Vecna di Stranger Things season 4 (dok. Netflix/Stranger Things)
Pennywise adalah sumber utama dari hampir seluruh kebusukan di Derry.
Bahkan ketika ia sedang “terlelap”, jejak kehadirannya tetap terasa: kekerasan yang dibiarkan, anak-anak yang menghilang, dan orang dewasa yang memilih menutup mata. Teror di Derry tidak pernah benar-benar berhenti, ia hanya menunggu siklus berikutnya.
Tidak ada entitas yang berdiri di balik Pennywise. Ia bukan pion, bukan alat, dan bukan pelayan dari kekuatan lain. Pennywise adalah pusat dari lingkaran kengerian itu sendiri.
Sebaliknya, Vecna justru terasa sebagai monster yang masih berada di bawah bayangan yang lebih besar.
Sepanjang Stranger Things, Vecna berulang kali memosisikan dirinya sebagai pengendali, bahkan meyakini bahwa Mind Flayer hanyalah perpanjangan kehendaknya. Namun yang tersaji hingga akhir justru menunjukkan ironi pahit: keyakinan itu lebih mirip kebohongan yang ia ucapkan pada dunia, dan pada dirinya sendiri.
Ketika dihadapkan pada memori pertemuan pertamanya dengan Mind Flayer, terlihat jelas bahwa Henry bukan sosok dominan, melainkan sosok yang ketakutan.. Namun bahkan saat memori itu diputar ulang, Vecna tetap membantah klaim Will bahwa Mind Flayer mengendalikannya. Ia bersikeras bahwa hubungan mereka setara.
Di situlah perbedaannya menjadi sangat kontras.
Pennywise adalah dalang. Vecna adalah boneka, yang mengira dirinya berdiri sejajar dengan dalangnya.
Dan ilusi superioritas itulah yang, secara tidak langsung, justru membuat Vecna terasa lebih “kecil” dibanding Pennywise.