Shank mengadili Bartolomeo yang menginjak-injak bendera Red Hair Pirates (Dok. Toei/One Piece)
Di sisi lain, masalah besar justru menimpa Bartolomeo dan krunya.
Saat berada di Pulau Gartel, mereka harus berhadapan langsung dengan Shanks serta kelompoknya akibat tindakan ceroboh: membakar bendera Red Hair Pirates.
Awalnya, Bartolomeo dan krunya datang hanya untuk berdagang merchandise kelompok Topi Jerami. Namun, mereka justru ditertawakan oleh penduduk setempat karena pulau tersebut telah berada di bawah perlindungan Shanks. Melihat ada bendera Yonko lain, Bartolomeo tanpa pikir panjang memerintahkan anak buahnya untuk membakar bendera tersebut tanpa tahu kalau itu dianggap sebagai penghinaan besar bagi seorang Yonko.
Akibatnya, Bartolomeo pun dihajar habis-habisan sebelum akhirnya “diadili” oleh Shanks. Sebagai bentuk hukuman, ia bahkan diminta meracuni Monkey D. Luffy dalam waktu satu bulan menggunakan racun yang diberikan oleh Hongo.
Namun, loyalitas Bartolomeo benar-benar diuji di sini. Tanpa ragu, ia justru merebut botol tersebut dan meminumnya sampai habis, menunjukkan bahwa ia lebih memilih mati daripada harus membunuh idolanya sendiri. Beruntung, cairan itu ternyata bukan racun seperti yang ia kira. Tak hanya itu, Bartolomeo bahkan dilepaskan oleh Shanks begitu saja.
Namun tanpa sepengetahuan Bartolomeo, Yasopp kemudian menghancurkan kapal Bartolomeo hanya dengan satu tembakan. Hal itulah yang menjadi bentuk pertanggungjawaban fans Topi Jerami tersebut atas tindakan ceroboh mereka terhadap Yonko.
Usai kejadian tersebut, status Bartolomeo masih belum diketahui sampai sekarang.