Trafalgar law Onepiece(dok. TOEI/Trafalgar law
Trafalgar Law bisa dibilang sebagai salah satu anggota Generasi Terburuk dengan dampak paling besar terhadap alur cerita One Piece, meski ia bukan tokoh utama.
Perannya sudah terasa sejak awal. Bersama krunya, Law adalah pihak yang mengevakuasi Luffy dari Marineford, sekaligus memberi pertolongan pertama ketika tubuh dan mental Luffy berada di titik terendah. Tanpa Law, sangat mungkin kisah Luffy berakhir jauh lebih cepat.
Setelah itu, Law terlibat dalam Insiden Rocky Port, sebuah peristiwa besar yang dampaknya mendorongnya naik status menjadi Shichibukai.
Puncak pengaruh Law terhadap cerita terjadi dari Punk Hazard hingga Dressrosa. Dalam aliansinya dengan Topi Jerami, Law ikut mendaratkan pukulan demi pukulan yang meretakkan kekuasaan Donquixote Doflamingo. Kejatuhan Doflamingo bukan hanya mengakhiri satu rezim, tetapi juga menciptakan kekosongan besar di dunia bawah, kekosongan yang kelak diisi oleh kelompok Buggy.
Perjalanan Law belum berhenti di situ. Di Wano, ia kembali memainkan peran krusial, kali ini bersama Eustass Kid, dalam mengalahkan Big Mom, sebuah pencapaian yang mengguncang keseimbangan Yonko dan menandai berakhirnya satu era.
Dengan rekam jejak seperti itu, Law sudah terasa nyaris seperti tokoh utama pendamping, figur sentral yang selalu hadir di titik-titik perubahan besar dunia.
Itulah sebabnya kekalahannya terasa begitu mengejutkan.
Di Pulau Winner, Polar Tang, kapal yang berkali-kali menyelamatkan Luffy dan menjadi simbol perjalanan Law, terbelah dua dalam pertempuran melawan Bajak Laut Kurohige. Anak buah Law tumbang, dan Law sendiri hanya bisa selamat berkat pengorbanan Bepo yang membawanya kabur sebelum ia ditangkap Teach.
Dari sosok yang selama bertahun-tahun berdiri di pusat perubahan, Law kini terlempar dari perebutan One Piece.