Pendapat Usopp soal kebebasan Luffy (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha/One Piece)
One Piece 1192 dibuka dengan Nerona Imu yang masih terluka akibat serangan gabungan Hajrudin, Loki, dan Luffy di akhir bab 1191.
Jadi, bertambah lagi satu serangan yang terlihat benar-benar berdampak kepada Imu.
Tapi serangan itu bukan akhir dari semuanya.
Loki dan Luffy terus menyerang Imu, sementara Hajrudin cukup bijak untuk tidak langsung ikut maju dan mempertaruhkan dirinya, yang secara kekuatan jauh di bawah Loki dan Luffy.
Gaban tetap merasa tindakan Luffy bertarung bukan langkah yang tepat.
Ia bahkan meminta Hajrudin membawa Luffy kabur karena pesimis Luffy masih bisa bertarung dengan cedera yang dideritanya.
Lalu Usopp dengan keren justru menampik gagasan tersebut.
Ketika Gaban mencoba mengatakan bahwa Luffy bahkan tidak punya alasan untuk terus bertarung, Usopp mengingat kembali perjalanan mereka bersama para raksasa.
Dua tahun lalu di Little Garden, jalan mereka dibuka oleh Dorry dan Brogy. Di Enies Lobby, Oimo dan Kashii membantu mereka.
Dan sekarang, Usopp mengatakan bahwa Hajrudin dan krunya adalah anak buahnya.
Walaupun Hajrudin langsung mengoreksi bahwa mereka adalah anak buah Topi Jerami, bukan Usopp seorang.
Namun inti ucapan Usopp jelas. Ia tidak akan berpaling dari para raksasa yang selama ini sudah begitu banyak membantunya.
Gaban kemudian mencoba menyampaikan bahwa penampilan Luffy sekarang mirip dengan seorang dewa.
Tapi Usopp kembali menampiknya. Ia tidak peduli apakah Luffy dibandingkan dengan Roger, Nika, ataupun Joy Boy. Luffy adalah Luffy.
"Tak peduli sekalipun lawannya adalah 'dunia,' Luffy tetap memiliki kebebasan untuk memilih kematian yang tidak akan mencoreng harga dirinya!"
Dan Usopp tidak mau ada pihak yang mencoba merenggut kebebasan Luffy dengan alasan apa pun.
Hajrudin bahkan terlihat tersenyum mendengar perkataan tersebut.
Menurut saya, ini menjadi salah satu bagian paling menarik dari bab 1192. Karena ucapan Usopp terasa seperti penegasan kembali terhadap tema utama Luffy.
Ya, Luffy mungkin merupakan penerus Joy Boy. Ya, kekuatannya berkaitan dengan Nika.
Dan ya, ada kemungkinan besar ia memiliki peran besar dalam takdir dunia.
Tapi semua itu tidak menghapus fakta bahwa Luffy tetaplah Luffy. Ia bukan sekadar "chosen one" yang bergerak karena sudah ditentukan oleh takdir. Ia tetap seorang bajak laut yang memilih sendiri siapa yang ingin ia bantu dan kapan ia ingin bertarung.
Dan justru karena itu, ia tetap bebas.