Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Shanks menangis. Dok. Toei Animation
Shanks menangis. Dok. Toei Animation

Intinya sih...

  • Fakta-fakta relevan untuk teori ini:
    - Flashback Oden mengungkap Shanks kecil menangis setelah bicara dengan Roger.
    - Scopper Gaban dan Bajak Laut Roger pernah diganggu oleh Kesatria Dewa.
    - Shanks tidak sadar dilindunginya dilindungi dari Kesatria Dewa hingga 14 tahun lalu.

  • Di hari kematian Roger, Shanks bisa jadi sudah tahu:- Shanks berkali-kali mengambil keputusan ekstrem dan terencana.- Penolakan Shanks untuk langsung ke Laugh Tale menunjukkan pengetahuan yang mengubah pandangannya.

  • Apakah ini makna tangisan Shanks setelah Laugh Tale?- Kemungkinan 3: Kebenaran tentang Asal-usul Shanks Sendiri.- Tangisan Shanks bukan karena kehilangan kapten,

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Elbaph arc mulai mengungkap banyak hal menarik soal Shanks. Fans sudah lama curiga dia adalah seorang Tenryuubito dari keluarga Figarland, dan Oda mengungkapnya dengan gamblang di arc terbaru ini. Bukan hanya dia anak dari Figarland Garling, dan punya saudara kembar bernama Shamrock, Shanks terungkap pernah kembali ke Mary Geoise 15 tahun lalu dan menjadi Pedang Dewa, unit pendukung untuk Kesatria Dewa, sebelum menghilang tepat sebelum ia dapat promosi menjadi kesatria.

Tapi kira-kira kapan ya Shanks tahu dia anak Tenryuubito di One Piece?

Ini teorinya!

1. Fakta-fakta yang relevan untuk teori ini

Shanks One Piece

Biar tidak mengarang bebas, mari kita paparkan dulu fakta-fakta yang bisa relevan untuk teori ini.

-Flashback Oden mengungkap Shanks kecil menangis setelah bicara dengan Roger, setelah Roger kembali dari Laugh Tale. Kontras yang menarik, Roger tertawa di Laugh Tale tapi bikin apprentice-nya nangis ketika balik ke kapal.

-Dalam flashback Elbaph arc, terungkap bahwa Scopper Gaban dan Bajak Laut Roger pernah diganggu oleh Kesatria Dewa. Ternyata para kesatria elit Mary Geoise ini sudah lama tahu Shanks berada di kapal Roger dan mencoba membawa dia pulang. Menurut Gaban, Kesatria Dewa selalu bisa dipulangkan. Gaban bahkan tahu regenerasi gila-gilaan Kesatria Dewa bisa diatasi oleh serangan berlapis Haoshoku Haki level tinggi karena pengalaman unik ini.

-Meski begitu, Shanks tidak pernah menyadari fakta itu hingga 14 tahun lalu, ketika Gaban mengungkapnya di Kastel Aurust Elbaph.

-Shanks sangat membenci darah keluarganya sendiri. Setelah melihat kematian Raja Harald, yang telah dikuasai Imu, Shanks mengingat ucapan ayahnya ketika menyambutnya. Garling sangat senang putranya akhirnya kembali, tapi dengan enteng juga menganggap manusia yang tinggal di luar Mary Geoise "bahkan bukan manusia." Shanks langsung refleks mencengkeram lengan kirinya, lengan yang ada tato penanda bahwa dia anggota Pedang Dewa. Gaban sampai menasihati, "Jangan sesali kelahiranmu."

-Shanks entah kenapa tidak pernah mengincar sendiri posisi Raja Bajak Laut. Di flashback Elbaph arc juga, ketika Shanks mendengar Roger punya putra, Shanks langsung merasa bahwa anak kandung Roger itulah yang akan jadi Raja Bajak Laut.

-Karena suatu alasan, Shanks tidak mau langsung ke Laugh Tale setelah eksekusi Roger. Ini membuat Buggy, yang Shanks anggap sahabatnya, memutuskan meninggalkannya dengan marah.

2. Yang paling terasa? Di hari kematian Roger, Shanks bisa jadi sudah tahu

Shanks menangis pada eksekusi Roger. (dok. Toei Animation/One Piece)

Flashback di Elbaph arc mengungkap sesuatu yang menarik tentang Shanks: mimpi sejatinya ternyata sederhana. Ia hanya ingin berlayar santai sebagai bajak laut bersama Buggy, sahabat masa kecilnya. Bukan menjadi simbol era baru, bukan berdiri di pusat konflik dunia.

Namun hidup Shanks justru bergerak ke arah sebaliknya... dan yang menarik, ia tidak pernah benar-benar mencoba menghentikan apa yang ia lakukan .

Meski oleh Gorosei ia dikenal sebagai bajak laut “tidak ambisius”, fakta-fakta justru menunjukkan sebaliknya. Shanks berkali-kali mengambil keputusan ekstrem dan sangat terencana: mencuri Gomu Gomu no Mi sekitar 12 tahun lalu, buah yang selama 800 tahun diburu Pemerintah Dunia; kembali ke Mary Geoise 15 tahun lalu sebagai Pedang Dewa, lalu menghilang secara strategis tepat sebelum diangkat menjadi Kesatria Dewa yang akan mengikatnya langsung dengan Imu; hingga akhirnya, pasca Wano, ia berkata pada Benn Beckman bahwa sudah waktunya mereka mengklaim One Piece.

Ini bukan rangkaian keputusan impulsif.

Ini sih terasa sebagai rencana jangka panjang.

Dan titik awalnya sangat mungkin berada di satu momen kunci: hari kematian Gol D. Roger.

Di hari itu, Shanks menolak ajakan Buggy untuk langsung mencoba berlayar ke Laugh Tale. Penolakan yang terasa tidak emosional, nyaris dingin. Buggy kecewa, marah, dan memilih berpisah, sebuah perpecahan yang hanya masuk akal jika Shanks sudah mengetahui sesuatu yang mengubah cara pandangnya terhadap dunia, takdir, dan dirinya sendiri.

Jika kita melihat betapa sistematis langkah-langkah Shanks setelahnya, masuk akal untuk menduga bahwa ia sudah mengetahui statusnya sebagai anak Figarland bahkan sebelum eksekusi Roger. Pengetahuan itu mungkin datang bersamaan dengan “kebenaran dunia” yang Roger temukan, dan sebagian ia bagikan kepada Shanks.

Sejak saat itu, Shanks tampaknya mengambil satu keputusan besar: bukan lari dari darah yang ia benci, melainkan menggunakannya untuk merusak sistem yang melahirkannya.

3. Apakah ini makna tangisan Shanks setelah Laugh Tale?

Shanks menangis. Dok. Toei Animation

Memang ada beberapa kemungkinan soal momen ini.

1. Shanks mendengar duluan rencana Roger membubarkan kelompok Roger.

Penjelasan paling sederhana adalah bahwa Roger memberitahu Shanks soal rencana membubarkan Bajak Laut Roger. Namun penjelasan ini terasa kurang memadai.

Pada titik itu, kondisi Roger sudah menjadi pengetahuan umum di dalam kru. Bahkan menjelang insiden Edd War melawan Shiki, Buggy sempat mencoba menghentikan rekan-rekannya dengan alasan Roger sakit parahm meski ironisnya, Roger justru sedang dalam kondisi relatif baik hari itu. Artinya, Shanks seharusnya sudah menyadari bahwa usia kaptennya tidak lama, dan bahwa pembubaran kru adalah sesuatu yang tak terhindarkan.

Terlebih lagi, mimpi Roger sendiri telah tercapai. Sulit membayangkan fakta ini saja cukup untuk membuat Shanks menangis sejadi itu.

2. Shanks menyadari Roger sampai ke Laugh Tale terlalu cepat.

Dialog Roger dan Rayleigh setelah mereka meninggalkan Laugh Tale menegaskan bahwa mereka terlalu cepat untuk benar-benar mengklaim harta sejati Joy Boy, sampai Rayleigh bertanya siapa yang akan menemukan harta yang disebut dunia sebagai "One Piece" itu sebelum Roger dengan kocak menjawab pasti putranya.

Ini terasa sebagai twist kehidupan pahit memang. Roger begitu ingin mencapai Laugh Tale, tapi hartanya tidak bisa ia ambil karena ia terlalu cepat. Shirahoshi (Poseidon) dan penguasa dari laut jauh yang misterius belum lahir.

Namun meski pahit, informasi ini kemudian juga diketahui oleh Rayleigh dan, melalui fragmen-fragmen cerita, oleh kita sebagai pembaca. Pertanyaannya: apakah kenyataan ini saja cukup untuk membuat Shanks kecil menangis seperti itu?

Jadi saya pun memikirkan...

Kemungkinan 3: Kebenaran tentang Asal-usul Shanks Sendiri

Kini kita tahu bahwa tanpa sepengetahuan Shanks kecil, Bajak Laut Roger telah berulang kali melindunginya dari Kesatria Dewa. Fakta ini menyiratkan satu hal penting: Roger hampir pasti sudah mengetahui bahwa Shanks adalah anak Tenryuubito, bahkan sebelum mencapai Laugh Tale.

Bisa jadi, kebenaran itu akhirnya disampaikan pada Shanks di momen tersebut. Atau (jika Shanks sudah mengetahui asal-usulnya lebih dulu) Roger justru menambahkan lapisan kebenaran yang jauh lebih pahit: apa arti keluarga Figarland dan Tenryuubito dalam sejarah dunia, berdasarkan temuan-temuannya di Laugh Tale.

Jika demikian, maka tangisan Shanks bukan karena kehilangan kapten, bukan pula semata karena kebenaran dunia yang terlalu cepat, melainkan karena takdir pribadinya sendiri. Sebuah identitas yang tak bisa ia pilih, namun kini tak bisa lagi ia abaikan.

Dan masuk akal kalau di momen itu Shanks malah mulai membenci darah yang mengalir di dalam dirinya.

4. Kesimpulan?

Shanks di eksekusi Roger. (Dok. Toei Animation, Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Dari seluruh penjabaran di atas, saya cenderung percaya bahwa Shanks sudah mengetahui dirinya adalah anak Tenryuubito bahkan sebelum eksekusi Gol D. Roger di Loguetown. Keputusan-keputusan yang ia ambil sejak hari itu terasa terlalu konsisten untuk sekadar kebetulan.

Penolakannya terhadap ajakan Buggy untuk langsung berlayar ke Laugh Tale memberi kesan kuat bahwa Shanks merasa ada sesuatu yang harus ia selesaikan terlebih dahulu—sesuatu yang tidak bisa dibawa ke pulau terakhir dunia begitu saja.

Setelah itu, langkah-langkah Shanks mulai membentuk pola yang jelas. Ia merekrut Yasopp saat usianya masih sekitar 17 tahun, momen pertemuan mereka ditampilkan di One Piece Chapter 0. Lima belas tahun lalu, ia kembali ke Mary Geoise dan keluarga Figarland, menyamar sebagai Tenryuubito angkuh dengan bergabung sebagai Pedang Dewa, hanya untuk menghilang setahun kemudian tepat sebelum dipromosikan menjadi Kesatria Dewa. Dua belas tahun lalu, ia mencuri Gomu Gomu no Mi dari kapal yang dijaga Who’s-Who, buah yang selama ratusan tahun dicari Pemerintah Dunia... tapi tidak pernah memakannya sendiri.

Seakan ia mencari orang yang tepat untuk buah itu.

Semua ini sulit dibaca sebagai rangkaian tindakan ngasal.

Ditambah lagi dengan sikap Shanks yang seolah tidak pernah benar-benar ingin mengklaim gelar Raja Bajak Laut untuk dirinya sendiri. Ia lebih percaya bahwa putra Roger (atau sosok lain) adalah pihak yang pantas berada di posisi itu. Padahal, dari karisma, Haki, dan kekuatan, Shanks secara luas dianggap layak, bahkan oleh Buggy yang mengenalnya sejak kecil.

Jika dirangkai seperti ini, kecurigaan saya semakin kuat: tangisan Shanks setelah Laugh Tale kemungkinan besar pecah karena Roger mengungkap kebenaran tentang asal-usulnya... atau bahkan menambahkan lapisan informasi yang membuat kenyataan itu terasa jauh lebih pahit.

Namun tentu saja, ini tetap sebuah teori. Oda masih memegang potongan terakhir puzzle ini.

Sekarang saya penasaran: menurutmu, apakah Shanks menangis karena mengetahui siapa dirinya… atau karena menyadari apa yang suatu hari harus ia lakukan?

Editorial Team