Ragnir wujud Tupai bersama Loki di One Piece bab 1170
Untuk Cerberus, saya cukup takjub Oda tidak memberi twist komedi sejauh ini. Masih ingat Cerberus Thriller Bark yang satu kepalanya rubah? Atau bagaimana konyolnya wujud kuda Pierre, tunggangan Gan Fall?
Cerberus ini apa adanya. Beneran anjing raksasa berkepala tiga. Semua gimmick-nya pun lebih membuat ia terasa horor meski tetap agak konyol. Pedang raksasa muncul di setiap mulut, kepala yang bisa copot dan menyerang terpisah dari badan. Kepala bisa copot itu bisa terasa lucu... hingga kamu melihatnya membangun momentum dulu sebelum menusuk tubuh Loki. Dan mendadak sisi lucu itu jadi seram karena itu memberi petunjuk kuat Cerberus bisa memburu target seperti homing missile.
Sebaliknya, Ragnir justru diberi twist khas Oda.
Senjata legendaris yang selama bergenerasi-generasi menghalau mereka yang mau makan Buah Iblis Elbaph, menghancurkan palu Loki sebelumnya, bisa terbang sendiri, dan memanggil petir dari langit, ternyata wujud Zoan-nya adalah… tupai.
Lucu? Iya. Menipu? Jelas.
Namun ada satu hal penting yang tidak boleh dilupakan: tupai Ragnir itu BESAR sekali.
Memang ukurannya masih kalah dari Loki, tapi perhatikan bahwa Ragnir tetap jelas terlihat ketika berhadapan dengan Loki. Bandingkan dengan Buah Iblis pusaka Elbaph yang di tangan Loki tampak seperti kerikil. Dengan skala ini, tupai Elbaph asli barangkali hanya seperti debu di hadapan Loki.
Dan ada satu poin krusial lain.
Ragnir bisa memanggil petir!
Karena palu tempur biasa secara logika tidak mungkin melakukan itu, dan konsep sihir di One Piece sangat terbatas (contoh yang dikenal pun seperti voodoo Basil Hawkins), maka sumber kekuatan petir ini hampir pasti berasal dari wujud Zoan Ragnir itu sendiri.
Artinya tupai ini bukan Zoan biasa, sangat mungkin Zoan mitologis, dan wujud lucunya hanyalah lapisan luar dari kekuatan yang jauh lebih berbahaya.
Jadi kesannya begini:
-Cerberus: wujudnya serius, horor, dan langsung meyakinkan sebagai ancaman.
-Ragnir: wujudnya lucu dan mengecoh, tapi justru menyimpan potensi bahaya besar di baliknya.