“D adalah nama bagi mereka yang pernah menentang kami.” — Nerona Imu, One Piece 1085.
5 Penyandang Nama D. yang Paling Mengusik Rencana Imu di One Piece

Para penyandang nama D. menjadi ancaman bagi Imu melalui kekacauan politik, pengetahuan tentang sejarah terlarang, dan perlawanan terhadap Pemerintah Dunia.
Roger membuka jalan menuju kebenaran, sementara warisan Clover tetap menjaga pengetahuan tentang Void Century agar tidak sepenuhnya musnah.
Luffy menempati posisi teratas karena kebangkitannya sebagai Nika dan keterkaitannya dengan kehendak Joy Boy membuat Imu turun tangan langsung.
Ada sejumlah karakter di One Piece yang menyandang nama tengah “D.”. Bagi mereka, huruf tersebut mungkin sekadar bagian dari nama keluarga. Namun, bagi Nerona Imu, D. adalah sesuatu yang jauh lebih mengancam.
Imu bahkan menyebut para penyandang D. sebagai musuh. Menariknya, sebagian dari mereka mungkin tidak pernah mengetahui eksistensi Imu, apalagi memahami rencana besar yang sedang disusunnya. Namun, tindakan mereka tetap mampu mengusik kekuasaan Pemerintah Dunia dan stabilitas tatanan yang dipertahankan Imu selama berabad-abad.
Lantas, siapa saja penyandang nama D. yang paling mengusik rencana Imu? Berikut lima di antaranya!
Table of Content
5. Marshall D. Teach

Marshall D. Teach (Blackbeard) karakter One Piece (dok. Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece) Marshall D. Teach alias Kurohige menarik karena, sejauh ini, dampaknya terhadap Pemerintah Dunia lebih banyak muncul dalam bentuk ketidakstabilan dunia ketimbang serangan langsung terhadap Imu.
Teach merupakan sosok yang berperan besar dalam tragedi Marineford. Ia menyerahkan Portgas D. Ace kepada Angkatan Laut, yang kemudian memicu rangkaian peristiwa menuju perang besar. Setelah kematian Shirohige, Teach juga merebut wilayah bekas Yonko tersebut dan mengalahkan sisa-sisa krunya.
Aksi-aksi itu mengguncang keseimbangan kekuatan dunia. Teach bahkan berhasil naik menjadi Yonko, menjadikannya salah satu bajak laut yang paling sulit diabaikan oleh Pemerintah Dunia.
Namun, ada hal lain yang membuatnya semakin menarik.
Flashback God Valley mengungkap hubungan Teach dengan Rocks D. Xebec, yang ternyata merupakan ayahnya. Teach juga memiliki kaitan dengan tragedi God Valley, tempat Tenryuubito memburu manusia untuk dijadikan sasaran dalam perburuan mereka.
Hal ini membuka kemungkinan bahwa Teach memiliki agenda yang jauh lebih besar daripada sekadar mengumpulkan kekuatan dan menjadi Raja Bajak Laut. Apakah ia juga ingin mengguncang tatanan yang dibangun Tenryuubito demi balas dendam klan Davy?
Tujuan akhir Teach memang belum sepenuhnya terungkap. Namun, jika ambisinya benar-benar berbenturan langsung dengan kepentingan Imu, dampaknya bisa jauh lebih besar daripada kekacauan yang telah ia timbulkan sejauh ini.
4. Clou D. Clover

Professor Clover tersenyum. (Dok. Toei Animation/One Piece) Clou D. Clover, atau Profesor Clover, mungkin sudah meninggal dan tidak sempat melihat hasil penelitiannya terungkap kepada dunia. Namun, warisannya justru menjadi salah satu ancaman paling berbahaya bagi rahasia yang selama ini dijaga Imu.
Clover merupakan salah satu tokoh utama dalam penelitian sejarah terlarang, khususnya mengenai Void Century. Bersama para cendekiawan Ohara, ia berusaha mengungkap kebenaran di balik Poneglyph dan masa lalu dunia yang sengaja dihapus dari sejarah.
Tentu saja, Pemerintah Dunia tidak tinggal diam. Ohara dihancurkan melalui Buster Call, sementara Clover dan para cendekiawannya kehilangan nyawa.
Namun, upaya mereka ternyata tidak sia-sia.
Sebelum kehancuran Ohara, para cendekiawan melemparkan buku-buku penelitian mereka ke danau agar pengetahuan tersebut tidak ikut musnah. Para raksasa Elbaph kemudian menyelamatkan buku-buku itu dan membawanya ke Elbaph, sehingga warisan Ohara tetap dapat dipelajari, termasuk oleh Vegapunk.
Selain itu, Clover turut membentuk Nico Robin menjadi sosok seperti sekarang. Robin bukan hanya penyintas tragedi Ohara, melainkan juga salah satu kartu truf terpenting Bajak Laut Topi Jerami karena kemampuannya membaca Poneglyph.
Dengan kata lain, Pemerintah Dunia memang berhasil membunuh Clover dan menghancurkan Ohara, tetapi mereka gagal memusnahkan pengetahuan yang ingin mereka kubur.
Bagi Imu, itu merupakan masalah besar. Sebab, selama masih ada orang yang mampu mengungkap Void Century, rahasia yang menopang kekuasaannya tidak akan pernah benar-benar aman.
3. Nefertari D. Cobra

Nefertari Cobra (dok. Toei Animation/One Piece) “Kau tak boleh mati di sini! Sampaikan pesan ke Luffy dan Vivi!! Sampaikan pada mereka, kami juga menyandang D!!” — Nefertari Cobra, One Piece 1085.
Nefertari D. Cobra mungkin tidak lagi hidup untuk melawan Imu secara langsung. Namun, kematiannya berpotensi menjadi salah satu keputusan paling berbahaya bagi penguasa rahasia dunia tersebut.
Cobra dibunuh setelah mengetahui kebenaran mengenai Imu dan mengungkap bahwa keluarga Nefertari juga memiliki nama D. Sementara itu, Sabo berhasil melarikan diri dan justru dituduh sebagai pelaku pembunuhan tersebut.
Sekilas, rencana menutupi kejadian itu berhasil. Pemerintah Dunia bisa mempertahankan narasi bahwa Sabo adalah pembunuh Cobra.
Namun, dampak politiknya justru tidak sesederhana itu.
Di tengah ketidakpuasan terhadap Pemerintah Dunia, Sabo yang dituding membunuh Cobra justru dikenal sebagai Flame Emperor. Namanya menjadi simbol perlawanan, sementara gerakan revolusi di berbagai negara semakin mengguncang tatanan yang selama ini dipertahankan para Tenryuubito.
Yang lebih berbahaya bagi Imu adalah adanya saksi lain: Wapol.
Raja yang pernah memerintah Drum Kingdom itu melihat kejadian pembunuhan yang seharusnya tidak diketahui siapa pun. Jika ia memutuskan untuk mengungkapkan apa yang dilihatnya, Pemerintah Dunia bisa menghadapi masalah besar dalam mempertahankan versi resmi mereka.
Memang, Wapol belum tentu berani berbicara. Ia juga tidak otomatis memiliki bukti yang cukup untuk membuat seluruh dunia mempercayainya. Namun, keberadaannya saja sudah menciptakan risiko yang tidak bisa sepenuhnya dikendalikan Imu.
Ironisnya, upaya Imu untuk menghilangkan Cobra justru bisa menghasilkan konsekuensi politik yang lebih luas. Jika kebenaran tentang pembunuhan seorang raja dan keterlibatan Imu akhirnya terungkap, legitimasi Pemerintah Dunia bisa semakin runtuh.
2. Gol D. Roger

Gol D. Roger. (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha, Netflix/THE ONE PIECE) Gol D. Roger sudah lama meninggal, tetapi pengaruhnya terhadap rencana Imu masih terasa hingga era Final Saga.
Ada dua tindakan Roger yang membuat warisannya begitu berbahaya: menemukan Laugh Tale dan memicu Era Kejayaan Bajak Laut.
Dengan mencapai Laugh Tale, Roger dan krunya berhasil mengetahui kebenaran mengenai Void Century, termasuk rahasia yang berkaitan dengan Joy Boy. Pengetahuan itu kemudian memengaruhi keputusan sejumlah tokoh, salah satunya Kozuki Oden.
Setelah kembali dari perjalanan tersebut, Oden memahami bahwa Wano perlu dipersiapkan untuk menyambut kedatangan Joy Boy pada masa depan. Artinya, perjalanan Roger turut memengaruhi peristiwa yang kemudian berujung pada pembukaan kembali Wano.
Namun, pengaruh Roger tidak berhenti di sana.
Sebelum dieksekusi, Roger mengungkapkan keberadaan harta karunnya kepada dunia. Perkataannya memicu generasi baru bajak laut untuk berlayar mencari One Piece, melahirkan era yang mengubah keseimbangan kekuatan dunia.
Kini, para Yonko yang tersisa bergerak untuk memperebutkan harta tersebut dengan ambisi mereka masing-masing. Bahkan, Luffy yang mewarisi kehendak Joy Boy menjadi salah satu tokoh utama dalam perlombaan itu.
Tentu saja, Roger mungkin tidak merancang semua kekacauan yang terjadi setelah kematiannya. Namun, ia telah membuka jalan bagi rangkaian peristiwa yang tidak bisa lagi dikendalikan oleh satu pihak saja.
Roger sudah mati, tetapi warisannya terus menggerakkan dunia menuju rahasia yang ingin disembunyikan Imu.
1. Monkey D. Luffy

Luffy mode Gear 5 (dok. Toei Animation/One Piece) Di antara semua penyandang D. dalam daftar ini, Monkey D. Luffy berada di posisi pertama karena ia bukan sekadar mengganggu rencana Imu dari kejauhan. Ia telah menjadi ancaman yang cukup serius hingga Imu turun tangan secara langsung.
Sepanjang petualangannya, Luffy berulang kali menentang kepentingan Pemerintah Dunia. Ia mengalahkan sejumlah musuh yang memiliki hubungan dengan kekuasaan tersebut, membebaskan wilayah-wilayah yang tertindas, dan membangun aliansi yang mengubah keseimbangan dunia.
Namun, kebangkitannya sebagai Nika membuat ancaman itu jauh lebih personal bagi Imu.
Buah Iblis Luffy berkaitan dengan sosok Nika, sementara Joy Boy merupakan figur dari masa lalu yang kehendaknya masih menghantui Imu. Dengan demikian, Luffy bukan hanya seorang bajak laut yang semakin kuat, tetapi juga sosok yang berpotensi meneruskan kehendak salah satu musuh terbesar Imu.
Ancaman itu semakin nyata di Elbaph.
Luffy, Loki, dan Sanji masing-masing terlibat dalam menghadapi tiga Kesatria Dewa yang menimbulkan masalah di negeri para raksasa. Situasi tersebut menjadi pukulan lain bagi pihak Imu, yang memiliki kepentingan besar terhadap Elbaph.
Pada akhirnya, berbagai gangguan yang terus menumpuk tampaknya mendorong Imu mengambil langkah yang semakin ekstrem: turun tangan secara langsung untuk menghadapi ancaman yang tidak kunjung bisa disingkirkan melalui para bawahannya.
Tentu, Luffy bukan satu-satunya tokoh yang terlibat dalam perlawanan di Elbaph. Namun, posisinya sebagai penerus kehendak Joy Boy membuat keberadaannya memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar kekuatan tempur.
Jika Roger membuka jalan menuju kebenaran dan Clover berusaha mengungkapkannya, Luffy berpotensi menjadi sosok yang membawa warisan tersebut menuju titik akhir.
Bagi Imu, itulah ancaman sesungguhnya. Luffy bukan hanya mengusik rencana yang telah disusun selama berabad-abad. Ia mungkin menjadi orang yang akhirnya menghancurkan tatanan dunia yang selama ini ingin dipertahankan Imu.





















