Kelompok Topi Jerami di Wano. (dok.toei animation/One Piece)
Mungkin kamu berpikir: "Seharusnya kalau Luffy dan yang lainnya belajar diam-diam, mereka bakal aman karena Pemerintah Dunia tidak tahu kalau mereka bisa membaca bahasa kuno."
Logika tersebut memang tidak salah. Namun, pertanyaan terbesarnya adalah: Apakah para anggota Topi Jerami sendiri memiliki minat atau kesabaran untuk duduk diam memelajari bahasa yang super rumit ini?
Jawabannya kemungkinan besar tidak. Meskipun karakter cerdas seperti Nami atau Chopper mungkin bisa memahaminya jika belajar, karakter bertipe petarung seperti Luffy dan Zoro pasti akan langsung tertidur jika disuruh belajar bahasa kuno. Luffy sendiri sangat menyukai petualangan yang murni dan penuh kejutan, sehingga ia lebih memilih mempercayakan tugas menerjemahkan Poneglyph sepenuhnya kepada Robin daripada harus memelajarinya sendiri.
Itulah beberapa kemungkinan utama kenapa Nico Robin tidak mengajari anggota Straw Hats yang lain cara membaca Poneglyph. Kombinasi antara tingkat kesulitan bahasa, perlindungan trauma masa lalu, hingga sifat asli para kru membuat tugas menerjemahkan Poneglyph memang paling pas berada di tangan Robin seorang.
Bagaimana menurutmu? Apakah kamu punya pemikiran atau teori lain terkait hal ini? Tulis pendapatmu di kolom komentar, ya!
Diterbitkan pertama tanggal 4 September 2018, diterbitkan kembali 19 Agustus 2026 dengan beberapa pembaruan dari Habib Muhammad.
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime dan manga, film, game, serta gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku
WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku