Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Imu merasakan kekuatan Haoshoku Haki milik Joy Boy di Marijoa. (mangaplus.shueisha.co.ip/one piece)
Imu merasakan kekuatan Haoshoku Haki milik Joy Boy di Marijoa. (mangaplus.shueisha.co.ip/one piece)

Intinya sih...

  • Imu berlutut setelah merasakan Haki Joy Boy

  • Membunuh Saturn karena "Joy Boy" lolos, menegaskan bahwa Imu terancam oleh Joy Boy baru

  • Menyadari ada yang bisa membunuh Harald

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Imu disajikan sebagai sosok nyaris absolut di One Piece.

Bahkan 38 tahun lalu di God Valley, Imu mewujud lewat tubuh Jaygarcia Saturn dan menerima serangan gabungan dari enam legenda besar: Gol D. Roger, Monkey D. Garp, Rocks D. Xebec, Charlotte Linlin, Edward Newgate, dan Kaido, tanpa terlihat terdampak sedikit pun. Dia saat itu malah lebih memikirkan Eris dan Teach yang masih hidup.

Karena itu, setiap momen ketika Imu menunjukkan emosi negatif, terutama takut, jadi terasa penting.

Jika sosok sekuat Imu bisa terlihat goyah, maka ada sesuatu di dunia One Piece yang benar-benar mengancam eksistensinya.

Apa saja momen langka ketika Imu tampak khawatir?

Mari kita ulas satu per satu.

1. Bab 1122: Imu berlutut setelah merasakan Haki Joy Boy

Imu merasakan kekuatan Haoshoku Haki milik Joy Boy di Marijoa. (mangaplus.shueisha.co.ip/one piece)

Di bab 1122, Emet sang Robot Raksasa akhirnya melepas Haki Joy Boy yang telah lama disegel di dalam tubuhnya, demi memberi jalan kabur bagi Bajak Laut Topi Jerami dan Giant Warrior Pirates dari kepungan Gorosei.

Efeknya luar biasa.

Haki itu langsung menjatuhkan hampir seluruh Angkatan Laut di Egghead, memaksa tiga dari empat Gorosei yang tersisa diteleportasi paksa kembali ke Mary Geoise… dan yang paling mengejutkan: Imu berlutut.

Ini sosok yang 38 tahun lalu pernah “menerima” serangan gabungan enam legenda terbesar tanpa terlihat terguncang sama sekali. Namun kali ini, hanya dengan Haoshoku Haki Joy Boy, Imu tampak terpukul secara mental dan fisik.

Momen ini terasa seperti pengakuan diam-diam: apa pun yang Imu lakukan untuk “menangani” Joy Boy di masa lalu, rasa takut itu tidak pernah benar-benar hilang.

Dan sekarang, dengan kebangkitan Nika di diri Luffy, ancaman yang dulu hampir menjatuhkannya… telah kembali ke dunia.

2. Bab 1125: Membunuh Saturn karena "Joy Boy" lolos, menegaskan bahwa Imu terancam oleh Joy Boy baru

Im membunuh Saint Saturn. (dok. Toei Animation/One Piece)

Dari sudut pandang Jaygarcia Saturn, misi Egghead seharusnya bisa dianggap tetap sukses.

Vegapunk Stella telah mati. York, sudah dianggap aset vital Pemerintah Dunia, berhasil diamankan. Egghead tidak hancur total, sehingga Mother Flame dan Punk Records tetap bisa dikuasai.

Namun semua itu tidak berarti apa-apa bagi Imu.

Bagi Imu, hanya ada satu kegagalan yang tak termaafkan: Joy Boy lolos.

Dengan murka Imu mencabut keabadian Saturn. Sosok yang telah hidup ratusan tahun itu seketika mengering, rontok, dan berubah menjadi tulang belulang di hadapan para saksi yang bahkan tidak memahami apa yang sedang terjadi.

Momen ini menegaskan satu hal penting: di mata Imu, keberadaan Joy Boy jauh lebih mengancam daripada hilangnya senjata, teknologi, atau seluruh pulau.

3. Bab 1171: Menyadari ada yang bisa membunuh Harald

Imu ketar-ketir karena kematian Harald di One Piece

Imu yakin telah membuat langkah sempurna.

Dengan memberi Harald Perjanjian Laut Dalam, raja Elbaph itu memperoleh peningkatan kekuatan sekaligus regenerasi yang seharusnya menjadikannya senjata yang tak mungkin dihentikan. Seorang Ancient Giant dengan Haoshoku Haki, ditambah keabadian ala Kesatria Dewa, di atas kertas, ini adalah aset mutlak. Apalagi Harald akan dipaksa tunduk pada kehendak Imu!

Lalu Harald mati.

Dari dialog di bab 1171, jelas Imu belum mengetahui Loki sebagai pelaku. Namun satu hal langsung ia sadari: ada sesuatu di Elbaph yang mampu membunuh Harald.

Reaksi Imu bukan amarah, melainkan kekhawatiran mendalam. Ia bahkan menolak usulan Gorosei untuk mengirim investigasi lanjutan, karena itu hanya akan berisiko menyebabkan kematian lebih banyak Kesatria Dewa. Kalimat Imu di momen ini mengungkap fakta krusial: membuat perjanjian memiliki harga yang harus ia bayar secara pribadi.

Artinya, kehilangan Harald bukan sekadar kegagalan operasi. Itu adalah kerugian besar bagi Imu sendiri.

Editorial Team