Loki yakin bisa kalahkan God's Knight. (mangaplus.shueisha.co.jp/One Piece)
Bayangkan sejenak bahwa kamu adalah Loki.
Sejak kecil, kamu dibenci dan ditakuti oleh banyak orang karena ramalan soal kamu, penampilanmu, dan kekuatanmu.
Lalu suatu hari, ayahmu yang Raja Elbaf tewas, dan kamu dituduh sebagai pelakunya. Padahal Harald yang meminta dibunuh!
Jika kamu berhasil melarikan diri ke luar negeri, apa kamu akan punya alasan untuk kembali ke Elbaf?
Besar kemungkinan tidak.
Dibenci habis-habisan oleh rakyat sendiri, dicap sebagai pembunuh, dan menjadi buronan, Loki tidak punya alasan untuk pulang.
Tapi kemudian, Shanks datang. Ia mengalahkan Loki dan menyeretnya kembali ke Elbaf, bukan ke penjara seperti Impel Down, bukan ke markas angkatan laut, bukan ke tempat lain. Shanks malah memastikan Loki tetap di tanah kelahirannya, meski harus dirantai di Underworld.
Dan sekarang, enam tahun kemudian, Elbaf berada dalam krisis besar. God's Knight menyerang. Dan untuk pertama kalinya dalam 14 tahun, rahasia kematian Raja Harald terungkap.
Di momen itu Loki masih ada di Elbaf. Loki berada di tempat yang paling tepat, pada waktu yang paling krusial, untuk mungkin membuktikan bahwa ia tidak bersalah.
Jadi pertanyaannya...
Apakah ini semua kebetulan?
Atau Shanks memang sudah memperkirakan akan ada momen seperti ini?
Mungkin Shanks tahu bahwa satu-satunya cara agar Loki bisa menebus namanya dan menuntut kebenaran, serta mengungkap kenyataan di balik pembantaian 14 tahun lalu... adalah dengan berada di Elbaf saat waktunya tiba.
Dengan memastikan Loki tetap berada di negerinya, Shanks bukan menghukum, melainkan memberi kesempatan kedua.