Garp melatih Luffy (dok. Toei Animation/One Piece)
Garp ingin Luffy tumbuh menjadi Angkatan Laut yang kuat.
Karena itu, ketika berada di Desa Foosha, Garp melatih Luffy dengan cara yang... ekstrem.
Luffy dilempar ke jurang, ditinggalkan di hutan, diikat ke balon udara, dan dimasukkan ke berbagai situasi berbahaya lainnya.
Saking membekasnya latihan tersebut, Luffy bahkan masih mengenang pengalaman masa kecil bersama Garp dengan rasa takut.
Namun Garp sendiri sebenarnya jarang berada di Desa Foosha karena kesibukannya sebagai Angkatan Laut.
Bagaimana dengan Dragon?
Flashback Kuma justru mengungkap bahwa Dragon tidak sepenuhnya mengabaikan keberadaan Luffy.
Kuma menyadari bahwa setiap kali mereka berada di Kerajaan Goa, Dragon selalu mengawasi seorang anak.
Dragon kemudian memperingatkan Kuma untuk tidak membicarakan hal tersebut lebih jauh.
Alasannya cukup menarik:
"Seorang anak adalah titik lemah bagi setiap orang tua."
Kalimat tersebut memberi kesan bahwa Dragon sadar betul bahwa keberadaan Luffy bisa menjadi kelemahannya.
Jadi dia menghilang dari kehidupan Luffy bukan karena ia tidak peduli anaknya. Malah sebaliknya, ia menghilang justru karena dia peduli.
Ada pula adegan lain yang menarik.
Ketika Pasukan Revolusioner masih bermarkas di Baltigo, Ivankov menyadari bahwa Dragon sering menatap ke arah timur.
Kita tentu tidak bisa memastikan bahwa dia sedang memikirkan Luffy setiap kali melakukan itu.
Namun setelah mengetahui bahwa Kerajaan Goa berada di arah tersebut, adegan itu terasa jauh lebih emosional.
Jadi Dragon mungkin memang ayah yang memperhatikan dari kejauhan, sementara Garp adalah kakek yang datang langsung dan berkata: "Sudah, sekarang latihan," lalu melempar cucunya ke jurang.