Imu dan Gorosei di One Piece
Mary Geoise bukan sekadar pusat pemerintahan, wilayah itu adalah inti kekuasaan dunia One Piece. Dari tanah suci inilah lahir tiga lapis kekuatan paling berbahaya: Kesatria Dewa, Gorosei, dan di puncaknya, sosok yang selama ratusan tahun tersembunyi dari sejarah: Imu.
Melalui kontrak dengan Imu, para penghuni puncak ini memperoleh sesuatu yang membuat mereka terasa “tak terkalahkan”: regenerasi abnormal yang hanya bisa dilawan secara konsisten dengan serangan berlapis Haoshoku Haki. Masalahnya, Haki Raja level tinggi bukan sesuatu yang bisa dimiliki sembarang orang. Itu langsung memangkas jumlah pihak yang bahkan punya hak untuk melawan mereka.
Dan di atas semua itu eksis Imu, kekuatan yang sejauh ini belum jelas batasannya, apalagi cara mengalahkannya. Dari kemampuan memberi kontrak, merasuki tubuh bawahan, hingga teknik seperti Domi Reversi, Imu terasa lebih sebagai konsep kekuasaan absolut ketimbang sekadar petarung.
Ditambah lagi, karena Mary Geoise berada di puncak sistem dunia, Angkatan Laut saja praktiknya adalah perpanjangan tangan mereka. Apa pun yang dilakukan Angkatan Laut, Buster Call, perburuan bajak laut, hingga penutupan informasi, pada akhirnya melayani kepentingan kekuasaan ini.
Namun yang menarik, Final Saga mulai menunjukkan satu hal penting: Mary Geoise tidak sepenuhnya tidak tersentuh.
Di Elbaph, Imu dipaksa turun tangan secara langsung, membajak tubuh Gunko. Alasannya bukan sepele, Kesatria Dewa di sana dianggap terlalu lama menjalankan misi, sementara Mary Geoise sendiri sedang terbakar. Untuk pertama kalinya, terlihat jelas bahwa ada tekanan nyata terhadap pusat kekuasaan dunia.
Siapa pelakunya masih menjadi misteri. Tapi satu hal sudah pasti: seseorang telah mendaratkan pukulan ke jantung Pemerintah Dunia, cukup keras hingga memaksa Imu bereaksi.