Dono dan Kasino berperan sebagai Slamet dan Sanwani (Dok. Bola Dunia FIlm/Gengsi Dong)
Adegan ini berawal dari kekesalan Slamet yang diperankan Alm. Wahjoe Sardono (Dono) yang tak mau menumpang pada Paijo (Indrodjojo Kusumonegoro/Indro) karena gengsi. Hal itu disebabkan karena baik Slamet dan Paijo terkenal sebagai anak orang kaya.
Sanwani yang diperankan Alm. Kasino Hadiwibowo pun menyarankan agar Slamet meminta ayahnya untuk membelikannya mobil agar putranya bisa adu gengsi dengan teman sekampusnya tersebut. Mendengar hal itu, Slamet pun setuju dan langsung menulis surat kilat untuk ayahnya, yaitu Raden Mas Condrokromo yang kala itu diperankan M. Pandji Anom.
Nah setelah itu, barulah adegan ikonik muncul di mana ayah Slamet ini membaca surat anaknya dan penonton juga bisa mendengar suara pemuda tersebut yang kata-katanya sudah tertulis sebagai berikut:
"Bapak yg terhormat... Kalau bapak masih menghendaki saya terus kuliah.. Saya minta agar bapak segera mengirimkan uang untuk membeli mobil.. Yg kuliah di sini,semuanya anak anak orang kaya,cuma saya yg tidak punya mobil.. Dan sudah bosan naik bajay... Saya sebagai anak petani tembakau yg terkaya terlalu di hina... Jakarta memang kota keras,kalah bersaing akan kegilas... Sembah sujud putramu, Slamet..."
Setelah membaca surat tersebut, ayah Slamet langsung marah besar karena martabatnya merasa terhina. Ia pun langsung menyuruh salah satu bawahannya untuk mengirim uang tunai dua juta rupiah pada putranya tersebut.
Hasilnya, Slamet memang jadi membeli mobil namun sayangnya teman-temannya menganggap kalau kendaraannya itu norak.