Wujud baru Nerona Imu. (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha/One Piece)
Tentu saja, bagian ini sudah masuk wilayah teori.
Namun menarik untuk membayangkan bagaimana hasilnya kalau Topi Jerami justru mendapatkan rute yang dipilih Kid atau Law.
Misalnya, kalau Luffy pergi ke Pulau Winner dan bertemu Bajak Laut Kurohige dalam kondisi mereka tidak lengkap, situasinya mungkin berbeda.
Bajak Laut Kurohige yang berada di sana memang memiliki beberapa nama besar seperti Kurohige, Burgess, Van Augur, Doc Q, dan Stronger, tetapi mereka tidak membawa seluruh kekuatan kru.
Dengan kekuatan Luffy dan seluruh Bajak Laut Topi Jerami, bukan mustahil pertempuran tersebut justru menjadi masalah bagi Kurohige.
Bahkan Kurohige bisa saja memilih mundur jika menilai pertempuran itu tidak menguntungkan.
Begitu juga dengan Elbaph.
Kalau Luffy datang lebih awal, sebelum situasi berubah menjadi konflik dengan Pemerintah Dunia, ada kemungkinan pertemuannya dengan Shanks berlangsung sangat berbeda.
Shanks mungkin lebih tertarik menguji Luffy daripada langsung menghancurkannya seperti yang terjadi pada Kid.
Apalagi hubungan Luffy dan Shanks jelas berbeda jauh dari hubungan Shanks dengan Kid.
Sekali lagi, ini hanya spekulasi. Namun justru dari sini muncul kemungkinan yang menarik:
Luffy mungkin bukan mendapatkan rute yang paling mudah. Bisa jadi dia justru mendapatkan rute paling brutal.
Kid bertemu salah satu Yonko.
Law bertemu kelompok calon Yonko lainnya.
Sedangkan Luffy? Dia memilih menyelamatkan Vegapunk, masuk ke konflik Pemerintah Dunia, lalu datang ke Elbaph tepat ketika Imu sendiri turun tangan.
Yang beda hanya Bajak Laut Topi Jerami lebih siap untuk menghadapi ancaman apapun yang menanti mereka menuju Laugh Tale.
Dan bagian paling lucunya adalah: Luffy bahkan tidak memilih rute itu karena strateginya bagus. Dia cuma kebagian rute yang tersisa.