Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pembahasan One Piece 1195, Nefertari Lili Pernah di Elbaph??
Shepherd Sommers dikejar Roronoa Zoro. (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha/One Piece)
  • Zoro mulai memahami penggunaan Haoshoku Haki, membuat Sommers memilih kabur dan hasil pertarungan mereka masih belum diperlihatkan.

  • Gunko masih mengingat Brook dan masa lalunya, tetapi memilih menjauh setelah ingatannya tentang Esperia kembali muncul.

  • Nama Lili dan memori Sanji tentang Ivankov membuka misteri baru yang penjelasannya masih ditunggu pada bab berikutnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
berabad-abad

Sebuah kotak disebut tidak disentuh selama berabad-abad sebelum kini dibutuhkan.

dua tahun

Sanji menjalani latihan di Pulau Momoiro setelah terpisah dari kru Topi Jerami selama dua tahun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pembahasan One Piece 1195 menyoroti perkembangan Zoro, kondisi Gunko, misteri Lili, serta memori Sanji tentang Ivankov.
  • Who?
    Zoro, Sommers, Gunko, Brook, Biblo, Robin, Saul, Chopper, Sanji, Killingham, Ivankov, dan Lili terlibat dalam perkembangan cerita.
  • Where?
    Peristiwa berlangsung di Elbaph, Pulau Momoiro, serta sebuah pulau tempat Biblo menunjukkan kotak misterius.
  • When?
    Peristiwa dibahas dalam One Piece 1195, setelah kejadian pada One Piece 1194.
  • Why?
    Sommers melarikan diri setelah Zoro memahami Haoshoku Haki. Gunko menjauh setelah ingatannya tentang Brook dan Esperia kembali muncul.
  • How?
    Zoro mengejar Sommers, Brook mengingatkan Gunko tentang gaya pedang yang pernah diajarkannya, dan Sanji teringat memori tentang Ivankov.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Zoro mulai mengerti Haoshoku Haki dan Sommers memilih lari. Gunko masih ingat Brook, tetapi ia menangis dan pergi karena masa lalunya terasa berat. Biblo juga bercerita tentang Lili dan sebuah kotak lama. Sanji mengingat Pulau Momoiro dan Ivankov, tetapi kelemahannya belum dijelaskan sampai sekarang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bab ini memperlihatkan perkembangan penting pada beberapa karakter sekaligus. Zoro mulai memahami kekuatannya, Gunko mendapat ruang untuk menunjukkan sisi emosionalnya, sementara petunjuk tentang Lili dan masa lalu Sanji memperluas misteri cerita. Meski sejumlah jawaban belum tersedia, perkembangan tersebut membuat hubungan antarkarakter dan sejarah masa lalu semakin terbuka untuk ditelusuri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

One Piece 1194 berakhir dengan momen yang bikin penasaran: Roronoa Zoro akhirnya memahami sesuatu yang selama ini luput darinya soal Haoshoku Haki!

Lalu, apa yang terjadi dalam One Piece 1195? Ada perkembangan menarik dari Zoro, nasib Gunko yang semakin tragis, hingga petunjuk misterius soal perempuan bernama Lili.

Dan yang tak kalah menarik, Sanji ternyata masih menyimpan sesuatu dari masa lalunya di Pulau Momoiro!

Berikut pembahasan One Piece 1195!

1. Sommers Sadar Dirinya Akan Kalah

Shepherd Sommers dikejar Roronoa Zoro. (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha/One Piece)

Sommers tampaknya menyadari bahwa situasinya sudah berubah drastis setelah Zoro memahami cara menggunakan Haoshoku Haki.

Bahkan, Zoro sendiri mengakui dalam hati, “Aku paham sekarang.”

Momen ini terasa penting karena Zoro akhirnya mulai memahami sesuatu yang sebelumnya belum sepenuhnya ia mengerti. Bukan sekadar memiliki Haoshoku Haki, melainkan memahami kekuatan tersebut dengan lebih baik.

Dan bagaimana reaksi Sommers? Alih-alih melawan, ia memilih kabur! Sepertinya instingnya sudah memberi tahu bahwa peluangnya untuk menang melawan Zoro semakin tipis. Zoro pun mengejarnya dan melancarkan serangan dengan senyum penuh keyakinan.

Menariknya, mata kanan Zoro terlihat memiliki efek bercahaya ketika ia mengejar Sommers. Apakah efek itu sekadar penekanan visual untuk menggambarkan perubahan Zoro, atau ada sesuatu yang lebih spesifik? Kita masih perlu menunggu penjelasan lebih lanjut.

Setelah itu, kita diperlihatkan teriakan Sommers, tetapi cerita langsung beralih ke kelompok lain. Jadi, hasil akhirnya belum diperlihatkan secara gamblang. Sebelumnya, saya sempat menduga bahwa Oda akan membuat Sommers dan Killingham mengalami kekalahan dalam rentang waktu yang berdekatan.

Cara bab ini menyajikan pengejaran Zoro terhadap Sommers terasa cocok dengan kemungkinan tersebut. Apalagi, kalau Zoro benar-benar sudah menemukan cara untuk memaksimalkan Haoshoku Haki-nya, Sommers mungkin memang tidak punya banyak pilihan selain melarikan diri.

2. Situasi Pahit Gunko

Manmayer Gunko menangis. (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha/One Piece)

Gunko akhirnya bangkit, dan tampaknya ia sedang tak dikendalikan Imu.

Hal ini tidak terlalu mengejutkan, mengingat Imu sedang sibuk menghadapi berbagai masalah lain di Elbaph.

Namun, bagian paling menarik bukanlah soal kondisi Gunko, melainkan reaksinya ketika kembali berhadapan dengan Brook. Apakah Gunko masih mengingat Brook? Oh, iya. Ia masih mengingatnya, meskipun Brook sekarang sudah menjadi tengkorak! Ketika ingatannya tentang Esperia kembali muncul, Gunko terlihat menangis.

Ia tampak sangat menderita, tetapi di tengah air mata dan tubuh yang gemetar, ia tetap menegaskan identitasnya sebagai Gunko dari keluarga Manmayer.

Kemudian, ketika Brook mulai menyanyikan lagunya, Gunko bahkan mencoba menyerangnya. Namun, situasinya berubah ketika Brook mengingatkan bahwa gaya pedang yang digunakan Gunko merupakan gaya yang pernah ia ajarkan. Gunko lalu mengenakan topinya, menegaskan bahwa dirinya tidak mengenal Brook, dan memilih melarikan diri.

Adegan ini terasa menyedihkan karena Gunko seolah-olah masih mengingat hubungan mereka, tetapi tidak sanggup menghadapinya. Perlu diingat, Gunko sudah menghabiskan banyak dekade sebagai kaki tangan Imu. Ia bukan hanya kehilangan sebagian besar kehidupannya, tetapi juga telah melakukan berbagai tindakan mengerikan selama berada di bawah kendali tersebut.

Bahkan, saya menduga Gunko masih mengingat apa yang terjadi ketika ia dipengaruhi Domi Reversi, termasuk saat membunuh Reuven dan menusuk Brook. Apakah ia benar-benar mengingat seluruh kejadian itu atau hanya sebagian, masih perlu dikonfirmasi. Jika ingatan tersebut memang masih ada, penderitaan Gunko menjadi semakin masuk akal. Ia bukan hanya harus menghadapi masa lalunya bersama Brook, tetapi juga kemungkinan rasa bersalah atas tindakan yang dilakukannya ketika dirinya tidak sepenuhnya bebas. Karena itu, saya menafsirkan reaksinya sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar penyangkalan.

Jangan-jangan Gunko merasa dirinya sudah tidak pantas lagi berinteraksi dengan Brook. Ia masih mengingat orang yang pernah dekat dengannya, tetapi justru memilih menjauh ketika Brook berusaha menjangkaunya. Dan itulah yang membuat adegan ini terasa begitu pahit. Brook mungkin ingin mengembalikan hubungan mereka, tetapi Gunko sendiri belum tentu sanggup menerima bahwa dirinya masih bisa disambut oleh orang dari masa lalunya.

3. “Di Masa Lampau, Perempuan Bernama Lili Tinggal di Pulau Ini”

Biblo bercerita soal Lili. (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha/One Piece)

Salah satu misteri baru dalam bab ini muncul ketika Biblo menunjukkan sebuah kotak kepada Robin, Saul, dan Chopper. Apa sebenarnya isi kotak tersebut? Untuk sekarang, kita belum diperlihatkan jawabannya.

Petunjuk yang ada justru datang dari pertanyaan Saul: "Inikah benda yang sudah ada di sini berabad-abad? Dan... kita benar-benar membutuhkannya sekarang?

Biblo kemudian menceritakan, dengan bantuan terjemahan Chopper, bahwa dahulu kala ada seorang perempuan bernama Lili yang tinggal di pulau tersebut.

Tentu saja, nama Lily langsung membuat pembaca teringat pada Nefertari D. Lili! Ia merupakan leluhur keluarga Nefertari yang termasuk dalam kelompok pendiri Pemerintah Dunia, tetapi menolak menetap di Mary Geoise dan tidak pernah kembali ke Arabasta.

Apakah perempuan yang disebut Biblo benar-benar Nefertari D. Lili? Itu masih belum bisa dipastikan.

Namun, kemunculan nama tersebut jelas mengundang banyak pertanyaan, terutama karena cerita tentangnya muncul bersamaan dengan sebuah benda yang telah disimpan selama berabad-abad.

Kita tentu perlu menunggu bab berikutnya untuk mengetahui hubungan antara Lili, pulau tersebut, dan isi kotak misterius itu. Namun, ada satu dugaan yang menurut saya menarik.

Bagaimana kalau isi kotak itu adalah senjata pusaka milik keluarga Nefertari?

Jika teori ini benar, benda tersebut bisa menjadi peninggalan yang berkaitan dengan salah satu dari dua puluh keluarga pendiri Pemerintah Dunia. Lebih menarik lagi jika senjata itu merupakan sesuatu yang tidak pernah berada dalam kendali Imu.

Ingat, senjata Nerona Imu hanya 19. Kita tahu bahwa keluarga Nefertari memiliki hubungan penting dengan sejarah pendirian Pemerintah Dunia, sementara Lili sendiri menyimpan misteri besar terkait Void Century.

Jadi, benda yang ditinggalkannya mungkin bukan sekadar pusaka biasa, melainkan sesuatu yang bisa membantu mengungkap sejarah yang selama ini disembunyikan.

Tentu, ini masih spekulasi. Belum ada bukti bahwa kotak tersebut berisi senjata, apalagi senjata milik Lili. Namun, kalau benar demikian, penemuan ini bisa menjadi petunjuk penting bagi Robin dan kawan-kawan dalam mengungkap rahasia masa lalu.

4. Sanji Masih Terdesak

Rimoshifu Killingham unggul dari Sanji (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha/One Piece)

Berbeda dengan Sommers yang tampaknya mulai kehilangan keberanian untuk menghadapi Zoro, Killingham dan proyeksi Dewa Hujan Zaza masih menjadi ancaman serius bagi Sanji dan sekutunya.

Apa sebenarnya yang kurang dari Sanji? Yang menghambatnya menguasai Haoshoku Haki?

Ada sesuatu yang menarik di akhir bab ini: Ivankov menyebut bahwa Sanji memiliki kelemahan yang sangat fatal.

Apa sebenarnya kelemahan tersebut?

Bab ini berakhir sebelum Ivankov menjelaskannya lebih lanjut. Menariknya, Sanji juga tampak berusaha mengubur ingatannya tentang momen ketika Ivankov pernah membahas persoalan tersebut.

Namun, ada petunjuk menarik yang mungkin berkaitan dengan kelemahan Sanji.

Ia teringat ucapan Scopper Gaban sebelumnya: “Sebenarnya kau memiliki potensi, namun entah kenapa kau memiliki kecenderungan untuk menyiksa dirimu sendiri.”

Sanji sendiri merasa bahwa ia tidak pernah melakukan hal semacam itu. Namun, Oda kemudian memperlihatkan serangkaian memori yang justru menunjukkan sebaliknya!

Kita melihat berbagai momen ketika Sanji bersedia mengorbankan dirinya sendiri demi melindungi orang lain. Ia bahkan kerap menyuruh teman-temannya pergi lebih dahulu sementara dirinya memilih bertahan untuk menghadapi ancaman.

Memori dari Whole Cake Island terasa sangat penting dalam konteks ini. Saat itu, Sanji memilih menanggung penderitaannya sendiri. Ia bahkan sempat berkata: “Kukira kematianku sudah cukup untuk mengakhiri semua ini.”

Kalimat tersebut menggambarkan pola pikir Sanji yang menarik sekaligus menyedihkan. Ia begitu terbiasa memikirkan keselamatan orang lain sampai-sampai menganggap pengorbanan dirinya sendiri sebagai solusi yang wajar.

Karena itu, saya tidak akan terkejut jika kelemahan fatal yang ingin diungkap Ivankov ternyata berkaitan dengan kecenderungan Sanji untuk terlalu siap mengorbankan dirinya sendiri.

Bisa jadi, sifat yang selama ini membuat Sanji menjadi sosok yang sangat peduli kepada teman-temannya justru menjadi penghalang ketika ia harus berkembang lebih jauh sebagai petarung.

Namun, masih ada satu pertanyaan yang mengganjal: mengapa Sanji sampai berusaha mengubur ingatannya tentang momen bersama Ivankov tersebut?

Apakah karena pengalaman latihannya di Kamabakka Kingdom begitu tidak konvensional hingga ia enggan mengingatnya kembali? Atau justru Ivankov pernah mengatakan sesuatu yang lebih serius tentang dirinya, sesuatu yang belum siap Sanji hadapi?

Untuk sekarang, kita masih harus menunggu penjelasan lebih lanjut. Namun, jika ucapan Gaban dan memori Sanji memang sengaja dihubungkan oleh Oda, kelemahan terbesar Sanji mungkin bukan karena ia kurang peduli kepada orang lain. Justru karena ia terlalu sering menganggap dirinya sendiri sebagai orang yang paling pantas menanggung penderitaan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article