Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
20250811_112535.jpg
Yonko One Piece Opening 28

Intinya sih...

  • Bajak Laut Topi Jerami: Kelompok komplet dengan sekutu luas

  • Cross Guild: Kekuatan tiga pemimpin dengan fungsi berbeda

  • Bajak Laut Rambut Merah: Kekuatan elit dan pengetahuan terlarang

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Memasuki Final Saga, One Piece terasa makin kejam. Banyak tokoh penting sudah terasa tersingkir sebagai pemain penting konflik.

Bajak Laut Kid dan Bajak Laut Hati sudah tersingkir secara brutal, kapal hancur, kru tercerai-berai, dan ambisi mereka untuk mencapai Laugh Tale praktis terhenti kecuali mereka beralih menjadi pengikut kelompok lain. Ini bukan lagi soal “siapa yang punya mimpi besar”, tapi siapa yang benar-benar punya fondasi kekuatan untuk bertahan di puncak dunia.

Kini, hanya segelintir pihak yang masih relevan dalam perburuan One Piece dan konflik akhir dunia.

Lalu, apa kekuatan utama masing-masing pihak yang tersisa? Apa yang membuat mereka masih bertahan dan berbahaya ketika yang lain tumbang?

Mari kita bedah satu per satu.

1. Bajak Laut Topi Jerami: Kelompok Komplet dengan Sekutu Luas

Kru Bajak Laut Topi Jerami dari anime One Piece (1999) (dok. Toei Animation/One Piece)

Kekuatan utama Bajak Laut Topi Jerami tentu saja terletak pada Monkey D. Luffy sebagai tokoh utama cerita. Lonflik terbesar dunia One Piece pada akhirnya harus diselesaikan lewat langkah dan keputusan Luffy. Pertanyaannya bukan lagi apakah ia akan menghadapi para antagonis terakhir, melainkan bagaimana ia akan melampaui mereka.

Di luar itu, Topi Jerami adalah kelompok paling komplet di lautan. Sepuluh anggota intinya bukan hanya kuat secara individu, tapi juga memiliki kemampuan luar biasa dalam bidang masing-masing mulai dari tempur, navigasi, koki, perbaikan kapal, medis, hingga pembacaan Poneglyph. Ini membuat mereka sanggup bertahan di situasi ekstrem tanpa bergantung penuh pada pihak luar.

Dari sisi kekuatan tempur puncak, Topi Jerami juga punya aset langka: dua pengguna Haoshoku Haki level tinggi, Luffy dan Zoro. Di era di mana musuh seperti Kesatria Dewa dan Gorosei hanya bisa dilukai secara konsisten oleh serangan berlapis Haki Raja, ini adalah keuntungan yang tidak dimiliki banyak pihak lain.

Dan jangan lupakan jaringan sekutu mereka. Dari Arabasta, Dressrosa, Wano, hingga Elbaph, Luffy meninggalkan jejak hubungan yang kuat. Armada Besar Topi Jerami pun siap bergerak kapan saja. Jika konflik akhir benar-benar pecah dalam skala dunia, tidak ada kelompok lain yang bisa memanggil bantuan sebanyak Topi Jerami, baik dari bajak laut, kerajaan, maupun individu kuat yang berutang budi pada Luffy.

Singkatnya, Topi Jerami bukan hanya kandidat terkuat untuk mencapai One Piece, tapi juga pihak yang paling siap menghadapi perang akhir dunia.

2. Cross Guild: Kekuatan Tiga Pemimpin dengan Fungsi Berbeda

Cross Guild (dok. Toei Animation/One Piece)

Keputusan Buggy untuk menyeret Cross Guild masuk ke perburuan One Piece menjadikan kelompok ini wild card paling berbahaya di Final Saga. Mereka mungkin tidak memiliki struktur kru seimbang seperti Topi Jerami, tapi mereka punya sesuatu yang tak dimiliki pihak lain: kombinasi kekuatan ekstrem, kecerdikan taktis, dan keberuntungan yang nyaris tidak masuk akal.

Pengaruh Cross Guild di dunia hitam juga tidak bisa diremehkan. Sistem bounty terhadap Angkatan Laut bukan sekadar gimmick, itu mengubah peta kekuasaan global dan membuat mereka relevan bahkan tanpa terlibat langsung di garis depan pertempuran. Bayangkan: prajurit hingga perwira Angkatan Laut juga sekarang berpotensi dibunuh orang biasa!

Kekuatan utama Cross Guild terletak pada tiga pemimpinnya, yang masing-masing membawa peran berbeda:

  • Dracule Mihawk
    Otot utama kelompok ini. Pendekar pedang terkuat di dunia, dengan level kekuatan yang secara praktis berada di kelas Yonko, meski tanpa armada besar. Setiap kemunculan Mihawk adalah ancaman langsung bagi siapa pun di New World, dan dalam konflik akhir, ia adalah aset tempur yang bisa mengubah jalannya perang hanya dengan satu tebasan.

  • Crocodile
    Otak dan arsitek strategi Cross Guild. Di Arabasta, rencananya begitu rapi dan berlapis hingga satu-satunya cara menghentikannya adalah menjatuhkannya secara langsung. Di Final Saga, peran Crocodile sebagai pengatur skema, aliansi, dan eksploitasi kekacauan dunia akan jauh lebih berbahaya daripada sekadar kekuatan pasirnya.

  • Buggy
    Terlihat konyol, tapi justru itulah kekuatannya. Keberuntungan absurd Buggy berkali-kali menempatkannya di posisi yang tidak masuk akal: selamat dari situasi mustahil, disalahpahami sebagai sosok besar, dan terus naik kelas tanpa sengaja. Dalam perang akhir yang kacau dan tak terprediksi, Buggy justru berpotensi menjadi figur kunci bukan karena kekuatan, tapi karena Eiichiro Oda seperti sengaja menempatkan dia di posisi strategis karena keberuntungan ngawur ini.

Cross Guild mungkin bukan favorit logis untuk mencapai One Piece. Tapi sebagai faktor kekacauan yang sulit ditebak, mereka hampir pasti akan punya peran besar di konflik akhir, entah sebagai pengganggu, penentu arah, atau pihak yang secara tak sengaja memicu perubahan besar.

3. Bajak Laut Rambut Merah: Kekuatan Elit dan Pengetahuan Terlarang

Bajak Laut Rambut Merah Shanks One Piece

Uniknya, Bajak Laut Rambut Merah bukan kelompok yang ideal untuk perang skala besar. Egghead arc justru menegaskan kelemahan struktural mereka: kapal-kapal sekutu Shanks mayoritas diisi oleh bajak laut lemah yang bertahan hidup bukan karena kekuatan, melainkan karena perlindungan bendera Rambut Merah. Mereka bukan armada tempur elit seperti Armada Besar Topi Jerami atau kekuatan terorganisir ala Yonko lain.

Artinya, jika konflik akhir menuntut pengerahan armada besar, Shanks kemungkinan hanya bisa menggerakkan kru intinya dan kapalnya: Red Force.

Namun justru di situlah letak kekuatan mereka, dan itu mungkin sudah lebih dari cukup.

Kelompok inti Bajak Laut Rambut Merah sejak lama dinilai sebagai kru tanpa titik lemah. Tidak ada anggota yang terasa “beban”, tidak ada kru yang bisa dieksploitasi. Ditambah lagi, Shanks sendiri adalah salah satu pemilik Haoshoku Haki paling menakutkan di dunia. Dalam skenario pertempuran terakhir yang bersifat battle royale, kapal Red Force akan tetap menjadi ancaman yang semua pihak waspadai, meski tanpa armada pendukung.

Yang membuat Bajak Laut Rambut Merah semakin berbahaya di Final Saga adalah pengetahuan.

Elbaph arc mengungkap fakta krusial: Shanks pernah kembali ke Mary Geoise, bertemu keluarganya dari klan Figarland, dan bahkan mengabdi sebagai Pedang Dewa selama sekitar satu tahun sebelum akhirnya membelot. Itu berarti Shanks kemungkinan memiliki pemahaman langsung tentang:

-Struktur kekuasaan Mary Geoise

-Perjanjian Laut dan mekanisme kontrak dengan Imu

-Cara kerja dan keterbatasan Kesatria Dewa

Pengetahuan ini adalah aset yang tidak dimiliki hampir semua pihak lain.

Singkatnya, Bajak Laut Rambut Merah mungkin bukan kekuatan terbesar dari segi jumlah, tapi mereka adalah kekuatan paling berbahaya dari segi kualitas dan informasi. Dalam konflik akhir One Piece, itu bisa menjadi pembeda antara sekadar bertahan… dan benar-benar menentukan arah dunia.

4. Bajak Laut Kurohige: Perencanaan Panjang dan Kekuatan Kolektif

Kelompok bajak laut Kurohige. (Dok. Toei Animation/One Piece)

Bajak Laut Kurohige adalah kelompok yang paling terasa sudah lama mempersiapkan diri untuk perang akhir. Mereka bukan bereaksi terhadap perubahan dunia, mereka menyongsongnya.

Pertarungan melawan Trafalgar Law di Pulau Winner memperlihatkan hal ini dengan jelas. Anak buah Kurohige yang dulu bukan pemakan Buah Iblis, seperti Jesus Burgess dan Van Augur, kini sudah mendapatkan kekuatan baru yang berbahaya. Ini menegaskan bahwa Kurohige secara sistematis memperkuat seluruh krunya, bukan hanya dirinya sendiri.

Struktur 10 Titanic Captain, masing-masing memimpin satu kapal, membuat Bajak Laut Kurohige menjadi salah satu kelompok paling siap secara militer. Mereka bukan sekadar kru kuat, tapi armada perang yang bisa bergerak serempak, mendukung kapten mereka di berbagai medan konflik.

Dan tentu saja, pusat dari semua ini adalah Marshall D. Teach sendiri.

Kurohige adalah sosok penuh misteri. Ia terasa telah menyusun rencana besar sejak pertama kali memperoleh Yami Yami no Mi. Keputusannya menjadi Shichibukai (bukan demi status, melainkan untuk membuka jalan membobol Impel Down) menunjukkan pola berpikir yang selalu beberapa langkah di depan pihak lain.

Berbeda dengan bajak laut yang mengandalkan dominasi kekuatan langsung, Kurohige adalah predator oportunis. Ia menunggu momen yang tepat, memanfaatkan kekacauan, lalu menyerang ketika lawan paling rentan. Dalam Final Saga, di mana dunia One Piece akan dipenuhi konflik bertumpuk, tipe seperti Kurohige justru paling berbahaya.

Singkatnya, Bajak Laut Kurohige bukan hanya pesaing menuju One Piece, tapi ancaman berbahaya: kelompok yang bisa memanfaatkan chaos perang akhir untuk unggul jadi pemenang.

5. Angkatan Laut: Kekuatan Institusi

Sakazuki karakter One Piece (dok. Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)

Kalau kita lihat setelah Egghead arc, Angkatan Laut telah menerima pukulan beruntun yang cukup sakit.

Borsalino (Kizaru) terpukul secara emosional setelah dipaksa Gorosei membunuh sahabat lamanya, Vegapunk. Monkey D. Garp kini ditangkap Bajak Laut Kurohige dan bisa jadi akan dijadikan kartu tawar untuk mengakui Pulau Bajak Laut sebagai negara. Dan yang paling mencolok, Buster Call terbesar dalam sejarah di Egghead gagal total: Vegapunk Stella memang tewas, tetapi Topi Jerami lolos, dan kebenaran dunia justru tersebar lebih luas.

Namun, menilai Angkatan Laut hanya dari kekalahan-kekalahan ini adalah kesalahan besar.

Angkatan Laut bukan sekadar sekumpulan petarung kuat, mereka adalah institusi global. Jika diperlukan, mereka bisa memobilisasi pasukan dari seluruh penjuru dunia. Mereka punya struktur komando, logistik, dan sumber daya yang tidak dimiliki kelompok bajak laut mana pun.

Di puncaknya masih berdiri Sakazuki, sosok dengan kekuatan destruktif ekstrem dan tekad absolut untuk menegakkan “keadilan” versinya. Di belakangnya, Angkatan Laut masih memiliki akses ke Seraphim, senjata biologis paling berbahaya yang pernah diciptakan Vegapunk: kombinasi darah Lunarian, teknologi Pacifista, dan kekuatan Buah Iblis.

Menariknya, ada pula indikasi bahwa SWORD akan tetap berada di sisi Angkatan Laut, meski dengan interpretasi keadilan yang berbeda. Mendengar siaran Vegapunk, Koby justru semakin yakin bahwa Luffy tidak boleh mencapai Laugh Tale dan mengetahui rahasia dunia. Ini menegaskan bahwa bahkan di antara mereka yang “lebih manusiawi”, tetap ada keyakinan bahwa kebenaran di ujung perjalanan itu terlalu berbahaya untuk dibiarkan bebas.

Singkatnya, Angkatan Laut mungkin sedang retak dari dalam, tapi mereka belum runtuh.

6. Mary Geoise: Kursi Penguasa Dunia dan Kekuatan Mengerikan Imu

Imu dan Gorosei di One Piece

Mary Geoise bukan sekadar pusat pemerintahan, wilayah itu adalah inti kekuasaan dunia One Piece. Dari tanah suci inilah lahir tiga lapis kekuatan paling berbahaya: Kesatria Dewa, Gorosei, dan di puncaknya, sosok yang selama ratusan tahun tersembunyi dari sejarah: Imu.

Melalui kontrak dengan Imu, para penghuni puncak ini memperoleh sesuatu yang membuat mereka terasa “tak terkalahkan”: regenerasi abnormal yang hanya bisa dilawan secara konsisten dengan serangan berlapis Haoshoku Haki. Masalahnya, Haki Raja level tinggi bukan sesuatu yang bisa dimiliki sembarang orang. Itu langsung memangkas jumlah pihak yang bahkan punya hak untuk melawan mereka.

Dan di atas semua itu eksis Imu, kekuatan yang sejauh ini belum jelas batasannya, apalagi cara mengalahkannya. Dari kemampuan memberi kontrak, merasuki tubuh bawahan, hingga teknik seperti Domi Reversi, Imu terasa lebih sebagai konsep kekuasaan absolut ketimbang sekadar petarung.

Ditambah lagi, karena Mary Geoise berada di puncak sistem dunia, Angkatan Laut saja praktiknya adalah perpanjangan tangan mereka. Apa pun yang dilakukan Angkatan Laut, Buster Call, perburuan bajak laut, hingga penutupan informasi, pada akhirnya melayani kepentingan kekuasaan ini.

Namun yang menarik, Final Saga mulai menunjukkan satu hal penting: Mary Geoise tidak sepenuhnya tidak tersentuh.

Di Elbaph, Imu dipaksa turun tangan secara langsung, membajak tubuh Gunko. Alasannya bukan sepele, Kesatria Dewa di sana dianggap terlalu lama menjalankan misi, sementara Mary Geoise sendiri sedang terbakar. Untuk pertama kalinya, terlihat jelas bahwa ada tekanan nyata terhadap pusat kekuasaan dunia.

Siapa pelakunya masih menjadi misteri. Tapi satu hal sudah pasti: seseorang telah mendaratkan pukulan ke jantung Pemerintah Dunia, cukup keras hingga memaksa Imu bereaksi.

7. Pasukan Revolusi: Monkey D. Dragon dan Bidikan ke Pemerintah Dunia

Monkey D. Dragon

Harus diakui dari yang terlihat sejauh ini, kekuatan Pasukan Revolusi justru terasa kalah impresif dari faksi lain. Bahkan Sabo, tangan kanan Dragon dan orang nomor dua di Pasukan Revolusi, belum terlihat memiliki Haoshoku Haki, padahal Haki Raja sedang jadi vital untuk menghadapi ancaman endgame.

Tapi kekuatan utama Pasukan Revolusi saya rasa adalah Dragon. Sosok misterius ini, yang sudah puluhan tahun muak dengan penindasan, bisa jadi adalah ujung tombak Pasukan Revolusi kalau harus melawan para monster Mary Geoise.

Yang membuat Pasukan Revolusi semakin berbahaya adalah fokus mereka. Berbeda dengan bajak laut lain (yang ingin One Piece) atau Angkatan Laut dan Mary Geoise (yang bisa jadi ingin mencegah informasi di Laugh Tale ditemukan), tujuan mereka sejak awal bukan One Piece. Mereka tidak tertarik pada Laugh Tale atau gelar Raja Bajak Laut. Target mereka jelas dan konsisten: menjatuhkan Tenryuubito dan meruntuhkan sistem Pemerintah Dunia.

Ini memberi mereka keuntungan strategis besar di Final Saga. Saat dunia teralihkan oleh perang perebutan One Piece: Yonko saling bentrok, Angkatan Laut terpecah fokus, dan kekacauan meluas, Pasukan Revolusi berada di posisi ideal untuk menyerang langsung jantung kekuasaan Mary Geoise.

Singkatnya, Pasukan Revolusi mungkin bukan pemain paling mencolok dalam perebutan One Piece, tapi mereka adalah pihak yang paling siap memanfaatkan kekacauan akhir dunia. Dan jika ada faksi yang benar-benar berpotensi mengakhiri era Tenryuubito… merekalah itu.

Editorial Team