Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Gol D. Roger versi dewasa dan versi muda. (Dok. Toei Animation)
Gol D. Roger versi dewasa dan versi muda. (Dok. Toei Animation)

Intinya sih...

  • Gol D. Roger tidak pernah memiliki pedang hitam permanen, meski memiliki Haki legendaris dan pengalaman tempur puluhan tahun.

  • Rocks D. Xebec, pendekar pedang dengan kekuatan destruktif brutal, juga tidak mencapai status pedang hitam permanen hingga kematiannya.

  • Kozuki Oden, samurai terkuat Wano, juga tidak pernah memiliki pedang hitam permanen, memunculkan pertanyaan besar tentang syarat yang diperlukan untuk mencapainya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di dunia One Piece, pedang hitam permanen bukan sekadar simbol kekuatan. Itu terasa sebagai petunjuk bahwa pemiliknya telah mencapai puncak ilmu pedang itu sendiri.

Sejauh ini, hanya dua bilah yang tercatat benar-benar mencapai tahap tersebut, Shusui milik Ryuma dan Yoru milik Dracule Mihawk. Dan dua pendekar itu memang punya reputasi pendekar pedang terhebat di era masing-masing.

Yang menarik, pedang bilah hitam itu tidak otomatis dimiliki oleh semua pendekar terkuat. Bahkan nama-nama legendaris dengan kekuatan tak terbantahkan, pengalaman tempur puluhan tahun, dan penguasaan Haki tingkat tinggi, justru mati tanpa pernah menghitamkan permanen pedangnya.

Lalu, siapa saja pendekar hebat One Piece yang hingga akhir hayatnya tak pernah memiliki pedang hitam?

Mari kita absen satu per satu.

1. Gol D. Roger

Gol D. Roger One Piece

Kasus Gol D. Roger adalah salah satu yang paling menonjol.

Pedang miliknya, Ace, memang kerap terlihat menghitam karena Haki saat pertarungan besar. Namun, perubahan itu jelas bersifat sementara, hanya terjadi ketika Ace dilapisi Haki Roger.

Artinya, Ace tidak pernah benar-benar menjadi pedang hitam permanen seperti Shusui atau Yoru.

Roger pun wafat tanpa pernah meninggalkan pedang hitam sejati.

Fakta ini penting, karena Roger adalah bantahan dari teori sederhana “pedang hitam tercipta karena Haki”. Ia memiliki Haoshoku Haki tingkat legendaris, Busoshoku Haki yang luar biasa kuat, serta pengalaman tempur puluhan tahun melawan musuh kelas atas. Roger hampir selalu melapisi pedangnya dengan Haki saat bertarung serius. Namun semua itu tetap tidak cukup untuk mengubah Ace menjadi bilah hitam permanen.

Kasus Roger seolah menjadi petunjuk keras dari Oda: pedang hitam bukan hasil konsistensi melapisi Haki semata, melainkan sesuatu yang lain.

2. Rocks D. Xebec

Rocks D. Xebec tumbang. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Flashback di arc Elbaph mengungkap fakta menarik: Rocks D. Xebec, figur legendaris yang selama ini diselimuti misteri, ternyata adalah seorang pendekar pedang.

Tebasannya digambarkan memiliki daya hancur masif, bahkan disamakan dengan tembakan meriam. Ditambah lagi, Xebec memiliki Haoshoku Haki tingkat ekstrem, yang ketika dilapisi ke serangannya menjadikannya sosok dengan kekuatan destruktif brutal.

Begitu brutal sampai Figarland Garling pun tumbang di hadapannya.

Namun ada satu hal yang mencolok.

Hingga kematiannya yang tragis, Xebec tidak pernah mencapai pedang hitam permanen, nasib yang sama dengan rival abadinya, Gol D. Roger. Padahal, jika bicara soal kekuatan mentah dan kualitas Haki, Xebec jelas berada di jajaran tertinggi dunia One Piece.

Kasus Xebec kembali menegaskan satu pola penting: pedang hitam permanen bukanlah hasil kekuatan besar atau Haki luar biasa semata. Ada syarat lain yang kita belum tahu.

3. Kozuki Oden

Kozuki Oden (dok. Toei Animation/One Piece)

Semasa hidupnya, Kozuki Oden bisa dibilang sebagai samurai terkuat Wano. Ia adalah pria yang nyaris membunuh Kaido, aksi yang mungkin benar-benar tercapai andai tidak ada distraksi dari Kurozumi Higurashi.

Haki Oden luar biasa, sementara kekuatan fisiknya sudah terasa abnormal sejak masa kanak-kanak. Bahkan Kaido, makhluk terkuat di dunia, memiliki bekas luka permanen dari tebasan pedangnya.

Namun ironisnya, hingga akhir hayatnya, tak satu pun dari dua pedang Oden (Enma maupun Ame no Habakiri) pernah mencapai status pedang hitam permanen.

Fakta ini kembali memancing pertanyaan besar. Jika kekuatan, Haki, dan pencapaian tempur bukan penentunya, lalu apa yang kurang?

Kini, Enma berada di tangan Roronoa Zoro. Apakah Zoro yang kelak akan mengukir sejarah Enma sebagai pedang hitam?

4. Pedro

Pedro (dok. Toei Animation/One Piece)

Pedro dari suku Mink adalah salah satu pendekar yang kerap luput dari pembahasan besar, padahal kemampuannya tidak bisa dianggap remeh. Ia memiliki teknik pedang yang solid, kecepatan tinggi khas Mink, serta pengalaman tempur panjang sebagai anggota Nox Pirates.

Namun kisahnya berakhir tragis. Pedro memilih mengorbankan nyawanya demi membantu Bajak Laut Topi Jerami meloloskan diri dari Whole Cake Island, sebuah keputusan yang menegaskan bahwa perannya bukan sebagai penakluk, melainkan sebagai pelindung jalan bagi generasi berikutnya.

Hingga kematiannya, pedang Pedro tidak pernah mencapai status bilah hitam permanen.

5. Shimotsuki Ushimaru

Shimotsuki Ushimaru (dok. Toei Animation/One Piece)

Shimotsuki Ushimaru adalah kasus yang unik dan ironis. Ia merupakan keturunan langsung Shimotsuki Ryuma, satu dari dua sosok legendaris yang tercatat berhasil mengukir pedang bilah hitam permanen. Secara garis darah, Ushimaru mewarisi nama keluarga yang berat.

Namun sejarah berkata lain.

Ushimaru gugur dalam upaya melawan Kaido, bersama dua daimyo Wano lainnya: Fugetsu Omusubi dan Uzuki Tempura.

Meski gagal menjatuhkan sang Yonko, pengorbanan mereka membuka jalan bagi Yamato kecil, yang dikurung bersama mereka, untuk akhirnya bisa meloloskan diri.

Yang mencolok, tidak ada indikasi sedikit pun bahwa pedang Ushimaru pernah mencapai status bilah hitam permanen. Padahal, dari segi kemampuan, ia jelas berada di jajaran samurai Wano kelas atas.

Kasus Ushimaru menegaskan satu hal penting: keturunan darah, nama besar, bahkan bakat alami tidak menjamin tercapainya pedang hitam.

6. Ashura Doji

Ashura Doji (Dok. Toei Animation/One Piece)

Ashura Dōji adalah salah satu anggota Akazaya Nine yang sejak awal terasa paling ganas. Di masa lalu, saat masih dikenal sebagai bandit gunung, ia dan kelompoknya mampu membuat Kozuki Oden berdarah-darah.

Sebuah pencapaian langka, meski pada akhirnya mereka tetap kalah telak. Reputasi itu berlanjut ketika Ashura hidup sebagai bandit bernama Shutenmaru, hingga ia terbukti mampu melukai Jack, salah satu All-Star dari kelompok Kaido.

Ashura kemudian kembali mengangkat pedang sebagai salah satu Akazaya Nine dan turut menghadapi Kaido di Onigashima. Namun nasibnya berakhir tragis. Ashura gugur saat melindungi rekan, rekannya dari ledakan yang diciptakan “Kozuki Oden palsu” hasil karya Kanjuro, dengan mendorong Oden palsu itu.

Meski kekuatannya tidak diragukan dan perjalanan hidupnya penuh pertarungan brutal, Ashura Dōji, seperti Oden, tidak pernah mencapai status pedang hitam permanen.

7. Edward Newgate

Edward Newgate (One Piece)

Edward Newgate layak masuk dalam daftar ini, meski senjatanya secara teknis bukan pedang. Murakumogiri, senjata ikonik miliknya, tetap tercatat sebagai Meito, bahkan berada di tingkat tertinggi, Saijō Ō Wazamono, yang jumlahnya hanya dua belas di seluruh dunia.

Dan jika bicara soal kekuatan, nyaris tak ada yang bisa menandingi Shirohige di masa jayanya. Ia dijuluki Manusia Terkuat di Dunia, memiliki Haoshoku Haki kelas atas, serta kekuatan Buah Iblis yang mampu mengguncang dunia. Setiap ayunan Murakumogiri di tangannya bisa jadi ancaman berskala bencana.

Namun fakta tetap berbicara. Hingga kematiannya, Murakumogiri tidak pernah mencapai status bilah hitam permanen.

Kasus Shirohige kembali menegaskan kesimpulan yang sama: bahkan kekuatan fisik tertinggi di dunia, gelar legendaris, dan senjata Meito kelas puncak tidak otomatis berujung pada pedang hitam.

Editorial Team