Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Mengenang Momen Gorosei Ragu Menyerang Uta Karena Dia Dikira Figarland
Ethanbaron V. Nusjuro menyebut darah Figarland Uta, yang ternyata salah. (Dok. Toei Animation/One Piece Film: Red)
  • Gorosei sempat ragu menyerang Uta karena mengira ia memiliki darah Figarland, keluarga berpengaruh di Mary Geoise yang dipimpin oleh Garling, pemimpin tertinggi Kesatria Dewa.
  • Nusjuro mempertimbangkan risiko politik dan potensi konflik internal jika menyerang keturunan Figarland, mengingat posisi keluarga itu sebagai pilar utama kekuatan Pemerintah Dunia.
  • Akhirnya terungkap bahwa Uta bukan anak kandung Shanks dan tidak memiliki darah Figarland, membuat keraguan Gorosei sebelumnya ternyata didasari asumsi yang keliru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mari kita flashback sedikit ke One Piece Film: Red.

Di film itu, Gorosei sempat menganggap Uta sebagai ancaman besar. Topman Warcury bahkan mengatakan bahwa benih pemberontakan harus dimusnahkan secepatnya.

Namun Ethanbaron V. Nusjuro sempat bertanya: “Meski gadis itu punya darah Figarland?”

Pada akhirnya, ancaman Tot Musica membuat Gorosei memutuskan mereka tidak bisa bermain aman. Perintah pun diberikan kepada Angkatan Laut untuk menangkap Uta.

Nah, setelah Elbaph arc mengungkap banyak hal soal keluarga Figarland, momen ini jadi terasa jauh lebih menarik untuk dibahas ulang.

Kenapa Nusjuro sampai sempat ragu menyerang Uta?

Tentu ini masih sebatas analisis dan teori berdasarkan informasi terbaru yang kita ketahui sekarang. Tapi mari kita bedah...

1. Figarland adalah keluarga yang sangat penting di Mary Geoise

Ethanbaron V. Nusjuro menyebut darah Figarland Uta, yang ternyata salah. (Dok. Toei Animation/One Piece Film: Red)

Saat Film: Red terjadi, Jaygarcia Saturn masih hidup. Artinya Garling belum dipromosikan menjadi Gorosei.

Namun bahkan sebelum itu pun, keluarga Figarland sudah sangat berpengaruh.

Garling adalah pemimpin tertinggi Kesatria Dewa. Shamrock kemudian terungkap menjadi komandan unit tersebut.

Dengan posisi sepenting itu, masuk akal jika nama “Figarland” saja sudah cukup membuat Gorosei berhati-hati.

Nusjuro mungkin mempertimbangkan apakah menyerang Uta akan memicu konflik internal dengan keluarga Figarland?

Apalagi karena Uta saat itu dianggap anak Shanks, maka dari sudut pandang mereka Uta bisa saja cucu Garling.

2. Tapi bukankah Garling kemungkinan membenci Shanks?

Shanks dan Garling. (Dok. Toei Animation, Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Nah, ini bagian yang menarik.

Setelah Elbaph arc, kita tahu hubungan Garling dan Shanks rumit sekali.

Shanks itu meninggalkan Mary Geoise, memilih hidup di “dunia bawah,” melindungi bajak laut lemah, bahkan mencuri Gomu Gomu no Mi.

Semua itu jelas bertentangan dengan ideologi Garling yang classist ekstrem. Mungkin bagi Garling, Shanks sudah "lebih sampah dari sampah yang ia lindungi."

Namun Garling sendiri adalah sosok yang aneh.

Ia bisa sangat menyayangi keturunannya, bahkan menyambut Shanks dengan hangat ketika kembali ke Mary Geoise, dan siap memenuhi keinginan putranya.

Tapi di sisi lain? Ia juga bisa membuang orang begitu saja ketika merasa ada yang “lebih pantas,” seperti yang terjadi pada Magnolia, ibunya Shanks dan Shamrock.

Jadi untuk kasus Uta, mungkin saja Garling tidak akan memaafkan Shanks, namun tetap penasaran pada potensi “keturunannya.”

Dan itu bisa cukup untuk membuat Nusjuro ragu bertindak sembarangan.

3. Nusjuro mungkin mempertimbangkan dampak politiknya

Figarland Garling dan Figarland Shamrock (dok. Toei Animation/One Piece, Shueisha/One Piece)

Selain faktor keluarga, ada juga faktor politik internal Mary Geoise.

Bayangkan situasinya: Gorosei menyerang sosok yang diduga berdarah Figarland, itu berpotensi membuat Garling murka, sementara Kesatria Dewa adalah salah satu kekuatan militer utama Pemerintah Dunia.

Itu bisa jadi masalah besar.

Terutama karena keluarga Figarland tampaknya bukan keluarga biasa, melainkan salah satu pilar utama kekuatan Mary Geoise. Dan itu bukan hanya berlaku ke Garling tapi juga Shamrock.

Di Elbaph arc, kembalinya Shamrock ke Mary Geoise saat Mary Geoise terbakar tampaknya langsung mengatasi krisis di wilayah itu.

Karena itu, ucapan Nusjuro terasa bukan sekadar basa-basi. Ia benar-benar tampak mempertimbangkan konsekuensinya.

4. Yang lucu: Uta ternyata bukan anak kandung Shanks

Uta (dok. Toei Animation/One Piece Film: Red)

Ironisnya, semua keraguan itu ternyata muncul karena asumsi yang salah.

Kemudian terungkap di filmnya kalau Uta sebenarnya bukan anak biologis Shanks.

Ia ditemukan Shanks di dalam peti harta, mirip seperti bagaimana Roger menemukan bayi Shanks dulu.

Jadi sejak awal Uta sama sekali tidak punya darah Figarland.

Artinya Nusjuro sempat ragu menyerang seseorang yang ternyata bahkan bukan bagian keluarga Figarland sama sekali.

5. Kemungkinan alternatif: itu memang hanya petunjuk awal dari Oda

Uta (dok. Toei Animation/One Piece Film: Red)

Tentu ada kemungkinan yang lebih sederhana.

Ucapan Nusjuro di Film: Red bisa saja memang hanya fan service atau foreshadowing awal soal hubungan Shanks dengan keluarga Figarland.

Dan harus diakui itu berhasil luar biasa.

Satu dialog pendek langsung membuat fandom heboh:

  • “Shanks itu Figarland?”

  • “Figarland siapa?”

  • “Apa Shanks Tenryuubito?”

  • “Apa dia anak Gorosei?”

Bahkan sebelum Elbaph arc, teori soal Shanks dan keluarga Figarland sudah jadi salah satu teori terbesar fandom.

Namun sekarang, setelah semua lore baru terungkap, momen kecil itu jadi terasa punya lapisan makna tambahan.

Karena bisa saja Nusjuro memang benar-benar tidak ingin cari masalah dengan keluarga Figarland.

Menurutmu gimana?

Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

Tele: https://t.me/WargaDuniaku

WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku

Editorial Team

Related Article