TUTUP

Sejumlah Jurnalis Memboikot Film-film Disney, Termasuk Star Wars: The Last Jedi!

Dalam gerakan solidaritas, beberapa jurnalis memutuskan untuk memboikot film-film Disney termasuk Star Wars: The Last Jedi! Kok bisa? Baca pembahasannya di sini!

Dalam aksi solidaritas kepada Los Angeles Times yang diboikot oleh Disney, beberapa kritikus dan jurnalis dari Washington Post dan The A.V. Club memutuskan untuk tidak lagi mengulas film-film produksi Disney maupun bawahannya seperti Lucasfilm dan Marvel Studio, termasuk Star Wars: The Last Jedi.

Ada apa dengan Disney? Sepertinya akhir-akhir ini mereka diterpa oleh masalah secara terus menerus. Setelah beberapa pemilik bioskop memboikot Star Wars: The Last Jedi, kali ini sejumlah kritikus dari Los Angeles Time diboikot oleh Disney dengan cara melarang mereka untuk datang ke press screenings.

[duniaku_baca_juga]

Hal ini bermula dari artikel panjang yang ditulis oleh Daniel Miller dari Los Angeles Time, yang memuat pembahasan detil mengenai kecurigaannya terhadap kendali ekonomi dan politik yang tidak adil oleh Disney terhadap Anaheim; rumah untuk Disneyland.

Tentu saja Disney tidak senang dengan hal ini dan memutuskan untuk melawan balik, dengan cara melarang jurnalis dan kritikus Los Angeles Times untuk datang ke press screening maupun penayangan perdana film-film produksi mereka yang akan datang, seperti Star Wars: The Last Jedi.

Yang artinya kritikus Los Angeles Times tidak akan diberi penayangan khusus seperti sesama rekan kritikus lainnya dan bila ingin membuat ulasan, harus membeli tiket dan menonton layaknya penonton biasa.

[read_more id="344130"]

Merasa tidak terima dengan sikap Disney, Alyssa Rosenberg yang merupakan seorang penulis dan kritikus dari The Washington Post memutuskan untuk memboikot film-film Disney dalam sebuah aksi solidaritas untuk Los Angeles Times. Rosenberg secara pribadi menulis dan mempublikasikan pernyataannya di situs Washington Post.

"Sebagai seseorang yang sangat menanti-nanti Star Wars: The Last Jedi dan Black Panther, hal ini sangat menyiksaku. Namun selama Disney masih memblokir rekan-rekan jurnalis dari Los Angeles Times untuk datang ke press screening, maka aku merasa tidak bisa menonton atau mengulas film-film mereka dengan pikiran yang tenang." ujar Rosenberg di dalam artikelnya.

Meskipun Rosenberg merupakan satu-satunya kritikus dari The Washington Post yang memboikot film-film Disney, sejumlah kritikus dari The A.V. Club memutuskan untuk mendukung dan mengikuti langkahnya.

[read_more id="343455"]

Dalam pernyataan di situs mereka, The A.V. Club menganggap bahwa kuasa Disney terhadap media begitu besar dan bisa melukai dunia jurnalisme. Mereka bisa dengan mudah mem-blacklist media manapun yang mereka anggap menulis hal-hal tidak menyenangkan tentang mereka, alih-alih menyanggah secara langsung dengan data yang faktual, seperti di kasus Los Angeles Time itu.

Menurut The A.V. Club pula, mereka melakukan hal ini bukan hanya untuk solidaritas kepada Los Angeles Times, namun juga sebagai bukti ketidakpuasan mereka terhadap kendali korporat besar terhadap media yang mencegah mereka untuk menulis berita yang objektif dan faktual.

Bagaimana menurut pembaca Duniaku.net? Setujukah dengan gerakan para jurnalis ini? Suarakan pendapat kalian di bagian komentar!

Diedit oleh Fachrul Razi