Laporan di bab 1098 memang menegaskan bahwa Ginny dan unitnya diserang secara mendadak. Namun jika kita melihat siapa Ginny sebenarnya, penjelasan itu terasa kurang memuaskan.
Ginny bukan prajurit biasa. Ia adalah mantan komandan Pasukan Timur Pasukan Revolusioner, posisi yang kemudian diisi oleh Belo Betty. Dengan jabatan dan pengalaman tempur setinggi itu, terasa janggal jika ia sekadar “kecolongan” lalu hancur total akibat serangan mendadak dari pihak kelas menengah seperti Angkatan Laut biasa atau agen Cipher Pol standar.
Semakin mencurigakan lagi jika kita melihat bagaimana rapi dan tuntasnya operasi tersebut: Ginny ditangkap hidup-hidup, pasukannya musnah, dan setelah dibawa kapal Pemerintah Dunia, jejaknya lenyap sepenuhnya, bahkan Bartholomew Kuma tidak mampu menemukannya hingga semuanya terlambat.
Pola ini terasa lebih cocok dengan operasi tingkat tertinggi, dilakukan oleh pihak yang berada di atas Angkatan Laut dan Cipher Pol, tidak perlu meninggalkan catatan administratif, dan bisa langsung menyerahkan target ke Tenryuubito.
Di titik ini, Kesatria Dewa muncul sebagai kandidat yang masuk akal.
Terlebih lagi, Ginny dan pasukannya tidak memiliki Haoshoku Haki tingkat tinggi, satu-satunya alat yang sejauh ini terbukti efektif untuk benar-benar melukai atau menahan Kesatria Dewa. Jika mereka memang berhadapan langsung dengan Kesatria Dea, maka perlawanan efektif hampir mustahil dilakukan, sekuat apa pun Ginny seharusnya.
Apakah ini bukti mutlak? Belum tentunya. Jawaban mutlak hanya jawaban yang diberikan Oda.
Namun jika semua potongan ini disatukan (jabatan Ginny, kehancuran unitnya, rapi dan cepatnya penculikan, serta hilangnya jejak Ginny) maka teori bahwa Ginny diincar dan dijatuhkan langsung oleh Kesatria Dewa terasa lebih masuk akal dibanding sekadar operasi biasa Pemerintah Dunia.
Sekarang pertanyaannya kembali ke kamu: menurutmu, apakah tragedi Ginny adalah ulah tangan tertinggi Mary Geoise atau masih ada penjelasan lain yang lebih masuk akal?