Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install

Tendensi Menarik Pengerahan Kekuatan Imu di Elbaph One Piece

Tendensi Menarik Pengerahan Kekuatan Imu di Elbaph One Piece
Wujud baru Nerona Imu. (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha/One Piece)
  • Imu menunjukkan dominasi sejak muncul di Elbaph, membuat sejumlah petarung tidak berdaya.
  • Saat mendapat perlawanan dari Loki dan Luffy, Imu mengerahkan Senjata Pusaka Mary Geoise.
  • Setelah didesak Scopper Gaban, Imu memilih bertransformasi ke wujud yang semakin demonik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dalam banyak cerita shonen, termasuk One Piece, antagonis biasanya punya pola pertarungan yang cukup familiar:

  • Awalnya mereka meremehkan protagonis.
  • Protagonis kemudian mengejutkan mereka.
  • Antagonis mulai mengeluarkan teknik yang lebih kuat.
  • Eskalasi terus terjadi sampai antagonis mengerahkan hampir seluruh kekuatannya.
  • Baru setelah itu protagonis berhasil mengalahkan mereka.

Karena itu, perilaku Nerona Imu di Elbaph terasa menarik.

Imu seperti tidak mengikuti pola tersebut.

Dia ini... terasa bukan tipe antagonis yang menunggu sampai benar-benar terluka untuk mulai serius.

  1. 1. Nerona Imu mengawali dengan dominasi total

    Sanji dan Imu. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)
    Sanji dan Imu. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

    Ketika Imu muncul di Elbaph, dia langsung memperlihatkan betapa jauhnya level kekuatannya dari sebagian besar petarung di sana.

    Hajrudin, Stansen, dan Gerd dari New Giant Warrior Pirates dibuat tidak berdaya. Begitu pula Zoro dan Sanji.

    Bahkan untuk Zoro dan Sanji, yang sudah termasuk petarung kelas atas, membuat Imu sampai harus memblok serangan mereka saja sudah terasa sebagai pencapaian.

    Jadi sejak awal, Imu tidak memberikan kesan seperti antagonis yang masih menyimpan kekuatan karena meremehkan lawannya.

    Dia sudah datang dalam kondisi langsung membantai.

  2. 2. Begitu mulai mendapat perlawanan, Imu langsung mengerahkan 19 Senjata Pusaka

    Ilustrasi karakter manga memegang pedang dengan aura gelap di sekelilingnya, di samping panel pohon yang mulai hancur.
    Blade of Nothingness: Vohu milik Nerona Imu. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

    Menariknya, Loki dan Luffy sebenarnya belum benar-benar membuat Imu terdesak. Mereka hanya mampu bertahan lebih lama dibanding petarung lain.

    Bahkan beberapa serangan yang berhasil mengenai Imu terjadi ketika perhatiannya teralihkan atau ia sedang lengah.

    Namun begitu Loki mulai memberikan perlawanan, Imu langsung mengerahkan berbagai Senjata Pusaka Mary Geoise, termasuk Nemesis dan Gram.

    Ketika berhadapan dengan Luffy, jumlah senjata yang dikerahkan Imu juga semakin beragam, termasuk Vohu.

    Jadi pola Imu itu unik. Ketika ada yang sekedar "mengganggu" dia langsung mengeluarkan kekuatan yang lebih besar, tanpa perlu menunggu dirinya beneran didesak.

  3. 3. Bahkan setelah didesak Gaban, Imu langsung bertransformasi

    Ilustrasi wujud baru Nerona Imu dalam One Piece, karya Eiichiro Oda yang diterbitkan oleh Shueisha.
    Wujud baru Nerona Imu. (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha/One Piece)

    Kemudian datang Scopper Gaban.

    Gaban berhasil memberikan perlawanan yang lebih serius kepada Imu. Bahkan dalam perkembangan berikutnya, Imu sempat terjatuh hingga ke Underworld Elbaph setelah terkena serangan Gaban.

    Gaban sendiri akhirnya tumbang dengan tangan kiri terpotong.

    Namun menariknya, Imu juga tidak keluar dari situasi tersebut tanpa masalah. Ia bahkan sempat berdarah.

    Setelah didesak sejauh itu, Imu memilih untuk bertransformasi ke wujud yang semakin demonik.

    Ini menarik karena secara teknis Imu belum berada dalam situasi dimana dia terasa terancam akan kalah atau mati. Ia harusnya masih bisa memulihkan diri.

    Tapi dia tetap meningkatkan level pertarungannya.

  4. 4. Imu tampaknya tidak suka memberi kesempatan kedua

    Karakter misterius memegang pedang hitam berapi di hutan yang pohonnya mengering seketika akibat kekuatan pedang tersebut.
    Pedang Vohu Imu membuat pepohonan langsung kering. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

    Jadi saya melihat ada satu kecenderungan menarik dari Imu.

    Dia bukan tipe petarung yang menunggu sampai lawannya benar-benar mendesaknya sebelum menjadi serius.

    Cukup jika seorang lawan menunjukkan bahwa dirinya mampu mengganggu Imu, Imu sudah bersedia meningkatkan kekuatan.

    Ini mungkin menjelaskan kenapa eskalasi Imu terasa begitu cepat dibanding antagonis shonen pada umumnya.

    Bisa jadi karena Imu memang terlalu percaya diri dengan kekuatannya.

    Tapi saya justru curiga ada faktor lain: Imu ingin konflik Elbaph selesai secepat mungkin. Dia tidak sedang datang untuk menikmati duel.

    Dia punya tujuan yang harus diselesaikan, berada jauh dari Mary Geoise, dan bahkan tampaknya memiliki keterbatasan tertentu ketika terlalu lama berada di luar sana.

    Jadi dari perspektif Imu, tidak ada alasan untuk memberi Luffy, Loki, Gaban, atau siapa pun kesempatan untuk berkembang selama pertarungan.

    Kalau ada lawan yang mulai menunjukkan potensi mengganggu? Hancurkan sekarang. Kalau perlu keluarkan Senjata Pusaka.

    Kalau masih belum cukup? Transformasi.

    Dan justru itu yang membuatnya terasa sangat berbahaya sebagai final boss.

    Karena kalau Imu memang sudah memulai pertarungan dengan mentalitas “selesaikan secepat mungkin”, maka semakin kuat lawan yang muncul, semakin cepat pula ia berpotensi mengeluarkan level kekuatan berikutnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More