Kurohige (dok. Toei Animation/One Piece)
Luffy secara naratif sudah “melampaui” Mary Geoise sejak dia selesai Fish-Man Island, berhubung Mary Geoise ada tinggi di atas pulau manusia ikan itu. Dan Luffy jalannya selalu ke depan. Kecuali ada alasan yang sangat personal, seperti nakama-nya ditahan di sana, rasanya kecil kemungkinan Luffy akan memutar balik ke Red Line setelah ia sudah sampai Elbaph dan bergerak menuju tahap akhir petualangan.
Kesatria Dewa, Gorosei, dan Imu kemungkinan besar hanya akan benar-benar berurusan dengan Luffy jika mereka sendiri yang memburunya. Luffy tidak berburu kekuasaan atau secara aktif ingin membawa revolusi ke dunia. Ia tidak punya kepentingan strategis untuk menyerang pusat dunia lebih dulu.
Kurohige berbeda total.
Teach bukan petualang yang mengikuti Log Pose. Ia bukan tipe yang “sampai dulu, baru lihat situasi.” Ia adalah perencana. Ia punya markas. Ia mengumpulkan informasi. Ia memilih target. Ia menunggu momen yang tepat.
Contoh paling jelas: Pulau Winner.
Kurohige tidak datang ke sana secara kebetulan. Ia sudah siap menyambut salah satu pemenang Wano, siap dengan kru inti dan kekuatan penuh. Law yang apes karena rutenya berujung ke sana.
Pola ini membuat satu hal terasa masuk akal: kalau ada pihak yang akan melakukan sesuatu yang perlu, keji, dan strategis, tapi terasa “terlalu gelap” untuk dilakukan Luffy, maka itu adalah Kurohige.
Dan itu termasuk menyerang Tenryuubito langsung di tanah suci mereka. Mengguncang Mary Geoise sebelum dunia siap. Memaksa Imu keluar dari bayangan, bukan menunggu dipancing.
Itu bukan gaya Luffy. Tapi itu sangat gaya Kurohige.