Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
8 Fakta Hito Hito no Mi Milik Chopper di One Piece, Anti-Domi Reversi?
Tony Tony Chopper Heavy Point (dok. One Piece/Netflix)
  • Hito Hito no Mi milik Chopper termasuk varian unik dari buah Zoan yang memiliki cabang hingga level dewa, seperti model Nika dan Daibutsu.
  • Buah ini mengubah Chopper dari rusa biasa menjadi makhluk berakal manusia dengan tiga bentuk dasar serta kemampuan berevolusi lewat Rumble Ball ciptaannya.
  • Dalam bab terbaru, kekuatan Monster Point Chopper menunjukkan efek penyembuhan terhadap korban Domi Reversi, menandakan potensi baru buah ini dalam memulihkan kemanusiaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kalau bicara soal Buah Iblis unik di One Piece, Hito Hito no Mi milik Tony Tony Chopper jelas masuk daftar teratas.

Awalnya terlihat “sederhana”, hanya membuat hewan jadi manusia. Tapi semakin masuk ke Final Saga, buah ini justru terasa makin spesial.

Apa saja fakta menariknya? Ini 8 fakta Hito Hito no Mi Chopper!

1. Varian reguler dari Hito Hito no Mi

Buah Iblis Hito Hito no Mi milik Tony Tony Chopper dalam anime One Piece (dok. Toei Animation/One Piece)

Chopper memakan Hito Hito no Mi versi standar.

Namun yang menarik, buah ini punya banyak varian, termasuk:

Monkey D. Luffy – Model: Nika

Sengoku – Model: Daibutsu

Artinya, Hito Hito no Mi bukan sekadar Zoan biasa, ini cabang yang bahkan bisa menyentuh konsep “dewata.” Varian Mythicalnya beneran dewa.

2. Bukan Hito Hito no Mi pertama yang muncul

Gomu Gomu no Mi (dok. Toei Animation/ One Piece)

Secara teknis, varian Hito Hito no Mi sudah muncul jauh sebelum Chopper disorot.

Luffy sudah menggunakan kekuatan varian model Nika sejak awal cerita… hanya saja saat itu masih dikenal sebagai Gomu Gomu no Mi.

Jadi, tanpa kita sadari, Hito Hito no Mi sudah ada sejak awal One Piece.

3. Mengubah rusa jadi “manusia”

Chopper di One Piece Live Action Season 2

Sebelum memakan buah ini, Chopper hanyalah rusa biasa.

Setelah memakannya, ia mendapatkan kcerdasan manusia, kemampuan berbicara, dan emosi kompleks.

Namun efek ini justru membuatnya terasing, tidak diterima sebagai rusa, tapi juga bukan manusia sepenuhnya.

4. Memiliki tiga wujud dasar

Bentuk Chopper di One Piece Live Action

Sebagai Zoan, Hito Hito no Mi memberi tiga bentuk utama:

Brain Point → bentuk paling “manusia,” fokus kecerdasan

Walk Point → bentuk rusa asli

Heavy Point → bentuk manusia besar dan kuat

Ini adalah dasar kemampuan Chopper sebelum ia bereksperimen lebih jauh.

5. Rumble Ball mengubah aturan main

Chopper memegang Rumble Ball. (dok. Toei Animation/One Piece)

Chopper bukan pengguna biasa.

Ia menciptakan Rumble Ball, obat yang:

Memungkinkan akses ke form tambahan

Melampaui batas standar Zoan

Berkat ini, Chopper punya banyak bentuk unik seperti:

Horn Point

Guard Point

Jumping Point

Lalu ada Monster Point.

Ini menjadikannya salah satu pengguna Zoan paling fleksibel di dunia One Piece.

6. Monster Point: kekuatan besar dengan risiko

Monster Point Chopper (dok. Toei Animation/ One Piece)

Form transformasi Chopper paling ikonis tentu saja Monster Point.

Awalnya wujud ini memberi kekuatan luar biasa tapi membuat Chopper kehilangan kendali.

Setelah time skip, Chopper berhasil mengontrol Monster Point, membuat ia bisa menggunakannya secara strategis.

7. Tumbuh di Drum Island

Drum Island. (Dok. Netflix/ONE PIECE season 2)

Hito Hito no Mi yang dimakan Chopper ditemukan di Drum Island.

Chopper memakannya saat ia masih jadi rusa di sana.

8. Berpotensi jadi “counter” Domi Reversi?

Chopper memukul korban Domi Reversi. (dok. Eiichiro Oda, Shueisha/One Piece)

Ini ang paling mengejutkan dari perkembangan terbaru manga One Piece.

Di bab 1177, Chopper dalam Monster Point meninju raksasa korban Domi Reversi.

Serangan itu bahkan dikatakan tidak sakit… tapi korbannya sembuh!

Padahal solusi sebelumnya Domi Reversi adalah korban harus dibunuh untuk pulih.

Ini membuka kemungkinan besar: Hito Hito no Mi bukan sekadar memberi kekuatan manusia… tapi juga bisa “mengembalikan kemanusiaan.”

Editorial Team