Rimoshifu Killingham unggul dari Sanji (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha/One Piece)
Berbeda dengan Sommers yang tampaknya mulai kehilangan keberanian untuk menghadapi Zoro, Killingham dan proyeksi Dewa Hujan Zaza masih menjadi ancaman serius bagi Sanji dan sekutunya.
Apa sebenarnya yang kurang dari Sanji? Yang menghambatnya menguasai Haoshoku Haki?
Ada sesuatu yang menarik di akhir bab ini: Ivankov menyebut bahwa Sanji memiliki kelemahan yang sangat fatal.
Apa sebenarnya kelemahan tersebut?
Bab ini berakhir sebelum Ivankov menjelaskannya lebih lanjut. Menariknya, Sanji juga tampak berusaha mengubur ingatannya tentang momen ketika Ivankov pernah membahas persoalan tersebut.
Namun, ada petunjuk menarik yang mungkin berkaitan dengan kelemahan Sanji.
Ia teringat ucapan Scopper Gaban sebelumnya: “Sebenarnya kau memiliki potensi, namun entah kenapa kau memiliki kecenderungan untuk menyiksa dirimu sendiri.”
Sanji sendiri merasa bahwa ia tidak pernah melakukan hal semacam itu. Namun, Oda kemudian memperlihatkan serangkaian memori yang justru menunjukkan sebaliknya!
Kita melihat berbagai momen ketika Sanji bersedia mengorbankan dirinya sendiri demi melindungi orang lain. Ia bahkan kerap menyuruh teman-temannya pergi lebih dahulu sementara dirinya memilih bertahan untuk menghadapi ancaman.
Memori dari Whole Cake Island terasa sangat penting dalam konteks ini. Saat itu, Sanji memilih menanggung penderitaannya sendiri. Ia bahkan sempat berkata: “Kukira kematianku sudah cukup untuk mengakhiri semua ini.”
Kalimat tersebut menggambarkan pola pikir Sanji yang menarik sekaligus menyedihkan. Ia begitu terbiasa memikirkan keselamatan orang lain sampai-sampai menganggap pengorbanan dirinya sendiri sebagai solusi yang wajar.
Karena itu, saya tidak akan terkejut jika kelemahan fatal yang ingin diungkap Ivankov ternyata berkaitan dengan kecenderungan Sanji untuk terlalu siap mengorbankan dirinya sendiri.
Bisa jadi, sifat yang selama ini membuat Sanji menjadi sosok yang sangat peduli kepada teman-temannya justru menjadi penghalang ketika ia harus berkembang lebih jauh sebagai petarung.
Namun, masih ada satu pertanyaan yang mengganjal: mengapa Sanji sampai berusaha mengubur ingatannya tentang momen bersama Ivankov tersebut?
Apakah karena pengalaman latihannya di Kamabakka Kingdom begitu tidak konvensional hingga ia enggan mengingatnya kembali? Atau justru Ivankov pernah mengatakan sesuatu yang lebih serius tentang dirinya, sesuatu yang belum siap Sanji hadapi?
Untuk sekarang, kita masih harus menunggu penjelasan lebih lanjut. Namun, jika ucapan Gaban dan memori Sanji memang sengaja dihubungkan oleh Oda, kelemahan terbesar Sanji mungkin bukan karena ia kurang peduli kepada orang lain. Justru karena ia terlalu sering menganggap dirinya sendiri sebagai orang yang paling pantas menanggung penderitaan.