Pada Senin malam (12/1/2026), teaser ONE PIECE Netflix dirilis!
Fokus teaser kali ini adalah Baroque Works dan betapa berbahayanya mereka.
Apa saja hal menariknya? Mari kita bedah bersama!

Teaser menampilkan agen Baroque Works yang menjadi ancaman utama bagi kru Topi Jerami, dengan narasi gelap dan peringatan langsung dari Zoro.
Agen Baroque Works hadir dengan kostum dan kekuatan yang setia pada versi manga, tanpa dipermudah atau dibuat "lebih realistis."
Meski menampilkan banyak agen Baroque Works, sorotan utamanya jatuh pada Miss All Sunday/Nico Robin yang disajikan sebagai sosok misterius dan berbahaya.
Pada Senin malam (12/1/2026), teaser ONE PIECE Netflix dirilis!
Fokus teaser kali ini adalah Baroque Works dan betapa berbahayanya mereka.
Apa saja hal menariknya? Mari kita bedah bersama!
ONE PIECE Netflix season 2 akan melanjutkan kisah dari Loguetown hingga Drum Island, dan teaser terbarunya langsung memberi gambaran jelas tentang siapa ancaman utama di sepanjang perjalanan ini.
Dalam teaser tersebut, kita diperlihatkan sejumlah agen Baroque Works yang akan mulai bergerak di balik layar. Beberapa di antaranya langsung dikenali penggemar manga dan anime: Mr. 9 dengan pemukul bisbol ikoniknya, Miss Wednesday, Mr. 8, hingga duo yang tak kalah mencolok, Mr. 3 dan Miss Goldenweek.
Narasi di awal teaser sengaja dibangun perlahan untuk menciptakan aura misteri: “Awalnya, mereka hanya rumor. Bisik-bisik gelap. Mereka adalah Baroque Works.”
Kalimat itu menegaskan bahwa Baroque Works bukan organisasi yang tampil terang-terangan, melainkan ancaman tersembunyi yang bekerja dari balik bayangan.
Penjelasan itu kemudian dipertegas oleh Zoro, yang punya pengalaman langsung dengan salah satu agen mereka: “Mereka adalah organisasi assassin.”
Dengan kombinasi narasi gelap, potongan visual para agen, dan peringatan langsung dari Zoro, teaser ini sukses membangun kesan bahwa Baroque Works akan menjadi bahaya nyata dan terus-menerus bagi kru Topi Jerami sepanjang season 2.
Teaser ini juga menegaskan satu hal penting bagi para penggemar: agen-agen Baroque Works akan hadir dengan kostum dan kekuatan yang setia pada versi manga.
Kita melihat Mr. 9 lengkap dengan pemukul bisbol dan mahkotanya, Miss Wednesday menyerang Nami menggunakan Peacock Slasher, serta Miss Goldenweek yang sudah mempersiapkan kuasnya sambil memperingatkan Luffy bahwa ia tidak akan pernah menemukan One Piece, isyarat jelas bahwa Color Trap siap digunakan.
Bahkan kekuatan-kekuatan yang mungkin terasa aneh atau konyol di luar konteks ONE PIECE tetap dipertahankan. Igaram, misalnya, masih diperlihatkan menembakkan senjata api dari rambutnya, detail absurd yang justru menjadi ciri khas dunia Eiichiro Oda.
Tak berhenti di situ, season 2 juga menghadirkan Unluckies, yakni Mr. 13 dan Miss Friday: kombinasi berang-berang yang terbang di atas burung pemakan bangkai, menembaki Sanji dengan gatling gun. Sebuah konsep yang terdengar gila untuk seri live-action tapi memang seharusnya begitu.
Yang cukup lucu dan menarik perhatian adalah Miss Wednesday juga terlihat menggunakan tarian hipnotisnya, teknik yang nantinya jarang ia pakai setelah identitas aslinya terungkap.
Detail kecil seperti ini menunjukkan bahwa tim produksi benar-benar menggali fase awal karakter, bukan sekadar versi “ringkas” dari cerita aslinya. Bahkan tarian Miss Wednesday, yang bisa saja diskip karena di manga memang kemudian jarang dipakai lagi, tetap dimunculkan.
Kesimpulannya, teaser ini menegaskan bahwa seluruh kegilaan Baroque Works disajikan apa adanya, tanpa dipermudah, tanpa dibuat “lebih realistis,” dan tanpa rasa malu.
ONE PIECE Netflix tampaknya paham betul: keunikan dunia ini justru ada pada absurditasnya.
Meski teaser menampilkan banyak agen Baroque Works, sorotan utamanya jelas jatuh pada sosok dengan peringkat tertinggi dari semua yang diperlihatkan: Miss All Sunday.
Dikenal juga sebagai Nico Robin, ia adalah asisten pribadi Mr. 0, pemimpin Baroque Works, dan memang ia disajikan sebagai sosok misterius dan berbahaya.
Ada potongan adegan dimana Miss All Sunday diperlihatkan menggunakan kekuatan Hana Hana no Mi dengan sangat elegan. Ia mampu melumpuhkan sejumlah anggota Angkatan Laut yang menghalangi jalannya dengan cepat dan menakutkan. Kesan yang muncul bukan sekadar kuat, tapi tenang dan mengintimidasi.
Teaser juga menampilkan momen dialog singkat namun penuh makna antara Miss All Sunday dan Luffy, ketika ia tampak berada di Going Merry.
Dengan nada dingin, ia memperingatkan: “Kamu mungkin merasa dirimu tak terhentikan… tapi temanmu tidak terbuat dari karet.”
Nuansa bahaya itu makin diperkuat ketika teaser memotong ke adegan Sanji ditembaki Unluckies di Little Garden, memperlihatkan bahwa Baroque Works menyerang dari berbagai arah, tanpa memberi ruang bernapas.
Bahkan di momen penutup teaser, tepat sebelum logo dan pengingat tanggal tayang 10 Maret muncul, Miss All Sunday masih sempat mencuri perhatian.
Dengan senyum tipis, ia berkata singkat: “Good luck.”
Lalu, dengan santai, menjatuhkan diri keluar dari Going Merry.
Semua ini terasa jelas sebagai showcase perdana Lera Abova sebagai Miss All Sunday. Dan dari apa yang diperlihatkan di teaser? Kostum, kekuatan, hingga aura berbahayanya tersaji mantap.
Satu hal yang cukup mencuri perhatian saya dalam teaser bertema Baroque Works ini adalah Drum Island yang dapat beberapa sorotan singkat.
Padahal, jika merujuk pada alur Baroque Saga di manga (dimulai dari Reverse Mountain arc berakhir di Arabasta arc), Drum Island adalah satu wilayah dimana ancamannya bukan Baroque Works tapi Wapol. Ini beda dengan wilayah lain yang disorot, Whisky Peak dan Little Garden, dimana memang Baroque Works adalah musuhnya.
Justru karena itu, sorotan terhadap Drum Island ini terasa menarik. Muncul pertanyaan: apakah Netflix akan memperluas ancaman Baroque Works hingga ke Drum Island?
Bisa saja, alih-alih benar-benar “lepas” dari konflik utama, Drum Island akan tetap terasa ada bayang-bayang Baroque Works, mirip dengan bagaimana Arlong di season 1 digambarkan sebagai sosok yang begitu dominan hingga membayangi hampir seluruh konflik di East Blue.
Pendekatan seperti ini bisa membantu serial menjaga rasa ancaman yang konsisten, meski lokasi dan musuh utama terus berganti.
Namun, ada juga kemungkinan yang lebih sederhana. Sorotan Drum Island dalam teaser bisa jadi sekadar preview visual untuk memperkenalkan wilayah bersalju ini.
Untuk saat ini, jelas kita hanya berteori.
Yang jelas, keputusan untuk menonjolkan Drum Island dalam teaser Baroque Works bukanlah pilihan yang sembarangan, dan justru membuat kita semakin penasaran bagaimana ONE PIECE Netflix season 2 akan merangkai transisi menuju cerita Arabasta yang lebih besar.
Di awal teaser, Miss Wednesday memang diperlihatkan sebagai ancaman.
Ia muncul di Going Merry dan langsung menyerang Nami.
Namun, jika diperhatikan lebih saksama, teaser ini juga menyelipkan petunjuk singkat bahwa ada sesuatu yang berbeda dari Miss Wednesday.
Salah satu momen cepat memperlihatkan Miss Valentine menggunakan kekuatan manipulasi bobot tubuhnya untuk mendarat di dekat Miss Wednesday. Menariknya, setelah itu, Miss Wednesday dan Nami justru terlihat menjauh bersama.
Potongan singkat ini terasa seperti foreshadowing yang halus, isyarat bahwa peran Miss Wednesday di season 2 tidak akan sesederhana agen Baroque Works biasa.
Sesuatu yang pasti sudah dipahami juga sejak awal oleh pembaca manga dan penonton anime.
Sementara bagi penonton baru, adegan tersebut menjadi tanda awal bahwa ada yang lebih dari peran Miss Wednesday.
Dengan cara seperti ini, teaser berhasil menanamkan rasa penasaran tanpa membocorkan terlalu banyak, cukup untuk membuat penonton ingin tahu siapa sebenarnya Miss Wednesday, dan di mana posisinya nanti dalam konflik besar Baroque Works.