Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
1000001770.jpg
Kurohige One Piece

Intinya sih...

  • Kurohige dan krunya tidak ragu membunuh

  • Kurohige punya masalah personal dengan Tenryuubito

  • Kurohige bukan sosok yang “sederhana” dalam konflik

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Monkey D. Luffy sebagai pemilik kekuatan Nika jelas adalah ancaman besar bagi Mary Geoise. Tenryuubito tak ragu ia jotos, Gorosei gagal menangkapnya, Imu terang-terangan mewaspadai dia sebagai Joy Boy, dan Kesatria Dewa akan segera berhadapan dengan dia di Elbaph. Dari sudut pandang simbol dan takdir, Luffy memang “musuh yang ditakdirkan.”

Tapi sebenarnya ada yang lebih mengerikan dibanding Luffy untuk Tenryuubito: Marshall D. Teach alias Kurohige.

Bukan karena dia lebih “kuat” secara daya hancur saja, tapi karena cara berpikir, cara bertindak, dan jenis kekacauan yang ia bawa sangat berbeda. Lebih personal pula.

Kenapa Kurohige bisa jadi mimpi buruk yang lebih besar bagi Tenryuubito?

Ini alasannya.

1. Kurohige dan krunya tidak ragu membunuh

Bajak Laut Kurohige adalah salah satu bajak laut paling jahat di dunia One Piece. (dok. Toei Animation/One Piece)

Ini perbedaan paling mendasar antara Luffy dan Kurohige.

Musuh-musuh Luffy hampir tidak pernah berakhir mati. Paling mentok jatuhnya seperti Kaido: nasibnya tak diketahui, tak eksplisit mati. Mayoritas antagonis Luffy tumbang, kalah, dipermalukan… tapi tetap hidup. Luffy menghancurkan mimpi mereka, bukan eksistensinya.

Kurohige berbeda total.

Ia membunuh Thatch, rekan satu kapalnya sendiri. Ia memastikan Edward Newgate, manusia terkuat di dunia, benar-benar mati. Dan ia tidak melakukannya dengan kehormatan atau duel bersih, tapi dengan pengkhianatan dan pengeroyokan, cara paling efektif untuk memastikan target tidak bangkit lagi.

Kalau Tenryuubito jatuh ke tangan Luffy, kemungkinan besar mereka akan dipukul, dipermalukan, dan kehilangan kekuasaan.

Kalau jatuh ke tangan Kurohige?

Mereka akan dihapus.

Sama seperti klan Davy dihapus hampir total di God Valley.

Dan itu berhubungan dengan poin 2.

2. Kurohige punya masalah personal dengan Tenryuubito

Eris istri Xebec. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Berbeda dari Luffy, konflik Kurohige dengan Tenryuubito bukan sekadar ideologis. Ini personal.

Dalam flashback besar Elbaph arc, kita melihat Marshall D. Teach kecil di God Valley, dirantai bersama ibunya dan kerabatnya dari klan Davy. Mereka dipamerkan di hadapan Tenryuubito sebagai target utama menjelang perburuan manusia. Ekspresi shock dan ketakutan Teach kecil di momen itu terasa jelas. Ini bukan pengalaman yang bisa “dilupakan.”

Lalu ada lapisan tragedi berikutnya: ayahnya, Rocks D. Xebec, tidak sekadar dibunuh. Ia diubah menjadi iblis oleh Imu, dipaksa menyerang orang-orang yang ia cintai, lalu... diakhiri oleh Figarland Garling setelah dilemahkan Roger dan Garp. Jika Eris, ibu Teach, menyadari kebenaran ini, maka Teach tumbuh bukan hanya dengan trauma… tapi juga dengan kebencian yang punya target jelas. Lebih jelas dari Loki yang ketika meninggalkan Elbaph 14 tahun lalu tampak tidak punya gambaran pasti siapa musuhnya.

Bagi Kurohige, Tenryuubito bukan simbol penindasan abstrak. Mereka adalah wajah konkret dari penderitaan masa kecilnya.

Dan inilah yang membuatnya lebih berbahaya.

Jika suatu hari posisi berbalik, Tenryuubito jatuh dan menjadi pihak lemah di hadapan Kurohige, besar kemungkinan Teach tidak akan sekadar menjatuhkan mereka. Ia mungkin akan mengulangi perburuan manusia itu sendiri.

Hanya saja kali ini, dialah pemburunya.

3. Kurohige bukan sosok yang “sederhana” dalam konflik

Kurohige One Piece

Kalau Luffy berperang, polanya relatif jelas. Ia maju ke depan, bertarung terbuka, dan mengincar pusat masalah: bos musuhnya.

Teach tidak mencari duel yang adil, apalagi pertarungan heroik. Ia memilih waktu, tempat, dan kondisi yang ideal baru bergerak. Ia bisa datang ketika musuhnya sudah lelah bertarung dengan pihak lain. Ia bisa menyerang dari sudut yang tak terduga. Ia bisa berpura-pura lemah, tertawa, atau bersekutu… lalu menusuk dari belakang saat peluang muncul.

Pola ini sudah ia tunjukkan berkali-kali:
- Di anime, luka Thatch tertoreh di punggung, menandakan ini serangan dari belakang.
– Menunggu Shirohige sekarat sebelum mengambil kekuatannya.
– Menjadi Shichibukai hanya untuk membobol Impel Down.
– Menunggu pemenang Wano yang lewat ke Pulau Winner untuk menyerang mereka.

Kalau Tenryuubito mengandalkan kesan “tak tersentuh” dan merasa aman di balik struktur dunia, Kurohige adalah tipe musuh yang tidak akan menghormati itu sama sekali. Ia akan mencari celah sekecil apa pun, dan ketika celah itu muncul, serangannya bisa brutal, cepat, dan mematikan sebelum ada yang sempat bereaksi.

4. Kurohige jauh lebih mungkin menyerang Mary Geoise secara langsung

Kurohige (dok. Toei Animation/One Piece)

Luffy secara naratif sudah “melampaui” Mary Geoise sejak dia selesai Fish-Man Island, berhubung Mary Geoise ada tinggi di atas pulau manusia ikan itu. Dan Luffy jalannya selalu ke depan. Kecuali ada alasan yang sangat personal, seperti nakama-nya ditahan di sana, rasanya kecil kemungkinan Luffy akan memutar balik ke Red Line setelah ia sudah sampai Elbaph dan bergerak menuju tahap akhir petualangan.

Kesatria Dewa, Gorosei, dan Imu kemungkinan besar hanya akan benar-benar berurusan dengan Luffy jika mereka sendiri yang memburunya. Luffy tidak berburu kekuasaan atau secara aktif ingin membawa revolusi ke dunia. Ia tidak punya kepentingan strategis untuk menyerang pusat dunia lebih dulu.

Kurohige berbeda total.

Teach bukan petualang yang mengikuti Log Pose. Ia bukan tipe yang “sampai dulu, baru lihat situasi.” Ia adalah perencana. Ia punya markas. Ia mengumpulkan informasi. Ia memilih target. Ia menunggu momen yang tepat.

Contoh paling jelas: Pulau Winner.

Kurohige tidak datang ke sana secara kebetulan. Ia sudah siap menyambut salah satu pemenang Wano, siap dengan kru inti dan kekuatan penuh. Law yang apes karena rutenya berujung ke sana.

Pola ini membuat satu hal terasa masuk akal: kalau ada pihak yang akan melakukan sesuatu yang perlu, keji, dan strategis, tapi terasa “terlalu gelap” untuk dilakukan Luffy, maka itu adalah Kurohige.

Dan itu termasuk menyerang Tenryuubito langsung di tanah suci mereka. Mengguncang Mary Geoise sebelum dunia siap. Memaksa Imu keluar dari bayangan, bukan menunggu dipancing.

Itu bukan gaya Luffy. Tapi itu sangat gaya Kurohige.

5. Kurohige punya kekuatan yang secara spesifik berbahaya bagi Mary Geoise

Kurohige pakai Gura Gura no Mi (dok. Toei Animation/One Piece)

Mary Geoise berdiri di puncak Red Line.

Berhubung laut dunia One Piece semakin naik menelan daratan, maka Mary Geoise jelas dipersiapkan sebagai tempat aman terakhir bagi Tenryuubito ketika dunia di bawahnya lenyap.

Masalahnya: Kurohige memegang Gura Gura no Mi.

Buah ini bukan sekadar “kuat.” Itu adalah adalah kekuatan yang menyerang fondasi dunia. Menyebabkan gempa yang bisa merontokkan daratan dan mengguncang lautan.

Dan ini terasa bukan kebetulan.

Teach bisa jadi tidak mencuri Gura Gura no Mi hanya karena itu milik manusia terkuat di dunia. Saya jadi curiga dia mencurinya karena buah itu memberi kemampuan yang tidak dimiliki siapapun sebelumnya: menghancurkan dunia dari akarnya.

Dikaitkan dengan trauma masa kecil Teach: dirantai, diburu, oleh Tenryuubito, ayahnya dan klannya musnah, Gura Gura no Mi berubah maknanya. Bukan lagi sekadar senjata, tapi alat pembalasan.

Bayangkan Gura Gura no Mi dilepaskan di Red Line. Mary Geoise runtuh. Tanah suci retak.

Dan ketika dunia tenggelam… Tenryuubito tidak lagi berada di atas segalanya. Mereka tenggelam bersama dunia yang selama ini mereka biarkan karam.

Editorial Team