertahankan ketidaksiapannya, film menghadirkan karakter yang terasa lebih dekat dengan orang biasa. Reaksi Bryan terhadap situasi absurd juga menciptakan ruang untuk komedi alami tanpa mengubahnya menjadi petarung yang tiba-tiba serba bisa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dalam film Resident Evil (2026), Bryan Hokudavich adalah seorang kurir biasa. Ia tidak punya pengalaman tempur seperti mayoritas protagonis Resident Evil. Bahkan Ethan Winters, yang latar belakangnya hanya seorang system engineer, terasa lebih siap menghadapi situasi berbahaya dibandingkan Bryan.

Lantas, bagaimana Austin Abrams menampilkan karakter yang benar-benar tidak cocok berada di tengah mimpi buruk Raccoon City?

Dalam wawancara bersama Inugami Korone (iya, Korone yang itu!) Abrams ditanya mengenai hal yang paling ia fokuskan ketika memerankan Bryan sebagai orang biasa yang terjebak dalam situasi luar biasa.

1. Austin Abrams ingin menonjolkan bahwa Bryan tidak cocok berada di situasi tersebut

Resident Evil 2026 (dok. Sony Pictures Entertainment/Resident Evil)

Abrams menjelaskan bahwa sejak membaca naskah, ia memang ingin menekankan betapa tidak siapnya Bryan menghadapi semua teror yang menimpanya.

"You know, it was on the script that he was kind of a regular... guy. I've wanted to lean in to that. I wanted to lean it to like him being the kind of person that should not be in this situation. I didn't want to look like he would make it through this. I feel like that was really important piece to like you as a viewer feeling... really kind of like anybody could be him. But also like, 'I'm nervous of this guy is gonna make it.' And also him being a bit more of a normal guy and not someone that should be in the situation. I think it adds room for comedy... naturally."

("Di naskah, dia digambarkan sebagai sosok pria yang... biasa saja. Saya ingin menonjolkan sisi itu. Saya ingin menekankan bahwa dia adalah tipe orang yang sebenarnya tidak seharusnya berada dalam situasi seperti ini. Saya tidak ingin dia terlihat seolah-olah pasti akan berhasil melewatinya. Menurut saya, itu adalah elemen penting agar penonton merasa... bahwa siapa pun bisa saja berada di posisinya. Tapi di saat yang sama, ada rasa cemas apakah dia akan selamat. Selain itu, karena dia sosok yang lebih 'normal' dan bukan orang yang seharusnya menghadapi situasi ini, menurut saya hal itu secara alami membuka ruang untuk unsur komedi.")

— Austin Abrams

Intinya, Abrams tidak ingin Bryan terlihat seperti seseorang yang sejak awal punya peluang besar untuk selamat. Ia ingin penonton merasa bahwa Bryan bisa saja orang biasa yang kebetulan terjebak dalam situasi mengerikan tersebut.

Dan hasilnya memang terasa di layar.

Dibandingkan Leon Kennedy, Chris Redfield, Jill Valentine, atau bahkan Ethan Winters, Bryan terlihat sangat tidak siap untuk bertempur dan bertahan hidup di Raccoon City. Ia bukan orang yang terbiasa menghadapi monster, bukan petarung terlatih, dan jelas bukan seseorang yang langsung tahu apa yang harus dilakukan ketika berhadapan dengan senjata api.

Ketidakmampuan Bryan ini juga menciptakan ruang bagi komedi yang terasa alami. Ia bukan sengaja melontarkan lelucon, tetapi justru reaksinya sebagai manusia biasa ketika menghadapi situasi yang absurd itulah yang bisa membuat penonton tertawa.

2. Bahkan tidak ada rehearsal untuk aktivitas fisik Bryan?

still cut film Resident Evil (2026) (dok. Sony Pictures)

Zach Cregger kemudian menambahkan pendekatan menarik yang mereka gunakan selama produksi film.

"And we would do things were like, if this character had to do some physical activity or like figure out how a gun works we would wait and shoot his first try at the physical activity. You know he is gonna try jump over something, he doesn't get to rehearse it. We gonna roll and his first try is what might go in the movie.

("Kami biasa melakukan hal-hal seperti ini: jika karakter tersebut harus melakukan aktivitas fisik atau mencari tahu cara kerja senjata api, kami akan bersiap dan merekam percobaan pertamanya. Jadi, saat dia mencoba melompati sesuatu, dia tidak diberi kesempatan untuk berlatih sebelumnya. Kami langsung merekam, dan percobaan pertamanya itulah yang mungkin akan masuk ke dalam film.")

— Zach Cregger

Jadi, untuk adegan yang mengharuskan Bryan melakukan aktivitas fisik atau berinteraksi dengan senjata, Cregger terkadang sengaja merekam percobaan pertama Abrams tanpa latihan sebelumnya.

Saat menonton Resident Evil (2026), saya merasa ada semacam autentisitas lucu ketika Bryan mencoba melompati pagar kawat, tetapi justru gagal dan tetap tersangkut. Gerakannya tidak terlihat seperti aksi seorang protagonis film laga yang sudah menguasai situasi.

Ternyata, pendekatan Cregger memang sengaja diarahkan untuk mempertahankan kesan tersebut.

Bahkan, Cregger menjelaskan bahwa mereka juga menerapkannya pada adegan penggunaan senjata.

"We give him a machine gun and he's gotta figure out on camera like how does this thing work, where is the safety. So those are little tricks we did to kinda keep him you know... normal and not commando."

("Kami memberinya senapan mesin, lalu dia harus mencari tahu sendiri di depan kamera—bagaimana cara kerjanya, di mana letak pengamannya. Jadi, itu adalah trik-trik kecil yang kami lakukan agar dia tetap... ya, bersikap wajar dan tidak seperti pasukan komando.")

— Zach Cregger

Saya langsung teringat beberapa adegan ketika Bryan kebingungan dengan mekanisme safety pistol maupun MP5 yang digunakannya.

Membayangkan Abrams harus mencari tahu cara kerja senjata di depan kamera memang lucu. Apakah itu berarti sang aktor sendiri benar-benar tidak tahu cara mengoperasikan setiap senjata tersebut? Belum tentu. Cregger menjelaskan pendekatan yang mereka gunakan untuk mempertahankan kesan bahwa Bryan bukan seorang komando, bukan bahwa Abrams sama sekali tidak memiliki pengetahuan soal senjata.

Namun, hasil akhirnya tetap menarik: Bryan tidak mendadak menjadi jagoan hanya karena naskah memberinya senjata api.

3. Bryan bukan Leon Kennedy, dan filmnya tahu itu

cuplikan dalam film Resident Evil 2026 (dok. Columbia Pictures/Resident Evil)

Pendekatan Austin Abrams dan Zach Cregger ini membantu menjelaskan mengapa Bryan terasa berbeda dari protagonis Resident Evil yang sudah kita kenal.

Leon mungkin bisa menghadapi wabah zombie sambil melontarkan one-liner. Chris punya pengalaman militer dan kemampuan bertempur. Jill juga bukan orang yang baru pertama kali menghadapi mimpi buruk biologis.

Bryan? Ia masih harus memikirkan cara menggunakan senjatanya, gagal melakukan aksi fisik sederhana, dan mencoba bertahan hidup dengan kemampuan yang jauh dari ideal.

Justru di situlah daya tariknya. Bryan tidak perlu terlihat keren setiap saat, karena film ini ingin kita merasakan betapa mengerikannya situasi tersebut jika yang mengalaminya adalah orang biasa.

Bryan bukan protagonis yang kebetulan kurang kompeten. Ketidakkompetenannya adalah bagian penting dari karakter yang ingin ditampilkan film ini.

Dan mungkin itulah salah satu keputusan paling menarik dari Resident Evil (2026): alih-alih membuat Bryan berkembang menjadi Leon atau Chris versi baru, Cregger membiarkannya tetap menjadi Bryan, seorang kurir yang sama sekali tidak siap menghadapi Raccoon City.

Curated For You

Editorial Team

Related Article