- S-Hawk, Seraphim yang dibuat berdasarkan Dracule Mihawk.
- Ethanbaron V. Nusjuro, salah satu Gorosei sekaligus pengguna Shodai Kitetsu, yang sempat berhadapan dengan Zoro di Egghead.
- Shiryu, swordsman Bajak Laut Kurohige yang memiliki kemampuan menjadi tidak terlihat.
- Dan bahkan Shanks, jika memang suatu hari terjadi konflik antara Bajak Laut Rambut Merah dan Topi Jerami.
Apakah Zoro Sudah Siap Melawan Mihawk Lagi di One Piece?

Zoro sudah semakin dekat dengan level Mihawk, tetapi belum sepenuhnya siap untuk rematch.
Penguasaan Haoshoku Haki Zoro masih perlu matang, sementara belum ada pedangnya yang menjadi Kokuto.
Satu atau dua pertarungan besar lagi dapat memberi Zoro pengalaman untuk menyempurnakan fondasinya.
Take a Deeper Reads

Sejak sekitar Wano, ketika Zoro mulai mampu melapisi pedangnya dengan Haoshoku Haki, pertanyaan ini mulai semakin sering muncul: apakah Zoro sekarang sudah siap melakukan rematch melawan Dracule Mihawk?
Saat Zoro pertama melawan Mihawk di Baratie, level kekuatan mereka jauh sekali. Mihawk sudah jadi sosok yang diakui Pendekar Pedang Terhebat di Dunia, sementara Zoro bahkan tidak tahu Haki itu apa dan hanya membawa dua pedang tanpa nama plus Wado Ichimonji.
Sekarang situasinya sudah berbeda.
Zoro memiliki tiga pedang kuat (Wado Ichimonji, Enma, dan Sandai Kitetsu) serta Busoshoku, Kenbunshoku, dan Haoshoku Haki.
Jadi, apakah gap tersebut sudah tertutup?
Menurut saya, belum sepenuhnya.
Tapi Zoro mungkin hanya tinggal beberapa langkah lagi.
Table of Content
1. Penguasaan Haoshoku Haki Zoro menunjukkan dia masih harus berkembang

Roronoa Zoro sepenuhnya menguasai Haoshoku Haki. (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha/One Piece) Salah satu perkembangan terbesar Zoro di Wano adalah kemampuannya menggunakan Haoshoku Haki untuk melapisi serangan.
Menariknya, perkembangan terbaru di Elbaph justru membuat kemampuan tersebut terasa belum sepenuhnya matang.
Zoro sebelumnya sudah mampu menggunakan Haoshoku Haki tingkat tinggi, tetapi tampaknya ia sendiri belum benar-benar memahami apa yang sedang ia lakukan.
Baru di Elbaph Zoro mulai mendapatkan pemahaman untuk menggunakan Haoshoku Haki secara sadar.
Ini penting.
Sebab kalau Zoro ingin mengalahkan Mihawk, sekadar memiliki Haoshoku Haki tentu tidak cukup.
Ia harus mampu menggunakannya secara konsisten dan efisien dalam pertarungan.
Mihawk sendiri adalah swordsman yang sudah mencapai tingkat tertinggi.
Jadi kalau Zoro masih dalam tahap belajar memahami salah satu sumber kekuatan terbesarnya, rasanya dia masih membutuhkan sedikit waktu sebelum benar-benar siap menghadapi Mihawk dalam duel hidup-mati.
2. Tiga pedang Zoro belum mencapai tahap Black Blade

Zoro menggunakan Wado Ichimonji. (dok. Toei Animation/One Piece) Ada satu hal lain yang membuat saya merasa Zoro masih belum mencapai puncaknya: belum ada satu pun pedangnya yang menjadi Kokuto atau Black Blade.
Kokuto terasa sangat eksklusif di dunia One Piece.
Sejauh yang diketahui, dua pedang yang telah menjadi Black Blade permanen adalah Shusui milik Shimotsuki Ryuma dan Yoru milik Dracule Mihawk.
Dan menariknya, keduanya merupakan pedang milik pendekar pedang yang reputasinya berada di puncak ilmu pedang.
Ini membuat saya semakin curiga bahwa penciptaan Kokuto mungkin berkaitan dengan pencapaian tingkat tertinggi dalam jalan seorang pendekar pedang.
Memang, ada satu pengecualian menarik.
Shanks pernah berduel dengan Mihawk secara seimbang pada masa lalu meskipun Gryphon miliknya bukan Kokuto.
Namun Shanks memiliki salah satu Haoshoku Haki paling dahsyat yang pernah diperlihatkan dalam cerita.
Zoro saat ini belum menunjukkan penguasaan Haki pada tingkat tersebut.
Jadi kalau Zoro ingin benar-benar menyamai Mihawk, ia mungkin masih membutuhkan satu perkembangan besar lagi, entah berupa penguasaan Haki yang jauh lebih matang, penciptaan Kokuto, atau bahkan kombinasi keduanya.
Ini tentu masih teori. Black Blade belum pernah secara resmi disebut sebagai syarat untuk menjadi swordsman terkuat.
Namun fakta bahwa Ryuma dan Mihawk adalah dua contoh yang kita ketahui membuat hubungan tersebut terasa semakin menarik.
3. Zoro mungkin masih membutuhkan satu-dua lawan tangguh lagi

Ethanbaron V. Nusjuro lawan Roronoa Zoro. (Dok. Toei Animation, Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece) Ada pola menarik dalam perkembangan Zoro.
Ia sering mendapatkan lompatan kekuatan setelah menghadapi lawan yang memaksanya menembus batas.
Saat melawan Kaido, misalnya, Zoro mulai mengeluarkan Haoshoku Haki tanpa benar-benar memahami kemampuan tersebut.
Ketika menghadapi King, ia kemudian mengembangkan gaya King of Hell dan semakin memahami bagaimana memanfaatkan Enma.
Sekarang di Elbaph, Zoro kembali menghadapi situasi yang memaksanya memahami Haoshoku Haki dengan lebih sadar setelah berhadapan dengan ancaman dari Nerona Imu dan Kesatria Dewa.
Jadi saya tidak akan kaget kalau sebelum duel final melawan Mihawk, Zoro masih mendapatkan satu atau dua pertarungan besar lagi.
Dan sebenarnya kandidatnya cukup menarik.
Ada:
Masing-masing bisa memberikan pengalaman yang berbeda kepada Zoro.
S-Hawk bisa memberinya gambaran mengenai gaya bertarung yang berasal dari Mihawk.
Nusjuro bisa menjadi ujian melawan swordsman dengan senjata kelas tertinggi dan kekuatan supernatural.
Shiryu bisa memaksanya menghadapi lawan yang mengandalkan tipu daya dan kemampuan menghilang.
Sementara Shanks bisa menjadi ujian luar biasa untuk adu pedang dan Haoshoku Haki.
Dengan kata lain, Zoro mungkin tidak membutuhkan power-up yang tiba-tiba.
Ia mungkin hanya membutuhkan lebih banyak pengalaman bertarung di level tertinggi.
4. Zoro mungkin belum berada di level Mihawk, tetapi jaraknya sudah semakin dekat

Momen pertarungan Zoro lawan Mihawk. (Dok. Toei Animation/One Piece) Jadi, apakah Zoro sekarang sudah siap melawan Mihawk?
Menurut saya, belum sepenuhnya.
Namun perbedaannya dengan Zoro yang lama, yang kalah dari Mihawk di Baratie, sangat besar.
Dulu Mihawk bisa mengalahkan Zoro dengan mudah bahkan ketika hanya menggunakan pisau kecil.
Sekarang?
Saya sangat curiga kalau Zoro melawan Mihawk lagi sekarang juga, Mihawk tidak akan bisa memperlakukannya seperti di Baratie.
Zoro sudah memiliki kekuatan fisik yang jauh lebih besar, tiga pedang yang sangat kuat, pengalaman bertarung melawan monster seperti Kaido dan King, serta Haoshoku Haki.
Mihawk kemungkinan masih menjadi lawan yang lebih kuat.
Namun kali ini, Mihawk mungkin harus benar-benar mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
Dan itu justru yang membuat saya merasa Zoro sudah semakin dekat dengan mimpinya.
Ia mungkin hanya membutuhkan satu atau dua pertarungan sengit lagi untuk menyempurnakan fondasi yang sudah dibangunnya selama ini.
Penguasaan Haoshoku Haki harus matang.
Ilmu pedangnya harus mencapai tingkat yang lebih tinggi.
Dan mungkin... salah satu pedangnya harus menjadi Kokuto.
Setelah semua itu tercapai, barulah Zoro benar-benar bisa berdiri di hadapan Mihawk bukan sebagai murid yang ingin menantang gurunya, tetapi sebagai swordsman yang layak memperebutkan gelar World's Strongest Swordsman.
Dan kalau saat itu tiba?
Pertarungan Zoro vs Mihawk akan menjadi jauh lebih dari sekadar rematch Baratie.
Itu akan menjadi pertarungan untuk menentukan siapa pendekar pedang terhebat di dunia.



















