Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
9 Momen Topi Jerami Mendeklarasikan Luffy akan Jadi Raja Bajak Laut!
Nami dan Zoro Percaya Luffy akan jadi Raja Bajak Laut

Luffy sudah menyatakan sejak awal petualangannya bahwa ia ingin menjadi Raja Bajak Laut. Namun, ambisi sebesar itu tentu tidak akan berarti banyak jika orang-orang terdekatnya sendiri tidak mempercayainya.

Menariknya, para anggota Bajak Laut Topi Jerami berkali-kali menunjukkan keyakinan mereka terhadap impian sang kapten. Dalam berbagai situasi, mereka bahkan berani menyatakan bahwa Luffy akan menjadi Raja Bajak Laut ketika berhadapan dengan musuh yang jauh lebih kuat atau ketika nyawa mereka sendiri berada dalam bahaya.

Berikut sembilan momen ketika anggota Bajak Laut Topi Jerami secara langsung menunjukkan keyakinan bahwa Luffy akan menjadi Raja Bajak Laut.

1. Zoro Rela Mati demi Sang Calon Raja Bajak Laut

Zoro melindungi krunya dari Kuma. (dok. Toei Animation/One Piece)

Salah satu deklarasi paling awal dan paling ekstrem datang dari Roronoa Zoro di Thriller Bark. Setelah Luffy mengalahkan Gecko Moria, Bartholomew Kuma datang untuk mengambil kepala sang kapten.

Zoro yang sudah terluka parah menyadari bahwa Luffy tidak mampu melawan Kuma dalam kondisi tersebut. Ia kemudian menawarkan nyawanya sendiri sebagai pengganti Luffy. Ketika Kuma mempertanyakan mengapa Zoro rela mengorbankan ambisinya sebagai calon pendekar pedang terhebat, Zoro memberikan jawaban yang sangat tegas.

Ia mengatakan bahwa ambisinya tidak berarti apa-apa jika dirinya bahkan tidak mampu melindungi kaptennya, lalu menyebut Luffy sebagai pria yang akan menjadi Raja Bajak Laut.

2. Nami Mengatakannya meski Takut Dibunuh Ulti

Nami Mengatakan Luffy Akan jadi Raja Bajak Laut di depan Ulti

Salah satu deklarasi paling terkenal datang dari Nami di Wano. Ketika menghadapi Ulti, Nami berada dalam kondisi sangat buruk dan nyawanya terancam.

Ulti memberi Nami pilihan sederhana, menyangkal bahwa Luffy akan menjadi Raja Bajak Laut atau menghadapi kematian. Nami awalnya ketakutan dan menangis, tetapi ia tetap tidak mau berbohong mengenai impian kaptennya.

Nami akhirnya menyatakan bahwa Luffy akan menjadi Raja Bajak Laut. Dalam versi terjemahan yang umum digunakan, ia mengatakan bahwa Luffy tidak akan berhenti sampai menjadi Raja Bajak Laut.

Yang membuat momen ini sangat kuat adalah Nami sebenarnya tidak punya alasan untuk mempertaruhkan nyawanya demi sebuah jawaban. Namun, bahkan ketika kebohongan bisa menyelamatkannya, ia tetap tidak mau menyangkal impian Luffy.

3. Usopp Membela Impian Luffy di Alabasta

Usopp Membela Impian Luffy di Alabasta

Usopp punya salah satu momen paling emosionalnya ketika melawan Mr. 4 dan Miss Merry Christmas di Alabasta. Tubuhnya sudah dihajar habis-habisan dan kondisinya hampir tidak memungkinkan untuk melanjutkan pertarungan.

Ketika lawannya mengatakan bahwa Luffy sudah mati dan menertawakan impian sang kapten, Usopp justru bangkit. Ia menegaskan bahwa ada saat ketika seorang pria tidak boleh melarikan diri dari pertarungan, yaitu ketika impian temannya ditertawakan.

Usopp kemudian menyatakan bahwa Luffy tidak akan mati dan ia tahu Luffy akan menjadi Raja Bajak Laut. Ia bahkan tetap mempertahankan keyakinan tersebut ketika dirinya sendiri hampir tidak mampu berdiri.

4. Sanji Menolak Gagasan Luffy Harus Berada di Bawah Orang Lain

Sanji di Whole Cake Island. (Dok. Toei Animation/One Piece)

Ketika Sanji terlibat dalam rencana pernikahan politik dengan keluarga Big Mom, status Luffy sebagai kapten menjadi salah satu alasan Sanji menolak tunduk kepada situasi tersebut.

Dalam percakapannya dengan Capone Bege, Sanji menegaskan bahwa kaptennya bukan orang yang akan bekerja di bawah orang lain. Ia kemudian menyatakan bahwa Luffy adalah pria yang akan menjadi Raja Bajak Laut.

Pernyataan ini menarik karena Sanji mengucapkannya ketika situasi sedang mengarah pada kemungkinan Luffy harus berhadapan dengan salah satu Yonko. Baginya, posisi Luffy sebagai calon Raja Bajak Laut membuat gagasan untuk menjadikan Luffy bawahan Big Mom terasa absurd.

5. Chopper Meyakinkan Anak-Anak di Punk Hazard

Chopper Marah di Punk Hazard One Piece

Chopper juga pernah menunjukkan keyakinannya kepada Luffy ketika berada di Punk Hazard. Saat menghadapi situasi yang membuat anak-anak di pulau tersebut ketakutan, Chopper berusaha meyakinkan mereka bahwa Caesar Clown bukanlah sosok yang perlu ditakuti.

Ia kemudian menggunakan Luffy sebagai contoh, menyebut kaptennya sebagai calon Raja Bajak Laut dan menegaskan bahwa Luffy jauh lebih kuat daripada yang mereka bayangkan.

Momen ini memang tidak sedramatis pengorbanan Zoro atau deklarasi Nami di hadapan Ulti. Namun, justru cocok dengan karakter Chopper. Ia mempercayai Luffy begitu kuat sampai menjadikan masa depan sang kapten sebagai sumber keberanian bagi orang lain.

6. Robin Menyebut Sanji sebagai Sayap Raja Bajak Laut

Robin vs Black maria di One Piece

Deklarasi Nico Robin di Onigashima sedikit berbeda dari anggota lainnya. Ia tidak secara langsung mengatakan "Luffy akan menjadi Raja Bajak Laut", tetapi menyebut posisi Sanji sebagai orang yang layak menjadi "sayap dari Raja Bajak Laut".

Saat melawan Black Maria, Robin ditanya mengapa ia masih mau membantu Sanji setelah Sanji meminta pertolongannya. Black Maria bahkan mengejek Sanji sebagai beban bagi kelompoknya.

Robin kemudian membalikkan ejekan tersebut. Ia menjelaskan bahwa Sanji adalah orang yang layak menjadi sayap Raja Bajak Laut sebelum melancarkan serangan besar kepada Black Maria.

7. Franky Menantang Big Mom demi Sang Calon Raja Bajak Laut

Franky Menabrak Big Mom di One Piece

Saat berada di Onigashima, Franky punya momen paling kocak sekaligus keren ketika berhadapan dengan Big Mom.

Nami menyuruh Franky melarikan diri karena mereka sedang berhadapan dengan seorang Yonko. Namun Franky justru mempertanyakan mengapa mereka harus lari hanya karena Big Mom adalah Yonko.

Ia kemudian bertanya kepada Nami apakah mereka datang ke Wano untuk membuat kapten mereka menjadi Raja Bajak Laut atau tidak. Setelah itu, Franky langsung menyerang Big Mom.

8. Brook Mengumumkan Luffy Akan Jadi Raja Bajak Laut di Sabaody

Konser Brook Soul King di Sabaody One Piece

Setelah time skip, Brook kembali ke Sabaody sebagai seorang superstar dengan nama Soul King. Ia bahkan memilih kepulauan tersebut sebagai tempat konser terakhir dalam tur musiknya sebelum kembali bergabung dengan kru Topi Jerami.

Namun, konser tersebut berubah ketika Marinir datang untuk menangkap Brook setelah mengetahui hubungannya dengan Bajak Laut Topi Jerami. Bukannya panik, Brook justru menggunakan kesempatan itu untuk menyampaikan pesan kepada para penggemarnya.

Di hadapan penonton, Brook mengungkap bahwa Luffy masih hidup dan suatu hari akan menjadi Raja Bajak Laut. Ia kemudian memainkan satu lagu terakhir sebelum meninggalkan panggung dan melarikan diri dengan bantuan Rosy Life Riders.

9. Jinbe Akan Bergabung dengan Calon Raja Bajak Laut

Jinbe vs Big Mom di One Piece

Momen Jinbe mungkin merupakan salah satu deklarasi paling berani. Di Whole Cake Island, Jinbe secara resmi menyatakan bahwa dirinya meninggalkan Bajak Laut Big Mom dan akan bergabung dengan Luffy.

Big Mom kemudian mencoba menggunakan kekuatan Soru Soru no Mi untuk mengambil umur Jinbe. Namun, kekuatannya tidak bekerja karena Jinbe sama sekali tidak takut kepadanya.

Jinbe kemudian menjelaskan bahwa seorang pria yang hendak bergabung dengan kru calon Raja Bajak Laut tidak seharusnya takut kepada seorang Yonko. Ia bahkan mengembalikan cawan sake sebagai simbol kepergiannya dari kru Big Mom.

Momen tersebut memperlihatkan bahwa keyakinan Jinbe kepada Luffy sudah begitu besar. Bahkan ancaman kehilangan nyawanya sendiri tidak membuatnya mempertanyakan apakah Luffy benar-benar mampu mencapai impiannya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article