Serangan Sansho Gokoku diluncurkan Loki, Luffy, Hajrudin. (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha/One Piece)
Bagian ini mungkin merupakan salah satu momen paling penting untuk hubungan Hajrudin dan Loki.
Gaban mengatakan bahwa Imu abadi.
Karena itu, ia meminta Hajrudin membantu Luffy melarikan diri.
Tetapi Luffy menolak.
Yang lucu, Luffy baru saja ditusuk Vohu sampai tubuhnya tembus, tetapi dia malah mengatakan bahwa dirinya sedang memulihkan diri.
Gaban tentu saja merasa pernyataan itu tidak masuk akal.
Menurutnya, menjelang akhir bab, Luffy justru menyatakan bahwa dirinya sudah pulih.
Entah apakah ini benar-benar kemampuan regenerasi Nika, efek dari kondisi fisik Luffy, atau sekadar Luffy merasa dirinya sudah bisa bertarung karena ia yakin dirinya bisa.
Kalau ternyata keyakinan Luffy memang memiliki hubungan dengan cara kekuatan Nika bekerja, maka potensinya bisa sangat menarik.
Seberapa jauh tubuh dan kekuatan Nika bisa "mengikuti" imajinasi Luffy?
Kita belum tahu.
Selain itu, Hajrudin menyatakan bahwa prajurit Elbaph tidak akan menyerah dan selalu siap mempertaruhkan nyawa dalam pertempuran besar.
Gaban memperingatkan bahwa Hajrudin bisa mati.
Jawaban Hajrudin?
"Sekalipun aku mati, masih ada Loki."
Dan kebetulan, "Masih Ada Loki" adalah judul bab ini.
Kalimat itu punya bobot lebih besar karena hubungan Hajrudin dan Loki selama ini sama sekali tidak sederhana.
Hajrudin tumbuh dalam bayang-bayang Loki, sempat membencinya, mencurigainya, bahkan menganggapnya sebagai ancaman terhadap Elbaph.
Namun sekarang?
Hajrudin justru mempercayai saudaranya.
Dan Loki pun muncul dengan jawaban: "Tepat sekali, saudaraku!"
Pada akhirnya, Luffy, Loki, dan Hajrudin menyerang bersama, melancarkan serangan kombinasi Sansho Gokoku.
Yang menarik dari serangan ini adalah kemunculan petir hitam Haoshoku Haki, kemungkinan berasal dari Luffy dan Loki.
Dan secara simbolis, ini terasa keren sekali.
Nika bersama dua putra Harald.
Satu adalah pewaris kekuatan yang pernah dimiliki Joy Boy. Dua lainnya adalah pewaris masa depan Elbaph.
Mereka bertiga kini mengarahkan serangan bersama-sama kepada sosok yang mengaku sebagai "dewa" dan telah mengendalikan dunia selama berabad-abad.
Kalau bab 1190 adalah bab yang menunjukkan Gaban membuktikan bahwa manusia tua masih bisa melukai dewa, maka 1191 terasa seperti bab yang mulai menyerahkan tongkat estafet kepada generasi berikutnya.
Dan sekarang pertanyaannya: seberapa besar dampak Sansho Gokoku terhadap Imu?