Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Vegapunk Lilith (dok. Toei Animation/One PIece)
Vegapunk Lilith (dok. Toei Animation/One PIece)

Intinya sih...

  • Interpretasi soal sifat "jahat" Lilith

  • Lilith bukan personifikasi “kejahatan manusia secara umum”

  • Kejahatan terbesarnya adalah pragmatis dan oportunis

  • Lilith mewakili insting bertahan hidup Vegapunk

  • Ada kemungkinan kejahatan Lilith tertahan karena aspek Greed dipisah

  • Vegapunk memiliki benih keserakahan yang ditahan oleh aspek lain

  • Greed dipisahkan ke York, membuat Lilith lebih "murni"

  • Lilith tidak ingin kekuasaan absolut atau mengorbankan segalanya demi posisi aman

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Secara konsep, Lilith adalah satelit Vegapunk yang mewakili aspek EVIL, sisi jahat, naluri destruktif, dan kecenderungan agresif.

Masalahnya… kalau kita melihat apa yang benar-benar ia lakukan di cerita, kesimpulan itu jadi terasa janggal.

Lilith memang sinis. Ia kadang manipulatif. Dan jelas bukan tipe “baik hati polos.”

Tapi pada akhirnya? Dia bukan pengkhianat. Dia tidak menjual Vegapunk ke Pemerintah Dunia. Dia bahkan ikut berjuang sampai akhir, melindungi apa yang tersisa dari warisan Vegapunk.

Bandingkan dengan York, satelit yang mewakili Greed. York justru sepenuhnya menenggelamkan dirinya dalam sisi terburuknya, mengkhianati rekan-rekannya demi kenyamanan, status, dan hidup abadi di sisi Pemerintah Dunia.

Jadi pertanyaannya jadi menarik: Apakah Lilith benar-benar “jahat”?

Yuk kita bedah peran Lilith lebih dalam.

1. Interpretasi soal sifat "jahat" Lilith

Vegapunk-02 Lilith di One Piece 1062. (mangaplus.shueisha.co.jp/One Piece)

Hal penting yang sering terlewat adalah ini: Lilith bukan personifikasi “kejahatan manusia secara umum.”

Dia adalah personifikasi kejahatan versi Vegapunk sendiri.

Dan dari apa yang kita lihat sepanjang cerita, “kejahatan” Vegapunk bukanlah kekejaman, sadisme, atau hasrat menghancurkan orang lain.

Kejahatan terbesarnya justru pragmatisme dingin, kemampuan untuk menutup mata, menghitung untung-rugi, dan memilih bertahan meski itu berarti berkompromi dengan hal yang tidak ideal.

Contohnya jelas:

  • Vegapunk menolak bergabung dengan Pasukan Revolusioner Monkey D. Dragon bukan karena ia setuju dengan Pemerintah Dunia, tapi karena Dragon saat itu tidak punya dana.

  • Ia tidak bisa secara terbuka membantu Profesor Clover, meski tahu kebenaran yang Clover kejar, karena risiko diburu Pemerintah Dunia terlalu besar.

Lilith mewarisi sisi ini dengan sangat jelas.

“Jahat”-nya Lilith:

  • Pragmatis: ia tidak ragu merampok bajak laut demi pendanaan.

  • Oportunis: ia sempat mempertimbangkan menyerahkan Bajak Laut Topi Jerami ke CP0 jika itu menguntungkan posisinya (meski pada akhirnya tidak dilakukan).

  • Tidak suka dikendalikan: ia membenci disuruh-suruh, bahkan oleh sesama satelit seperti Shaka.

Jadi kalau Lilith disebut “jahat,” itu bukan karena ia kejam melainkan karena ia mewakili insting bertahan hidup Vegapunk, sisi yang mau mengambil keputusan kotor demi kelangsungan hidup dan kelanjutan riset.

Dan justru di dunia One Piece yang brutal, mungkin… itulah jenis “kejahatan” yang paling realistis.

2. Ada kemungkinan kejahatan Lilith tertahan karena aspek Greed dipisah

York mengkhianati Vegapunk. (dok. Toei Animation/One Piece)

Ada satu potongan SBS yang sangat penting untuk memahami ini.

Dalam SBS volume 113, Oda menjawab pertanyaan fans soal York:

“Jika York ingin menjadi Naga Langit, apakah itu berarti Vegapunk juga sebenarnya menginginkan hal yang sama, meski hanya sedikit, sebelum dirinya terpecah?”

Jawaban Oda (yang panjang dan jujur) pada intinya menyampaikan satu hal krusial: hasrat untuk memiliki segalanya, bahkan hal yang menjijikkan seperti menjadi Naga Langit, adalah bagian dari sifat manusia.

Oda bahkan menegaskan: semua manusia menyimpan keserakahan besar dalam diri mereka, manusia baru benar-benar “menjadi manusia” ketika mereka punya alasan untuk menahan keinginan itu.

Dalam konteks Vegapunk, “alasan” itu diwakili oleh Shaka (Good), sementara Greed berdiri sendiri sebagai York.

Artinya apa?

Vegapunk asli memang memiliki benih keserakahan, termasuk hasrat absurd seperti ingin berada di posisi tertinggi dunia. Namun pada dirinya yang utuh, hasrat itu ditahan dan dikontrol oleh aspek-aspek lain: moral, logika, empati, dan rasa tanggung jawab.

Masalahnya muncul setelah pemisahan.

York adalah Greed murni, tanpa penyeimbang. Maka wajar jika:

  • Ia ingin menjadi Tenryuubito.

  • Ia mengkhianati seluruh satelit lain.

  • Ia rela menjual dunia demi kenyamanan dan status.

Di dalam dirinya, aspek yang menahan Vegapunk asli tidak ada!

Dan di sinilah posisi Lilith jadi menarik.

Karena Greed dipisahkan, “kejahatan” Lilith tidak berkembang menjadi kerakusan ekstrem. Lilith tidak ingin kekuasaan absolut. Ia tidak ingin menjadi Naga Langit.
Ia tidak mau mengorbankan segalanya demi posisi aman.

Kejahatannya berhenti di level: pragmatis, oportunis, oportunisme kecil demi bertahan hidup.

Justru karena aspek Greed tidak ditumpahkan ke Lilith, dia terasa lebih “murni” dibanding jika seluruh sisi negatif Vegapunk dilebur jadi satu.

Dengan kata lain: Lilith tidak jahat karena kurang empati, dia “jahat” karena masih manusiawi.

Dan itu membuatnya jauh lebih simpatik dibanding York, serta jauh lebih masuk akal dibanding stereotip “evil clone” pada umumnya.

3. Jadi, apakah Lilith itu "jahat"?

Lilith (dok. Toei Animation/One Piece)

Kembali ke pertanyaan utamanya.

Apakah Lilith itu jahat?

Jawabannya: iya, tapi dengan konteks yang sangat penting.

Lilith adalah aspek “evil” dari Vegapunk, sosok yang pada dasarnya bukan orang jahat. Karena itu, kejahatan Lilith bukanlah kekejaman, sadisme, atau ambisi absolut. Kejahatannya lebih berupa pragmatisme dingin, jenis “kejahatan” yang sering muncul ketika seseorang harus memilih bertahan di dunia yang rusak.

Benih ini sudah kita lihat pada Vegapunk asli:

  • Ia menolak bergabung dengan Monkey D. Dragon bukan karena tidak peduli pada kebebasan, tapi karena Dragon tidak punya dana.

  • Ia menutup mata pada banyak hal buruk karena merasa “tidak ada pilihan lain”.

Itulah jenis “kejahatan” yang diwarisi Lilith.

Bukan kebencian. Bukan kerakusan. Melainkan kompromi moral.

Dan di titik inilah pemisahan satelit Vegapunk jadi krusial.

Lilith tidak diberi aspek Greed. Greed dipisahkan dan dituangkan seluruhnya ke York.

Hasilnya?

  • Lilith tetap bisa berempati.

  • Lilith tidak tergoda jadi Tenryuubito.

  • Lilith tidak rela mengorbankan semua orang demi keselamatan diri sendiri.

Sebaliknya, York, sebagai Greed murni tanpa penyeimbang, berkembang secara liar. Ia mengkhianati semua satelit lain demi hasrat menjadi Naga Langit, hasrat yang, menurut Oda sendiri, sebenarnya juga ada dalam diri Vegapunk asli, tapi ditahan oleh nurani dan akal sehatnya.

Di sinilah ironi besarnya.

Lilith yang diberi label “jahat” justru lebih manusiawi. Sementara York yang hanya mewakili satu dorongan dasar manusia menjadi paling tidak manusiawi.

Maka, kesimpulan pahitnya mungkin ini: kesalahan terbesar Vegapunk bukanlah memiliki sisi gelap, melainkan memisahkan sisi-sisi itu menjadi individu yang tidak lagi saling mengendalikan.

Lilith bukan jahat karena ia kejam. Ia “jahat” karena ia mewarisi realitas dunia, sementara York adalah bukti apa yang terjadi ketika satu rasa tamak manusia dibiarkan berkuasa tanpa rem.

Dan seperti biasa di One Piece, yang paling berbahaya bukanlah kejahatan terbuka… melainkan sifat manusia yang kehilangan keseimbangannya.

Editorial Team