Shuri. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)
Nah, ini yang terasa paling menarik.
Kita tahu hubungan Brook dan Shuri sangat dekat.
Mereka tumbuh bersama. Mereka berlatih bersama. Mereka sama-sama berduka saat Candelle meninggal.
Dan yang paling penting: Shuri sangat menyayangi Brook maupun Reuven.
Karena itu penting untuk mengingat satu hal tentang Domi Reversi.
Domi Reversi tidak sekadar mengendalikan seseorang. Jurus itu membalik moralitas targetnya.
Kita sudah melihat contohnya berkali-kali.
Rocks D. Xebec dibuat menyerang keluarga yang ingin ia lindungi.
Dorry dan Brogy mendadak menjadi haus kekuasaan dan ingin menyingkirkan Jarul.
Para korban lain berubah menjadi versi terburuk dari diri mereka sendiri.
Jadi ketika Shuri menghina Reuven atau berbicara kasar kepada Brook, ada kemungkinan besar itu justru kebalikan dari perasaan aslinya.
Nah, bagaimana jika hal yang sama berlaku pada serangan terhadap Brook?
Shuri mungkin tidak mampu sepenuhnya melawan Domi Reversi, namun bisa jadi sebagian dirinya masih bertahan. Cukup untuk memastikan tusukannya tidak membunuh Brook.
Dan menariknya, penjelasan para prajurit Esperia justru mendukung kemungkinan ini.
Mereka mengatakan bahwa tusukan tersebut secara ajaib menghindari arteri utama dan batang otak.
Bukan sekadar meleset, melainkan meleset dengan presisi luar biasa.
Terlalu presisi untuk terlihat sebagai kebetulan.