Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Loki dan Jarul. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)
Loki dan Jarul. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Intinya sih...

  • Petunjuk-petunjuk soal aksi Loki gagalLoki berangkat dari Elbaph tepat di hari kematian Raja Harald. Tidak ada informasi resmi soal nasib para prajurit Kastel Aurust yang ikut berlayar bersama Loki. Gorosei masih utuh.

  • Delapan tahun sia-sia?Besar kemungkinan Loki tidak pernah benar-benar menyentuh jantung kekuasaan Pemerintah Dunia. Reputasinya tidak berkembang menjadi legenda penumbang tirani. Shanks sebenarnya bisa mengarahkan Loki ke targetnya.

  • Shanks dan LokiShanks masih rutin berkunjung ke Elbaph, bahkan setelah Loki dirantai di Underworld. Shanks tidak pernah mengarahkan amarah Loki ke Mary Geo

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kini situasinya makin jelas: Loki meninggalkan Elbaph tepat di hari kematian Raja Harald bukan untuk melarikan diri, melainkan untuk membalas dendam.

Targetnya bukan individu tertentu, melainkan Pemerintah Dunia itu sendiri. Jarul sudah memperingatkannya: Pemerintah Dunia itu organisasi kolosal, jadi mencoba melawan mereka adalah sesuatu yang bahkan tak bisa dibayangkan Loki skalanya.

Masalah lainnya? Loki berangkat tanpa rencana konkret.

Tidak ada informasi siapa yang ia serang, di mana, atau sejauh apa langkahnya. Ia hanya membawa amarah, rasa bersalah, dan segelintir prajurit Kastel Aurust yang selamat dari tragedi Harald. Justru karena membawa para penyintas inilah, lahir hoaks kejam bahwa seluruh prajurit Kastel Aurust mati dibunuh Loki, memperparah reputasinya sebagai pangeran terkutuk.

Pertanyaannya sekarang: apa sebenarnya yang terjadi di tengah misi itu? Apakah Loki sempat menyerang Mary Geoise? Apakah ia hanya menghantam proksi seperti CP atau basis Pemerintah Dunia lain? Atau justru ia menyadari terlalu cepat bahwa balas dendam tanpa arah hanya akan menelan korban sia-sia?

Dari semua petunjuk yang ada, satu hal terasa pasti: misi balas dendam Loki bukan kisah heroik, melainkan tragedi.

Dan hasilnya tidak baik.

Mari kita bahas!

1. Petunjuk-petunjuk soal aksi Loki gagal

Loki (dok. Shueisha/One Piece)

Oke, sebelum berspekulasi lebih jauh, mari kita hamparkan fakta-fakta yang sudah dikonfirmasi cerita:

  • Loki berangkat dari Elbaph 14 tahun lalu, tepat di hari kematian Raja Harald. Enam tahun kemudian, Loki dan palu Ragnir ditangkap Shanks dan diseret kembali ke Elbaph, lalu dirantai di Underworld.

  • Shanks naik menjadi Yonko di tahun yang sama dengan penangkapan Loki. Korelasi waktunya terlalu rapi untuk diabaikan.

  • Tidak ada informasi resmi soal nasib para prajurit Kastel Aurust yang ikut berlayar bersama Loki. Apakah mereka tewas, terpencar, atau ditangkap. Yang jelas mereka kini tidak terlihat. Padahal kamu bisa lihat ketika Loki berangkat: prajurit yang ikut masih lumayan.

  • Imu tetap berkuasa. Gorosei masih utuh. Kesatria Dewa veteran seperti Figarland Garling, Shamrock, dan Shepherd Sommers tetap hidup dan aktif. Mereka seharusnya adalah target utama Loki tapi tak ada tanda-tanda mereka kenapa-kenapa

  • Reputasi Loki di dunia luar sangat kabur. Di Elbaph, ia hanya dikenang sebagai sosok yang “pernah membuat kekacauan di lautan.” Tidak ada kisah kemenangan besar, tidak ada legenda kejatuhan tokoh Pemerintah Dunia.

Jika kita jabarkan dan pikirkan, semua petunjuk ini tidak menggambarkan misi balas dendam yang sukses. Sebaliknya, ini terasa seperti jejak sebuah ekspedisi yang gagal total, ditekan sebelum sempat meninggalkan dampak berarti pada pusat kekuasaan dunia.

Dan yang paling memberi gambaran? Seandainya Loki benar-benar menjatuhkan tokoh besar Pemerintah Dunia, dunia One Piece, terutama Mary Geoise, pasti sudah bergetar jauh sebelum Final Saga.

Fakta bahwa semua masih berdiri tegak adalah indikasi paling keras bahwa misi Loki berakhir dengan kekalahan, bukan kemenangan.

2. Delapan tahun sia-sia?

Loki dan Jarul. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Dari semua petunjuk yang ada, besar kemungkinan Loki tidak pernah benar-benar menyentuh jantung kekuasaan Pemerintah Dunia.

Tidak ada satu pun indikasi bahwa seorang raksasa, apalagi pemilik darah Ancient Giant dengan palu pemanggil petir, pernah menyerang Mary Geoise dalam delapan tahun terakhir sebelum ia ditangkap Shanks. Padahal, Mary Geoise adalah tempat tinggal para konspirator yang menyeret Harald (dan dulu Rocks) ke nasib tragis mereka.

Yang lebih masuk akal?

Loki melampiaskan amarahnya ke target yang lebih “terjangkau”: institusi-institusi di bawah Pemerintah Dunia, terutama Angkatan Laut dan fasilitas-fasilitas mereka.

Masalahnya, hasil akhirnya tetap pahit.

-Tidak ada kabar soal para prajurit Kastel Aurust yang ikut Loki berlayar. Ini mengisyaratkan kemungkinan terburuk: Loki mungkin selamat, tapi anak buahnya tumbang satu per satu.

-Reputasi Loki di dunia luar tidak pernah berkembang menjadi legenda penumbang tirani. Ia hanya dikenang sebagai pembuat kekacauan, bukan simbol perlawanan.

Kerusakan yang ia timbulkan tampaknya cukup besar sampai akhirnya Shanks turun tangan sendiri.

Dan fakta bahwa Shanks naik menjadi Yonko di tahun yang sama saat ia mengalahkan Loki memperkuat kesan bahwa Loki memang sempat menjadi ancaman kelas atas, hanya saja ancaman yang gagal mencapai tujuan utamanya.

Dan di sinilah peran Shanks terasa paling menarik… sekaligus paling kejam secara emosional.

Shanks sebenarnya bisa saja mengarahkan Loki ke targetnya.

Ia pernah bertemu Harald ketika mereka sama-sama menjabat sebagai Pedang Dewa. Ia tahu siapa yang bermain di balik layar, tahu betapa kotor sistem itu bekerja.

Namun di bab 1171, Shanks tidak mengatakan apa pun kepada Loki sebelum kepergiannya. Tidak memberi petunjuk. Tidak mengarahkan amarah Loki ke target yang lebih tepat.

Akibatnya?

Loki pergi dengan amarah mentah, tanpa arah, tanpa strategi, dan tanpa peluang menang.

Delapan tahun berlalu. Pemerintah Dunia tetap berdiri. Mary Geoise tetap utuh. Mereka yang berkomplot membuat Harald jadi Kesatria Dewa belum dihukum.

Dan yang tersisa dari misi balas dendam Loki… hanyalah kekacauan yang tidak berarti apa-apa di hadapan sistem sebesar itu.

3. Shanks dan Loki

Shanks (dok. Toei Animation/One Piece)

Di awal interaksinya dengan Luffy, Loki menyebut Shanks sebagai pengecut. Ucapan itu langsung memicu amarah Luffy, ia naik pitam dan menyerang Loki tanpa ragu, meski di luar itu jelas Luffy sebenarnya cocok dengan dirinya.

Tapi semakin kita lihat petunjuknya, hubungan Shanks dan Loki ternyata jauh lebih rumit dari sekadar permusuhan.

Faktanya:

-Shanks masih rutin berkunjung ke Elbaph, bahkan setelah Loki dirantai di Underworld.

-Loki tahu Shanks sedang berada di mana, detail yang bisa menjadi kunci penting untuk reuni Luffy dengan sahabat lamanya itu.

-Dan yang paling mencurigakan: Shanks tidak pernah mengarahkan amarah Loki ke Mary Geoise, meski ia tahu siapa dalang di balik nasib Harald, dan dia sendiri membenci darah Figarland di dalam dirinya dan sikap ayahnya.

Ini memunculkan pertanyaan besar: Apakah Shanks memang belum menganggap waktunya tepat untuk melawan Imu dan lingkaran kekuasaan Mary Geoise secara langsung?

Bisa jadi, delapan tahun lalu Shanks bukan hanya menghentikan Loki karena amarahnya mulai menyasar target yang salah. Bisa jadi… ia juga melindunginya.

Melindungi Loki dari mati sia-sia dalam perang yang mustahil dimenangkan saat itu.

Dari sudut pandang Loki, ini tentu terasa menjengkelkan. Ia ingin menyerbu. Ia ingin balas dendam sekarang. Dan Shanks, meski tahu kenyataannya, mungkin ingin meminta Loki menahan diri.

Tapi ironisnya, justru karena dirantai di Underworld, Loki tidak lenyap ditelan amarahnya sendiri. Ia bertahan. Dan di tempat itulah, ia akhirnya bertemu dengan Monkey D. Luffy.

4. Kesimpulan?

Loki meminta Jarul, Gaban, dan Shanks untuk tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya. (dok. Shueisha/One Piece)

Jadi analisis saya: fakta bahwa Loki mengamuk di laut sekitar delapan tahun tapi para konspirator yang bikin Harald jadi Kesatria Dewa masih hidup menegaskan misinya gagal.

Bisa jadi Loki hanya menyerang membabi buta sementara prajurit yang mengikutinya mati satu demi satu.

Yang menarik perhatian tentu adalah diamnya Shanks di bab 1171 dan dia malah menangkap Loki 8 tahun kemudian. Kalau Shanks mau dia bisa langsung mengungkap dimana para otak dibalik Harald jadi Kesatria Dewa.

Shanks tidak melakukan itu dan malah menangkap Loki memberi indikasi menarik, terutama karena Shanks dituding Loki sebagai pengecut.

Apakah Shanks merasa 14 hingga 8 tahun lalu itu bukan saat yang tepat untuk melawan Imu? Padahal kamu bisa merasakan: Shanks sendiri membenci darahnya dan juga Tenryuubito.

Bagaimana menurutmu?

Editorial Team