Rocks D. Xebec (dok. Toei Animation/ One Piece)
Rocks D. Xebec adalah sosok yang karismatik dan perkasa. Ia bisa licik kalau perlu, contohnya ketika ia menawarkan diri sebagai tentara bayaran demi mengumpulkan sumber daya untuk merebut Hachinosu, lalu berbalik menguasai pulau itu sendiri. Namun di luar intrik itu, Rocks justru terasa punya kode etik tertentu untuk ukuran bajak laut.
Ia berani, frontal, dan percaya diri dengan kekuatannya. Bahkan dalam situasi ekstrem, ia masih menghormati aturan sederhana. Di bar milik Shakuyaku, misalnya, ia tidak membuat keributan meski di sana ada Gol D. Roger, rival terbesarnya. Itu bukan karena takut, melainkan karena ia memilih untuk menahan diri.
Dan Rocks juga kalau situasi membutuhkan tidak ragu mengambil risiko. Dia sudah tahu dirinya tidak akan selamat dari God Valley tapi tetpa ke sana.
Kurohige bekerja dengan cara yang sangat berbeda.
Teach tidak punya masalah terlihat lemah, pengecut, atau mundur sementara di hadapan sosok yang ia nilai berbahaya seperti Shanks, Akainu, atau Kuzan. Tapi itu bukan tanda hormat, itu tanda kalkulasi. Ia akan menunggu, bersembunyi, dan menyerang saat kondisi benar-benar menguntungkan dirinya.
Bagi Kurohige, aturan bukan sesuatu yang dilanggar, melainkan sesuatu yang tidak pernah diakui sejak awal. Lihat saja aturan kelompok Shirohige yang ia abaikan. Jika sebuah norma, janji, atau batasan moral menghambat ambisinya, maka itu tidak relevan baginya.
Di sinilah perbedaan besar ayah dan anak itu kembali terlihat jelas:
Rocks mungkin seorang penakluk dan pembawa kehancuran, tapi ia masih punya aspek mulia.
Kurohige tidak peduli bagaimana ia dipandang, selama dunia pada akhirnya runtuh sesuai keinginannya.
Dan bagi Loki, yang mengagungkan Rocks sebagai simbol kehancuran yang “punya wajah,” perbedaan ini kemungkinan besar akan terasa sangat menjijikkan.