Reuven dan Candelle menolong Brook. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)
Kalau Candelle adalah mentor Brook, maka Reuven adalah sosok yang mengubah hidupnya.
Sebelum menjadi pemimpin Battle Convoy, Brook hanyalah bocah miskin yang hidup dalam kesulitan.
Reuven-lah yang menyelamatkannya.
Sang raja memberinya tempat tinggal, pendidikan, instrumen musik yang layak, dan kesempatan untuk membangun masa depan. Tak berlebihan jika Brook merasa berutang budi kepada Reuven.
Bahkan puluhan tahun kemudian, ia masih mengingat jasa rajanya itu.
Karena itulah ketika Reuven memutuskan melawan Pemerintah Dunia daripada menyerahkan seribu rakyatnya sebagai budak, Brook ikut berdiri di sisinya tanpa ragu meski peluang kemenangan nyaris tidak ada.
Kematian Reuven kemudian menjadi salah satu luka terbesar dalam hidup Brook. Melihat sosok yang begitu berjasa baginya tewas di tengah tragedi Esperia membuat Brook menyimpan kebencian mendalam kepada Shuri, pembunuhnya, selama puluhan tahun.