Robin menghadapi Black Maria dalam wujud Demonio Fleur. (dok. Toei Animation/One Piece)
6. Nico Robin: Black Maria
Nico Robin punya kekuatan yang Oda sendiri seperti kesulitan mengolahnya.
Kalau Robin melawan musuh lemah, seperti sekumpulan prajurit tanpa nama Angkatan Laut atau Spandam, ia hanya butuh satu serangan untuk menang.
Tapi kalau melawan musuh yang tangguh Robin mendadak hanya bisa jadi pendukung.
Karena itu, kemenangan atas Black Maria terasa sangat signifikan.
Black Maria bukan lawan biasa. Ia adalah Tobi Roppo dengan kekuatan Zoan purba dan fisik yang dominan. Dalam pertarungan itu, Robin bukan cuma dituntut menan, ia dituntut bertahan tanpa mengandalkan orang lain. Terutama karena Brook yang bersamanya lebih fokus menghadapi ancaman lain untuk memastikan duel Robin lawan Black Maria tak diganggu.
Di sinilah kejutan muncul.
Robin memperlihatkan bahwa selama time-skip bersama Pasukan Revolusi, ia tidak hanya belajar sejarah dan intelijen. Ia juga mempelajari dasar-dasar Fish-Man Karate,.
Lalu datang momen puncaknya: Demonio Fleur.
Wujud raksasa berkulit gelap dan bersayap itu bukan sekadar transformasi. Seorang wanita yang sejak kecil dicap “Anak Iblis” kini benar-benar bisa menjelma menjadi iblis... tapi bukan sebagai korban stigma, melainkan sebagai kekuatan.
Dan dengan wujud itu, Robin mengalahkan Black Maria dalam adu kekuatan langsung.
Untuk pertama kalinya setelah lama, Robin mendapatkan kemenangan duel besar yang sepenuhnya miliknya, bukan sebagai pendukung, bukan sebagai target perlindungan, tapi sebagai petarung utama.