Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Loki dan Kurohige. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)
Loki dan Kurohige. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)

Intinya sih...

  • Misi fundamental mereka terasa beda

  • Perbedaan sifat yang mendasar

  • Perbedaan cara mereka menghadapi konflik

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Loki sejak lama mengidolakan Rocks D. Xebec. Bahkan jika diperhatikan, gaya berpakaian Loki sekarang pun seperti Rocks. Bagi Loki, Rocks adalah “Nika”, tapi dalam interpretasi yang beda: bukan pembawa tawa dan kebebasan, melainkan Nika sebagai simbol kehancuran, pembongkaran dunia lama dengan kekerasan mutlak. Dan memang yang masih ingat legenda Nika mengatakan bahwa Nika punya dua wajah itu.

Karena itu, ketika terungkap bahwa Marshall D. Teach adalah putra Rocks, sempat muncul dugaan: jangan-jangan Loki akan berada di pihak Kurohige. Secara garis besar, itu memang masuk akal.

Namun jika ditelaah lebih dalam, ada banyak alasan kenapa Loki justru berpotensi tidak menyukai, bahkan membenci, Kurohige.

Dan alasannya bukan soal kekuatan… melainkan soal cara hidup dan nilai yang mereka pilih.

Berikut beberapa kemungkinan alasannya.

1. Misi fundamental mereka terasa beda

Loki dan Rocks D. Xebec. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Rocks sudah punya rencana jangka panjang tapi target akhirnya adalah menjadi raja dunia... dan tampaknya sekaligus menyerang Mary Geoise. Dia memang sudah mengincar tempat itu, dan janjinya untuk bertemu lagi dengan Imu terasa menandakan dia sudah mengincar sosok misterius itu.

Kurohige? Dia juga terasa punya rencana yang mirip-mirip... namun sejauh ini terasa lebih gelap. Soalnya dia tidak memiliki beberapa aspek mulia ayahnya, mungkin karena masa lalunya.

Dan misi fundamental beda ini yang saya rasa akan membuat Loki terpikat dengan Rocks, sementara Kurohige terasa beda.

2. Perbedaan sifat yang mendasar

Kurohige One Piece

Menariknya, meski Rocks D. Xebec dan Marshall D. Teach adalah ayah dan anak, cara mereka menjalani hidup terasa sangat berbeda.

Rocks masih punya sesuatu yang ia lindungi. Dari kilas balik Elbaph, jelas bahwa Rocks memiliki Eris dan Teach, istri dan anak yang ia sayangi. Bahkan kedatangannya ke God Valley pada awalnya bukan untuk menaklukkan dunia, melainkan untuk menyelamatkan mereka. Ada sisi personal dan emosional dalam ambisinya.

Kurohige sejauh ini tidak menunjukkan keterikatan seperti itu. Tidak ada sosok yang benar-benar ia lindungi di atas segalanya.

Rocks masih punya sahabat, yaitu Harald. Bahkan ketika Harald sudah mengkhianatinya, Rocks masih mencoba mengajaknya membantunya ke God Valley, meski Harald tak mampu. Kurohige... tidak punya. Dia bisa ramah dan bersahabat, tapi itu terasa kosong karena ia mampu membunuh ketika si sahabat punya sesuatu yang ia butuhkan. Thatch, yang ia akui sebagai teman, ia bunuh. Shirohige, yang sempat ia hormati, ia jadikan batu loncatan. Dalam dunia Kurohige, relasi tampaknya selalu subordinat pada ambisi.

Rocks juga tidak memaksakan kehendaknya.Ia membutuhkan Harald dan Buah Iblis pusaka Elbaph untuk rencananya, tapi ia tidak memaksa Harald ketika raja raksasa itu menolak. Rocks menerima penolakan, sebuah detail kecil, tapi penting.

Kurohige sebaliknya: memaksa adalah metode utama. Jika seseorang memiliki sesuatu yang ia butuhkan, Kurohige tak ragu membunuh, menculik, atau menghancurkan hidup mereka. Tidak ada ruang untuk pilihan bebas di hadapannya.

Sejak awal, ayah dan anak ini memang berbeda. Bisa jadi karena Kurohige kehilangan ayahnya terlalu dini, atau karena dunia mengajarinya bahwa belas kasih hanya melahirkan kelemahan.

Dan Loki, yang mengidolakan Rocks sebagai simbol kehancuran berprinsip, kemungkinan besar akan segera menyadari satu hal penting dari gerak-gerik Kurohige: pria ini bukan Rocks.

3. Rocks juga tidak ragu main kotor tapi lihat bedanya

Bajak Laut Rocks era Hachinosu. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Apakah Rocks bisa main kotor? Merancang pengkhianatan untuk untung?

Oh iya. Bisa. Kurohige mungkin memang mewarisi ini dari ayahnya. Rocks pernah bertindak sebagai tentara bayaran untuk mengambil alih Hachinosu tapi kemudian malah mengambil alih pulau itu buat dirinya sendiri.

Tapi perhatikan: di situ korbannya adalah Pemerintah Dunia, dan Rocks sejak awal tidak suka mereka. Di luar selama flashback Elbaph ia terasa cukup lurus, tidak mengkhianati anak buahnya dan sahabatnya kecuali dia dijadikan iblis. Malah Harald yang mengkhianati dia duluan.

Untuk Teach? Tidak ada yang aman dari taktik kotornya. Mau teman dan mantan kaptennya (Thatch, Shirohige), mau Pemerintah Dunia (momen Shichibukai), dan banyak lagi.

Ini saja saya rasa akan membuat Loki tidak suka pada dia.

4. Perbedaan cara mereka menghadapi konflik

Rocks D. Xebec (dok. Toei Animation/ One Piece)

Rocks D. Xebec adalah sosok yang karismatik dan perkasa. Ia bisa licik kalau perlu, contohnya ketika ia menawarkan diri sebagai tentara bayaran demi mengumpulkan sumber daya untuk merebut Hachinosu, lalu berbalik menguasai pulau itu sendiri. Namun di luar intrik itu, Rocks justru terasa punya kode etik tertentu untuk ukuran bajak laut.

Ia berani, frontal, dan percaya diri dengan kekuatannya. Bahkan dalam situasi ekstrem, ia masih menghormati aturan sederhana. Di bar milik Shakuyaku, misalnya, ia tidak membuat keributan meski di sana ada Gol D. Roger, rival terbesarnya. Itu bukan karena takut, melainkan karena ia memilih untuk menahan diri.

Dan Rocks juga kalau situasi membutuhkan tidak ragu mengambil risiko. Dia sudah tahu dirinya tidak akan selamat dari God Valley tapi tetpa ke sana.

Kurohige bekerja dengan cara yang sangat berbeda.

Teach tidak punya masalah terlihat lemah, pengecut, atau mundur sementara di hadapan sosok yang ia nilai berbahaya seperti Shanks, Akainu, atau Kuzan. Tapi itu bukan tanda hormat, itu tanda kalkulasi. Ia akan menunggu, bersembunyi, dan menyerang saat kondisi benar-benar menguntungkan dirinya.

Bagi Kurohige, aturan bukan sesuatu yang dilanggar, melainkan sesuatu yang tidak pernah diakui sejak awal. Lihat saja aturan kelompok Shirohige yang ia abaikan. Jika sebuah norma, janji, atau batasan moral menghambat ambisinya, maka itu tidak relevan baginya.

Di sinilah perbedaan besar ayah dan anak itu kembali terlihat jelas:

Rocks mungkin seorang penakluk dan pembawa kehancuran, tapi ia masih punya aspek mulia.

Kurohige tidak peduli bagaimana ia dipandang, selama dunia pada akhirnya runtuh sesuai keinginannya.

Dan bagi Loki, yang mengagungkan Rocks sebagai simbol kehancuran yang “punya wajah,” perbedaan ini kemungkinan besar akan terasa sangat menjijikkan.

5. Bagi Loki, Kurohige bisa terasa tak mewakili wajah Nika

Gear 5 Luffy Baseball. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)

Loki mengira dulu Rocks adalah Nika. Tapi bukan Nika yang pembawa tawa, melainkan Nika pembawa kehancuran.

Nah sekarang Loki berpotensi akan ketemu orang yang beneran punya kekuatan Nika tapi aspek pembawa tawa dan kebebasan: Luffy. Bajak laut yang sejak awal ketemu dengan dia terasa tidak menghakiminya, dan bahkan kemudian sempat mencoba merekrutnya di bab 1152.

Jadi saya rasa setelah Elbaph Loki akan membayangkan dua wajah ideal Nika:

-Rocks: si penghancur karismatik yang masih punya sisi mulia.

-Luffy: si pembawa tawa dan kebebasan.

Jika setelah itu Loki bertemu Kurohige, besar kemungkinan Teach akan terasa jatuh di bawah ekspektasinya. Bukan Nika penghancur seperti Rocks, yang setidaknya berdiri tegak dengan keyakinannya. Bukan pula Nika pembebas seperti Luffy,yang membawa tawa di tengah kehancuran.

Yang tersisa hanyalah sosok yang lebih kelam: seorang pria yang membawa kekacauan tanpa pembebasan, kehancuran tanpa kehormatan, dan tidak ragu berkhianat dan berbohong demi mencapai misinya.

Editorial Team