Emporio Ivankov dan Penduduk Kamabakka Kingdom. (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha/One Piece)
Kasus Sanji sedikit berbeda karena Ivankov tidak secara langsung mengajarinya teknik Haoshoku Haki.
Selama latihan di Kamabakka Kingdom, Ivankov justru menyoroti kebiasaan Sanji yang rela membiarkan dirinya babak belur demi meraih kemenangan.
Sanji memang memiliki kecenderungan mengorbankan keselamatannya sendiri demi orang lain. Namun, menurut Ivankov, ia juga perlu belajar mencintai dirinya sendiri atau memiliki self-love.
Ivankov bahkan menekankan bahwa seseorang tidak bisa benar-benar mencintai orang lain jika ia tidak mampu mencintai dirinya sendiri.
Sekilas, pelajaran tersebut tidak berkaitan langsung dengan Haoshoku Haki. Namun, perkembangan cerita di Elbaph membuatnya terasa jauh lebih relevan.
Scopper Gaban menilai Sanji memiliki potensi Haoshoku Haki, tetapi kecenderungannya mengorbankan diri menjadi salah satu hambatan yang perlu ia hadapi.
Dengan demikian, pelajaran Ivankov bisa dipandang sebagai fondasi mental yang membantu Sanji menghadapi hambatan tersebut.
Setelah mengingat kembali wejangan Ivankov, Sanji tampak lebih percaya diri ketika menghadapi Killingham. Ia mulai menunjukkan sikap yang lebih tegas terhadap lawannya dan tidak lagi sekadar menerima dirinya sebagai pihak yang harus menanggung semua penderitaan.
Apakah ini berarti Sanji sudah sepenuhnya mengatasi kecenderungan mengorbankan dirinya? Rasanya sih iya, meski belum terlihat jelas. Namun, pengungkapan ini memberikan petunjuk bahwa perkembangan mentalnya mungkin menjadi bagian penting dari perjalanan menuju penguasaan Haoshoku Haki.
Ivankov tidak mengajarkan teknik Haki kepada Sanji, melainkan pelajaran tentang bagaimana Sanji seharusnya memandang dirinya sendiri.