Pedang Vohu Imu membuat pepohonan langsung kering. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)
Jadi saya melihat ada satu kecenderungan menarik dari Imu.
Dia bukan tipe petarung yang menunggu sampai lawannya benar-benar mendesaknya sebelum menjadi serius.
Cukup jika seorang lawan menunjukkan bahwa dirinya mampu mengganggu Imu, Imu sudah bersedia meningkatkan kekuatan.
Ini mungkin menjelaskan kenapa eskalasi Imu terasa begitu cepat dibanding antagonis shonen pada umumnya.
Bisa jadi karena Imu memang terlalu percaya diri dengan kekuatannya.
Tapi saya justru curiga ada faktor lain: Imu ingin konflik Elbaph selesai secepat mungkin. Dia tidak sedang datang untuk menikmati duel.
Dia punya tujuan yang harus diselesaikan, berada jauh dari Mary Geoise, dan bahkan tampaknya memiliki keterbatasan tertentu ketika terlalu lama berada di luar sana.
Jadi dari perspektif Imu, tidak ada alasan untuk memberi Luffy, Loki, Gaban, atau siapa pun kesempatan untuk berkembang selama pertarungan.
Kalau ada lawan yang mulai menunjukkan potensi mengganggu? Hancurkan sekarang. Kalau perlu keluarkan Senjata Pusaka.
Kalau masih belum cukup? Transformasi.
Dan justru itu yang membuatnya terasa sangat berbahaya sebagai final boss.
Karena kalau Imu memang sudah memulai pertarungan dengan mentalitas “selesaikan secepat mungkin”, maka semakin kuat lawan yang muncul, semakin cepat pula ia berpotensi mengeluarkan level kekuatan berikutnya.